AriraNews.com, Natuna – Asap kebakaran mungkin telah lama padam, namun luka dan kehilangan masih dirasakan Maryani (67), warga Gang Air Payang, Kelurahan Ranai. Di tengah upaya memulai kembali kehidupan pasca musibah, uluran tangan datang dari para mahasiswa yang memilih hadir bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga memberi penguatan moril.
Minggu (15/2/2026), sejumlah pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Natuna mendatangi kediaman korban untuk menyalurkan bantuan sembako.
Kunjungan tersebut menjadi momen sederhana namun penuh makna, menghadirkan rasa bahwa korban tidak sendiri menghadapi masa pemulihan setelah kebakaran yang terjadi pada Senin (9/2/2026) lalu.
Bantuan yang disalurkan bertepatan dengan peringatan Milad HMI ke-79 serta menyambut bulan suci Ramadan, menjadi simbol kepedulian sosial mahasiswa terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan.
Fergiawan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan wujud nyata kepedulian kader HMI terhadap kondisi sosial masyarakat di Natuna.
“Ini bukan sekadar kegiatan rutinitas, tetapi menjadi upaya menumbuhkan kepedulian dan kesadaran nyata kader-kader HMI di Natuna terhadap sesama,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Maryani turut menceritakan kronologi kejadian serta kondisi yang dihadapinya pasca kebakaran. Ia mengaku bersyukur dan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan para mahasiswa, yang dinilai sangat membantu di tengah masa pemulihan.
Dialog antara korban dan pengurus HMI berlangsung hangat dan kondusif. Selain menyerahkan bantuan, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran sosial bagi kader untuk memahami langsung dampak yang dirasakan masyarakat pasca bencana.
Fergiawan menegaskan, HMI Cabang Natuna berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan dukungan moril maupun materil.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni simbolis, tetapi menjadi pembelajaran bagi kader tentang pentingnya kepedulian dan respons cepat terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat,” pungkasnya. (Dod)








