Batam  

Pemko Batam Salurkan Rp 627,5 Juta untuk Korban Bencana Alam

Avatar photo
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakilnya, Li Claudia Chandra serahkan bantuan pada korban bencana alam.

AriraNews.com, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) melakukan penyaluran bantuan bagi warga yang terdampak bencana alam awal tahun 2025. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Kantor Pemko Batam, Lantai IV.

Seperti diketahui, saat awal tahun, bencana yang terjadi akibat angin kencang, curah hujan tinggi, longsor, serta air pasang atau rob. Melanda delapan kecamatan di Batam dan menyebabkan kerusakan rumah serta korban jiwa.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Leo Putra, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari musibah tersebut.

“Hari ini menindaklanjuti musibah bencana awal tahun 2025 di Kota Batam, adanya angin kencang, curah hujan tinggi dan longsor, dan juga ada air naik, air rob,” ujar Leo, Selasa (11/3/2025).

BACA JUGA:  Boy Kharisma Nahkodai Perwara Indonesia, Ajak Anggota Kompak dan Solid
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra setelah menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam.

Menurutnya, pada awal tahun itu hampir seluruh wilayah Batam mengalami dampak bencana saat itu. Melihat besarnya dampak, Dinas Sosial bersama Pemko Batam menetapkan status tanggap darurat bencana di Kota Batam.

“Bersumber dari semua camat melaporkan, hasil laporan camat tadi lebih kurang 8 kecamatan itu diverifikasi oleh tim, kita cek ke lapangan. Akhirnya ditetapkanlah tanggap darurat bencana dengan bantuan BTT (belanja tidak terduga) untuk membantu korban bencana tersebut,” katanya.

Seperti halnya bencana yang terjadi di Tiban Koperasi beberapa waktu lalu yang menelan empat korban jiwa. Oleh sebab itu korban yang terdampak bencana diberikan santunan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam.

“Dari hasil pendataan, ada 56 rumah atau KK yang hasil verifikasi layak dibantu, yaitu dengan kriteria rusak berat Rp 25 juta, sedang Rp 7,5 juta, ringan dibantu Rp 5 juta,” kata Leo.

BACA JUGA:  Li Claudia Minta Sinkronisasi Data Kependudukan Dioptimalkan

Untuk korban jiwa, Pemko Batam memberikan bantuan sebanyak Rp 15 juta per korban jiwa.

“Jadi secara keseluruhan ada bantuan yang disalurkan hari ini lebih kurang Rp 627,5 juta,” tambahnya.

Adapun rincian rumah yang mendapat bantuan berdasarkan kategori untuk rumah rusak berat ada 13, rumah rusak sedang ada 11, rumah rusak ringan ada 32 rumah. Dengan total keseluruhan ada 56 rumah.

Dana bantuan ini berasal dari BTT Pemko Batam yang disalurkan melalui BPKAD ke Dinas Sosial, kemudian langsung ke rekening masing-masing korban.

“Ada delapan kecamatan yang menyampaikan ke Wali Kota. Tapi yang paling parah di Sekupang, Galang, Bengkong, Nongsa. Untuk dibantu, laporannya harus dari camat ke Wali Kota, baru Dinsos menindaklanjuti laporan tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA:  Momentum Hari Kartini, Amsakar Angkat Peran Strategis Satpol PP,  Satlinmas dan Damkar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menuturkan Pemko Batam baru bisa memberikan bantuan tersebut sekarang, karena beberapa alasan. Yaitu untuk verifikasi itu perlu tahapan.

Mulai dari data yang disampaikan Lurah dan Camat. Kemudian tim turun untuk melihat kondisi eksistingnya. Setelah itu dihitung oleh tim.

“Baru dibuat perwakonya tentang warga-warga yang berhak mendapatkan bantuan itu.  Setelah proses itu selesai, baru akan didistribusikan. Juga proses semua karena kemarin ada transisi pemimpin,” kata Amsakar.

Amsakar juga berharap warga tak bermukim lagi di daerah rawan longsor. (ara)