Budaya Jadi Perekat Persatuan, Forkopimda Natuna Turun Langsung Dukung Pelestarian Tradisi Grebek Gunungan

Wakil Bupati Natuna bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Natuna saat baru tiba di Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah.

Ariranews.com, Natuna – Tradisi budaya kembali membuktikan perannya sebagai perekat persatuan masyarakat di Kabupaten Natuna. Melalui Pawai Budaya dan Grebek Gunungan yang digelar di Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah, Selasa (16/6/2026), masyarakat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Natuna menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.

Kehadiran para pimpinan daerah dan instansi vertikal dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat adat, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Selain menjaga identitas daerah, tradisi budaya dinilai mampu memperkuat persatuan, kebersamaan, dan keharmonisan sosial di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan ini dihadiri Komandan Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik, S.E., Kepala Kejaksaan Negeri Natuna Dr. Erwin Indrapraja, S.H., M.H., Kakansar Natuna Abdul Rahman, S.E., Kepala BMKG Ranai Rafael Alesandro Marbun, S.Tr., Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Natuna Wan Suhardi, serta Kepala Desa Tapau Sudiono.

BACA JUGA:  Dari Perbatasan ke Industri Nasional, 188,7 Ton Cengkeh Natuna Kantongi Sertifikat KT-3

Rangkaian acara diawali dengan pawai budaya yang menampilkan berbagai kekayaan tradisi dan kearifan lokal masyarakat Desa Tapau. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi Grebek Gunungan, tradisi syukuran yang sarat makna kebersamaan, gotong royong, serta ungkapan rasa syukur atas nikmat dan rezeki yang diberikan.

Suasana semakin meriah dengan penampilan seni budaya daerah dan atraksi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Ratusan warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti dan menyaksikan seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Desa Tapau.

BACA JUGA:  Program MBG Jadi Prioritas, Kejaksaan Natuna Fokus Pendampingan dan Pengawasan

Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik mengatakan budaya merupakan identitas daerah yang harus terus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.

“Budaya adalah jati diri masyarakat Natuna. Tradisi seperti Grebek Gunungan bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi sarana memperkuat persaudaraan, menanamkan nilai gotong royong, dan menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan budaya yang mampu mempererat persatuan masyarakat,” ujar Jarmin.

Menurutnya, kekayaan budaya yang dimiliki Natuna juga memiliki nilai strategis dalam mendukung sektor pariwisata daerah. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar budaya lokal tetap lestari sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Danlanud RSA Natuna Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keharmonisan sosial.

BACA JUGA:  Kasat Lantas Natuna Pimpin Pengamanan Pawai 500 Siswa, Lalu Lintas Lancar

“Tradisi seperti Grebek Gunungan tidak hanya menjadi simbol rasa syukur, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan. TNI mendukung setiap upaya pelestarian budaya yang mampu membangun karakter, kebersamaan, serta memperkuat identitas bangsa,” katanya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong yang tercermin dalam berbagai tradisi budaya merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga stabilitas kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, sinergi antara Forkopimda, tokoh adat, dan masyarakat kembali diperlihatkan. Kebersamaan yang terbangun dalam pelestarian budaya diharapkan mampu menjaga tradisi tetap hidup dan berkembang, sekaligus memperkuat Natuna sebagai daerah yang kaya akan nilai budaya, kearifan lokal, dan semangat persatuan.

(Dod)