AriraNews.com, Batam – Diakui atau tidak, program Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina ke SMA Negeri di Kepri, banyak ditiru para pejabat tinggi lain.
Namun, belakangan kegiatan Wagub Marlin tersebut dibatasi. Contohnya sebelum keberangkatan Wagub Marlin ke Karimun, Selasa (8/11) lalu langsung batal. Padahal Wagub Marlin terjadwal berkunjung ke SMA Negeri 4 Karimun. Di SMA Binaan ini, Marlin memang berjanji untuk datang setelah berkeliling ke Natuna dan Lingga.
Betul tidak dijiplak atau diplagiat bulat-bulat. Masih ada yang malu-malu kucing dengan memakai teknik ATM alias amati, tiru dan modifikasi.
Misal ada sebuah pesan pendek yang ditujukan kepada seluruh pelajar di sebuah SMA Negeri di Batam. Senin (21/11/2022) nanti, semua diwajibkan hadir. Sebab akan ada kunjungan orang penting, petinggi daerah.
“Note : seluruhnya (pelajar) diharap hadir karena kegiatan ini merupakan perintah langsung dari pak **** dan untuk menyambut ******** (nama jabatan tinggi) kita di hari acara ******,” begitu bunyinya.
Tentu kita merasa senang jika banyak hal maupun program milik Wagub Marlin ditiru. Ini menandakan dalam menjalankan tugasnya, Wagub Marlin memiliki pengalaman dan pembaruan.

Selain itu, jika nantinya ide, gagasan hingga semua program Marlin baik sebagai wagub maupun ketua organisasi dearah di Kota Batam ditiru, itu berarti program yang digagasnya dianggap bagus dan bermanfaat bagi warga Kepri.
Semoga saja program kerja Wagub Marlin lainnya banyak ditiru. Jangan hanya kunjungan ke SMA Negeri saja, juga bagaimana ia melindungi empat kelompok rentan, yaitu warga lanjut usia, penyandang disabilitas, kaum perempuan, dan anak-anak.
Atau tiru juga bagaimana dia memberdayakan perempuan serta membantu ekonomi keluarga masyarakat lewat batik, juga blusukan ke tempat-tempat terpencil untuk menyalurkan bantuan, dan seabrek kegiatan sosial yang bermanfaat lainnya.
Sementara Aktivis Pendidikan, Sudirman Dianto mengatakan, hadirnya pemimpin ke lembaga pendidikan, seperti yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina merupakan hal yang baik.
“Itu sebenarnya keharusan agar tau bagaimana kondisi sekolah yang ada dalam wilayah yang beliau pimpin,” ujarnya ditemui beberapa waktu lalu.
Sehingga lanjutnya tidak ada perlu pembatasan-pembatasan seperti yang terjadi belakangan ini. Karena kedekatan emosional pemimpin dengan seluruh warga yang ada di sekolah itu menjadi penting. Bagaimana berbicara pendidikan bermutu kalau misalnya hubungan emosional antara keluarga besar sekolah dengan orang-orang yang mengambil kebijakan tentang pendidikan tidak baik.
“Maka dukungan politik anggaran terhadap pendidikan tidak terlaksana dengan baik, ini akan menjadi persoalan. Hadirnya beliau-beliau di sekolah itu menurut hemat saya adalah langkah yang baik, tidak perlu ada pelarangan. Pak Gubernur ke sekolah, Wakil Gubernur ke sekolah silahkan,” ungkapnya.
Dalam berkunjung langsung itu kata Sudirman banyak yang akan diketahui, dari pada hanya mendapatkan laporan dari bawahan.
“Karena tidak menutup kemungkinan ada sekolah-sekolah laporan di atas kertas barang kali bagus-bagus saja fakta di lapangan menunjukkan berbeda, maka kunjungan langsung ini menjadi penting,” tegasnya.
Sehingga kata Sudirman adanya larangan tersebut merusak kepemimpinan yang ada di Kepri.
“Ini harus segera dihentikan, berikan saja ruang kebebasan. Siapa yang berkaitan dengan lembaga pendidikan silahkan berkunjung, tak ada persoalan,” kata Sudirman Dianto.(emr)








