Ariranews.com, Natuna –Program seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Natuna resmi ditunda. Kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dijalankan Pemerintah Daerah (Pemda) menjadi penyebab utama penundaan program ini.
Program bantuan seragam ini sebelumnya telah tercantum dalam Rencana Kerja (Renja) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna sebagai bagian dari upaya pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan di wilayah perbatasan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Hendra Kusuma, menyampaikan bahwa program tersebut sempat dianggarkan sekitar Rp3 miliar. Namun, keterbatasan fiskal memaksa pemerintah menunda pelaksanaannya.
“Memang tahun lalu sudah dianggarkan. Tapi karena ada efisiensi anggaran, kita harus menunda dulu pelaksanaannya,” ujar Hendra saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/7/2025).
Hendra menegaskan, program ini tidak dibatalkan, melainkan hanya ditunda sementara waktu. Pemda akan mencoba merealisasikannya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2025, jika kondisi keuangan memungkinkan.
“Program ini tetap jadi prioritas. Kalau di APBD Perubahan nanti anggarannya memungkinkan, tentu akan kita realisasikan,” tambahnya.
Sebagai langkah mitigasi, Dinas Pendidikan telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) dan menyiapkan alternatif solusi untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan fasilitas pendidikan.
“Kami sudah koordinasi dengan Pak Sekda. Karena program seragam ini cukup membantu masyarakat, sekarang ada alternatifnya. Anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa mengakses Sekolah Rakyat yang sudah disiapkan pemerintah,” tutup Hendra. (dod)








