AriraNews.com, Batam – Malaysia semakin agresif mempromosikan sektor pariwisatanya menjelang pelaksanaan Visit Johor 2026 dan Visit Malaysia 2026. Upaya itu terlihat jelas melalui gelaran Malaysia Weekend Gateway – Asia Travel Fair 2025 yang berlangsung di Grand Batam Mall, 20–23 November 2025. Selama empat hari, pusat perbelanjaan terbesar di Kota Batam itu menjadi magnet bagi para pencinta traveling, dengan tawaran paket wisata Malaysia yang diguyur diskon besar dan beragam fasilitas khusus.
Pameran ini merupakan langkah strategis Tourism Malaysia dalam menggaet wisatawan dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), salah satu wilayah yang memiliki tingkat kunjungan tertinggi ke Malaysia. Melalui kolaborasi dengan ASITA Kepri serta sejumlah agen travel terkemuka, Malaysia berupaya memperluas jangkauan pasar sekaligus mempermudah akses warga Kepri menuju destinasi populer seperti Johor Bahru, Kuala Lumpur, Melaka, Penang, dan Sabah.
Ketua ASITA Kepri, Eva Betty, membuka acara dengan menegaskan pentingnya kerja sama regional dalam mendorong pertumbuhan pariwisata dua negara. “Kepri dan Malaysia punya hubungan pariwisata yang saling menguatkan. Travel fair ini bukan hanya soal promosi tiket atau paket liburan, tetapi momentum meningkatkan konektivitas dan pengalaman wisata kedua belah pihak,” ujarnya, saat pembukaan, Kamis (20/11/2025)
Acara dilanjutkan dengan sambutan Konsul Malaysia di Pekanbaru, Mohammed Hosnie Shahiran bin Ismail, yang menegaskan bahwa Malaysia sangat serius menyambut agenda pariwisata nasional 2026. Ia mengatakan bahwa kawasan Johor dan Malaysia secara keseluruhan tengah mempersiapkan atraksi baru, perbaikan infrastruktur, hingga peningkatan layanan wisatawan.

“Kepri adalah pasar yang sangat penting bagi Malaysia. Mobilitas masyarakat Batam dan sekitarnya sangat tinggi. Karena itu kami membawa paket terbaik, promo terbaik, dan layanan terbaik, agar masyarakat Kepri semakin mudah berlibur ke Malaysia,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari kalangan legislatif. Wahyu Wahyudin, Anggota Komisi II DPRD Kepri, dalam sambutannya menilai kegiatan ini dapat memperkuat hubungan sosial-ekonomi Indonesia–Malaysia, khususnya di sektor pariwisata.
“Kami menyambut baik inisiatif ini. Daerah yang kuat pariwisatanya akan tumbuh ekonominya. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperluas,” katanya.
Momen pembukaan berlangsung meriah dengan pemukulan kompang bersama—sebagai simbol kolaborasi budaya—dan pembukaan tirai poster promosi. Prosesi tersebut dilakukan oleh Konsul Malaysia Pekanbaru Mohammed Hosnie Shahiran bin Ismail, Konsul Pelancongan/Director Tourism Malaysia Medan Puan Rosalinda Abdul Rahim, Deputy Director Tourism Malaysia Medan Puan Nor Hasni Saidin, Ketua ASITA Kepri Eva Betty, Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin, serta perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri.
Sepanjang pameran, pengunjung disuguhi pilihan paket wisata dengan harga khusus: tiket ferry pulang-pergi, hotel bintang tiga hingga lima, paket family trip, honeymoon, hingga medical tourism—salah satu segmen unggulan Malaysia. Para agen travel juga memberikan kemudahan seperti cicilan, potongan harga tambahan, hingga penawaran buy 1 get 1 untuk destinasi tertentu.
Gelaran Malaysia Weekend Gateway ini menegaskan bahwa Malaysia tidak sekadar menunggu wisatawan datang, tetapi aktif turun langsung ke pasar-pasar potensial, termasuk Batam yang memiliki posisi strategis dan kedekatan geografis. Dengan strategi promosi agresif ini, Malaysia berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan saat memasuki tahun 2026, tahun besar bagi industri pariwisatanya. (ara)







