Antisipasi Bencana, Ketua DPRD Batam Nuryanto Ajak Forkompinda Kuatkan Sinergitas Mitigasi

Avatar photo

AriraNews.com, Batam – Wilayah Provinsi Kepulauan Riau khususnya di Kota Batam saat ini memasuki musim penghujan dan memunculkan beberapa bencana alam.

Untuk itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam kembali mengingatkan masyarakat akan munculnya bahaya akibat cuaca ekstrem tersebut. Selain itu, perlu adanya penguatan sinergi mitigasi dini agar masyarakat dapat terhindar dari risiko akibat bencana.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto SH MH saat ditemui awak media pada Selasa (7/3/2023) pagi.

Pria yang akrab disapa Cak Nur ini pun memandang ada dua potensi bencana yang kerap terjadi saat musim hujan. Yakbni banjir dan tanah longsor.

BACA JUGA:  Investasi India di Batam Tembus Rp 258,6 Miliar

“Mengantisipasi dampak tersebut, perlu adanya pengawasan dan kewaspadaan dini. Begitu juga mengenali wilayah yang ditempati dari sudut pandang potensi kebencanaan perlu dilakukan, baik oleh masyarakat, lembaga terkait, ataupun oleh para peneliti melalui berbagai kajian,” tegas Politisi PDI Perjuangan ini.

Untuk antisipasi bencana banjir maupun longsor, tambahnya, Cak Nur melihat ada beberapa upaya mitigasi yang bisa dilakukan masyarakat.

Pertama, masyarakat harus mengenal kondisi topografi wilayahnya, apakah di hulu, hilir, punggungan, lembahan, atau dataran. Selain mengenal lokasi sekitar, pengenalan kondisi lahan juga perlu diperhatikan.

“Contohnya, apakah di wilayah hulu ada perubahan fungsi lahan, atau apakah kondisi sungai yang mengalir menjadi sempit karena pembangunan. Dengan memahami itu kita akan tahu daerah kita berpotensi banjir bandang atau berpotensi tergenang cukup tinggi,” tegasnya.

BACA JUGA:  Grand Mercure Batam Centre Rayakan Anniversary Pertama dengan Aksi Donor Darah

Selanjutnya, perlu adanya penyiapan sistem peringatan dini (early warning system). Di mana hal ini akan membantu masyarakat untuk waspada dan tahu lokasi mana yang bisa dipersiapkan untuk evakuasi apabila terjadi sesuatu bencana.

“Koordinasi wilayah hulu dengan hilir kiranya perlu dilakukan agar masyarakat bisa mengantisipasi sedini mungkin terhadap bencana,” tegasnya.

Langkah ketiga, mewaspadai insiden ikutan saat bencana terjadi. Beberapa di antaranya mewaspadai arus air saat banjir terjadi, mengenal titik-titik lubang dan saluran air yang kemungkinan tidak terlihat saat banjir, hingga mematikan arus listrik ketika banjir menggenang untuk mencegah sengatan listrik.

BACA JUGA:  Amsakar Apresiasi Peran Driver Online Jaga Nama Baik Batam

“Kemudian siapkan lokasi evakuasi yang lebih tinggi dari banjir, serta siapkan penampungan air bersih untuk menghindarkan kita dari penyakit kulit,” tambahnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, curah Hujan yang tinggi memunculkan beberapa bencana alam berupa banjir hingga tanah longsor di beberapa wilayah di Provinsi Kepri. Diantaranya, Banjir di Tanjungpinang, amblasnya jalan menuju kawasan wisata Barelang hingga tanah longsor yang terjadi di Serasan Natuna dan menyebabkan puluhan warga tertimbun.(*/emr)