Bupati Natuna Ungkap Kronologi Longsor Serasan, Terjang Warga yang Sedang Goro

Avatar photo
Bupati Natuna, Wan Siswandi, bersama Kapolres dan rombongan meninjau lokasi pengungsian.
Bupati Natuna, Wan Siswandi, bersama Kapolres dan rombongan meninjau korban tanah longsor di Pulau Serasan yang memiliki jarak sekitar 7 jam perjalanan menggunakan kapal cepat dari ibu kota Natuna di Ranai.

AriraNews.com, Natuna – Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tujuh jam menggunakan kapal cepat dari ibu kota Kabupaten Natuna, Ranai, Bupati Natuna, Wan Siswandi, Kapolres Natuna, AKBP Nanang Budi Santosa, Ka Basarnas Natuna, Abdurrahman, Kasdim Mayor Inf. Janner Aruan dan rombongan, tiba di Pulau Serasan, pukul 23.00 WIB, Senin (6/3/2023).

Begitu sampai Bupati dan rombongan langsung meninjau korban bencana tanah longsor di beberapa titik lokasi pengungsian di pulau yang lebih dekat dengan Serawak, Malaysia, tersebut.

BACA JUGA:  Dari Natuna, Danlanud RSA Ikuti Exit Briefing Pangkodau I Secara Virtual

Diketahui longsor menimpa Desa Genting, Pulau Serasan, Natuna, Senin (6/3/2023) siang. Sudah belasan orang korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan puluhan orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Bupati Natuna melihat korban meninggal dunia yang disemayamkan di salah satu masjid di Serasan.

Bupati Natuna, Wan Siswandi mengatakan longsor terjadi karena tingginya intensitas hujan dan sudah berlangsung selama empat hari berturut-turut. Hujan mengakibatkan banjir melanda Desa Genting yang berada di bawah kaki bukit. Saat banjir surut, warga beramai ramai membersihkan rumahnya dan saat itu tanah longsor langsung menghantam warga yang sedang gotong royong.

BACA JUGA:  Pegadaian Peduli Pendidikan, 109 Siswa SDN 009 Bandarsyah Natuna Terima Bantuan

Kapolres Natuna, AKBP Nanang Budi Santosa mengimbau untuk masyarakat Natuna yang berada di kaki bukit atau di bawah tebing yang rawan bencana longsor, untuk dapat mengungsi di tempat yang aman.

“Ini semua mengingat intensitas curah hujan yang masih cukup tinggi, sebagai langkah antisipasi dan kewaspadaan agar tidak ada korban jiwa,” kata Kapolres.

BACA JUGA:  Komitmen TNI AU untuk Masyarakat, RSAU Lanud RSA Sasar Pelajar Natuna

Saat ini evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan oleh petugas gabungan; Polres Natuna berjumlah 35 orang, Kodim 0318 Natuna 11 orang, Basarnas 37 orang, BPBD 15 orang, Damkar 17 orang, Komposit Gardapati 25 orang, Satpol PP, Dokter 3 orang, perawat 1 orang dan dibantu oleh relawan.(emr)