Batam  

Hindari Kecurangan, BKN Gunakan Teknologi Face Recognition Saat Ujian CAT CPNS 2024 di Batam

Avatar photo
Pelaksanaan Ujian Computer Assisted Test (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 di Kota Batam dimulai pada Rabu, (16/10/2024). Peserta yang hadir diwajibkan untuk melakukan face recognation untuk mengantisipasi praktik kecurangan.

AriraNews.com, Batam – Pelaksanaan Ujian Computer Assisted Test (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 di Kota Batam dimulai pada Rabu, (16/10/2024). Peserta yang hadir diwajibkan untuk melakukan face recognation untuk mengantisipasi praktik kecurangan. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi peserta secara langsung, sekaligus menghindari praktik perjokian yang kerap terjadi pada seleksi CPNS.

“Hal ini tujuannya untuk menghindari kecurangan atau joki,” kata Kepala UPT BKN Batam Imaduddin, Rabu (16/10/2024).

Ujian CAT kali ini meliputi Tes Kemampuan Dasar (TKD) ini terdiri dari tiga subtes, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

BACA JUGA:  Inspektorat Batam Kenalkan Nilai-nilai Integritas ke Siswa SMP Lewat Film & Game

Ujian berlangsung di UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang berada di Gedung Bersama Pemko Batam, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Pelaksanaan ujian dimulai dengan peserta dari kementerian vertikal.

“Hari ini, ujian dilaksanakan dalam dua sesi dengan masing-masing diikuti oleh 55 peserta,” ujarnya.

Lanjutnya face recognition berfungsi memverifikasi identitas peserta dengan data yang telah mereka serahkan sebelumnya. Imamuddin juga mengingatkan pentingnya kejujuran dan transparansi dalam seleksi CPNS.

“Dengan penerapan teknologi ini, diharapkan proses seleksi CPNS dapat berlangsung lebih aman, adil, dan akuntabel,” katanya.

BACA JUGA:  Zamis, Rising Star Jazz Batam, Siap Pukau Panggung International Jazz Day 2026

Diakuinya untuk jadwal pada hari Kamis, ujian akan berjalan normal dengan empat sesi per hari, kecuali pada hari Jumat yang hanya akan dilaksanakan dua sesi. Setiap sesi akan diikuti oleh maksimal 55 peserta, sesuai jadwal masing-masing kementerian.

“Sesi pertama hari ini, tercatat 46 orang hadir, sementara 9 peserta tidak hadir tanpa keterangan,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak ada ujian susulan bagi peserta yang absen karena pin peserta akan terkunci lima menit sebelum ujian dimulai.

BACA JUGA:  Batam Raih Penghargaan Penurunan Kemiskinan dan Stunting

“Misalnya, pada ujian hari ini yang dimulai pukul 10.30 WIB, pin peserta sudah terkunci pada 10.25 WIB, jadi bagi peserta yang terlambat tidak ada kesempatan untuk mengikuti ujian,” ujarnya.

Imam mengingatkan seluruh peserta agar mematuhi petunjuk yang telah diumumkan oleh masing-masing instansi. Peserta diimbau hadir 90 menit sebelum ujian dimulai untuk memastikan kelengkapan dokumen seperti kartu peserta dan KTP asli.

“Keterlambatan bisa berakibat fatal, karena jika pin terkunci, tidak ada toleransi lagi bagi peserta untuk mengikuti ujian,” ujarnya. (ara)