Natuna

KPK Bimbing Desa Limau Manis Sampai Ketahap Penilaian Sebagai Desa Anti Korupsi

AriraNews.com, Natuna – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan upaya pencegahan korupsi di tingkat desa melalui program Desa Anti Korupsi, yang merupakan program kerja sama KPK RI dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) dalam upaya menekan potensi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan Dana Desa.

Pada tahun 2023 ini, ada lima Desa di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang mengikuti nominasi Desa anti Korupsi, yang terdiri dari tiga desa di Kabupaten Natuna dan dua desa dari Kabupaten Bintan. Kelima desa yang masuk nominasi ini dinyatakan layak masuk karena memenuhi standar yang diterapkan KPK sebagai calon desa percontohan Desa Anti Korupsi.

“Setelah kita melakukan observasi dan melakukan diskusi dengan pimpinan, kita juga menghimpun data dan informasi tentang rekam jejak lima desa tersebut dari berbagai sumber, termasuk dari pemerintah, Aparat Penegak Hukum (APH) dan dunia maya, kita memutuskan Desa Limau Manis Kabupaten Natuna, layak ikut seleksi jadi calon Desa Anti Korupsi di Kepri,” ujar Spesialis Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Andhika Widarto kepada sejumlah awak media dalam Konferensi Pers, Kamis (8/6/2023) di Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir Bukit Arai.

Andhika Widarto juga menuturkan, pihaknya akan melakukan pendampingan dan pembimbingan terhadap Desa Limau Manis sampai ketahap penilaian sebagai Desa Anti Korupsi.

“Kita akan melakukan pembimbingan untuk Desa Limau Manis, sampai ke tahap penilaian, yang mana penilaian akan dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten, Inspektorat Provinsi, Inspektorat dari Kementerian Desa PDTT, Inspektorat Kemendagri dan Inspektorat Kementerian Keuangan, dari hasil penilaian inilah apakah Desa Limau Manis lulus atau tidak lulus sebagai desa percontohan anti korupsi,” tuturnya.

Andhika Widarto juga menjelaskan, untuk menjadi kandidat Desa Anti Korupsi ada empat tahap yang mesti dilalui di antaranya, tahap observasi, tahap Bimbingan Teknis (Bimtek), monitoring dan evaluasi serta tahapan penilaian yang akan dilaksanakan oleh Kementerian PDTT dan instansi pemerintahan terkait lainnya.

Sementara dari keempat tahap itu Desa Limau Manis, sudah menjalani dua tahapan dan akan menjalani dua tahapan lagi untuk menjadi Desa Anti Korupsi.

“Sekarang Limau Manis baru dapat nilai 47, sementara nilai minimal untuk lulus adalah 80. Tapi kami berharap dia dapat nilai 100 nanti,” terangnya.

Menurut Andhika, sejauh ini Desa Limau Manis memiliki sejumlah kelemahan yang harus segera diperkuat apabila hendak lulus jadi Desa Anti Korupsi.

Ia mengatakan, Desa Limau Manis masih memerlukan penguatan di bidang tatalaksana pemerintahan desa (administrasi dan digitalisasi), penguatan pengawasan, layanan masyarakat, peran serta masyarakat dan penguatan kearifan lokal.

“Jadi untuk saat ini dan ke depan fokus kami di Desa Limau Manis berada di penguatan administrasi dan digitalisasi. Kami lihat dia masih lemah di situ, tapi hal ini sangat tergantung juga pada dukungan Pemerintah Daerah. Kalau ada dukungan yang mumpuni dari Pemda, kemungkinan besar bisa lulus,” lugasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Natuna, Wan Siswandi mengaku senang dengan adanya desa di Natuna yang lulus nominasi KPK sebagai calon Desa Anti Korupsi.

“Pada intinya kami bersyukur Desa Limau Manis bisa masuk jadi calon Desa Anti Korupsi besutan KPK. Untuk menjadi calon ini saja tidak sembarang desa yang bisa lulus,” ucapnya.

Wan Siswandi juga mengatakan, Pemerintah Daerah siap mendukung penuh Desa Limau Manis untuk menjadi Desa Anti Korupsi, karena peran serta pemerintah sangat diperlukannya, terutama dukungan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penguatan fasilitas yang diperlukan.

“Kita akan bantu penguatan itu, misal tadi di bidang digitalisasi. Kami akan sokong penuh dengan jaringan telekomunikasi yang bagus sehingga mereka bisa belajar, mempersiapkan diri dan melayani warganya melalui mekanisme daring dengan baik. Begitu juga keperluan-keperluan lainnya kami dukung penuh,” lugasnya.

Wan Sis juga berharap, Desa Limau Manis dapat lulus menjadi Desa Anti Korupsi dengan nilai maksimal, agar dapat menjadi pilot project pengelolaan desa yang bersih dari korupsi.

“Kita akan sama-sama bekerja dengan keras, karena harapan kami desa itu lulus juga sangat besar, mudah-mudah prosesnya lancar sampai lulus,” harapnya.(dod)

Redaksi

Recent Posts

Ini Jawaban BP Batam Persoalan Perpanjangan UWT di Puskopkar

AriraNews.com, Batam - Persoalan perpanjangan Uang Wajib Tahunan (UWT) terhadap sekitar 214 unit rumah di…

6 jam ago

Danlanud RSA Natuna Hadiri Apel Dansat TNI 2026, Presiden Tekankan Kedekatan dengan Rakyat

Ariranews.com, Natuna – Komandan Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai…

1 hari ago

Mardana Surya Karma Terpilih Aklamasi, Siap Selamatkan Takraw Karimun dari Kepunahan

KARIMUN – Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Karimun resmi menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) tahun…

1 hari ago

Amsakar–Li Claudia Tegaskan Komitmen Jaga Kampung Tua di RTRW Kepri

AriraNews.com, Batam - Komitmen menjaga keberadaan kampung tua menjadi salah satu poin utama dalam finalisasi…

1 hari ago

Hotel Santika Batam Luncurkan “Jelajah Nusantara” dan Angkringan BBQ Night

AriraNews.com, Batam - Hotel Santika Batam menghadirkan inovasi terbaru di bidang kuliner dengan meluncurkan dua…

1 hari ago

Merayakan HUT ke-198, Sistem Pass Cashless Resmi Beroperasi di Pelabuhan Karimun

KARIMUN, seputarkarimun.com – Dalam rangka memeringati hari jadi Kabupaten Karimun yang ke-198, Pemerintah Kabupaten Karimun…

1 hari ago