Aksi Sosial Kai Emilio, ‘Sultan Singapore’ Jadi Buah Bibir Warga Batam

Avatar photo
Kai Emilio (dua dari kiri), Influencer asal Singapura, pemilik akun TikTok dan Instagram @kaiemilio.fg dan akrab dijuluki “Sultan Singapore” itu, berkunjung dan serahkan bantuan pada Panti Asuhan Rhaudatussyafa Madani, Patam, Sekupang, Batam, Senin (4/8/2025) siang.

AriraNews.com, BATAM – Tanpa canggung Kai Emilio (26), Influencer asal Singapura, pemilik akun TikTok dan Instagram @kaiemilio.fg dan akrab dijuluki “Sultan Singapore” itu, makan bersama bersama anak-anak Panti Asuhan Rhaudatussyafa Madani, Patam, Sekupang, Batam, Senin (4/8/2025) siang.

Bersama istri dan rombongan Kai menyantap makanan cepat saji yang dia bawa untuk anak-anak panti. Canda dan tawa pun pecah di ruangan sederhana yang sekaligus dijadikan musala di panti asuhan yang menempati salah satu Ruko tersebut.

Kai Emilio (dua dari kanan) dan istri makan siang bersama anak-anak panti asuhan di Sekupang, Batam.

Sebelumnya anak-anak panti terlihat bagitu gembira melihat kedatangan Kai Emilio yang belakangan menjadi buah bibir di Batam karena aksi sosialnya. Mereka berkerumun, berebut mendekat ingin bersalaman.

Bagi sebagian orang, pertemuan lintas negara mungkin hanya urusan bisnis atau liburan. Namun bagi Kai, kunjungan ini adalah tentang rasa. “Aku cuma ikut kemampuan. Apa yang aku rasa itu momen, aku buat saja. Apa yang kita kasih pun itu Allah yang kasih, bukan kita punya,” ucapnya pelan, sambil menyalami anak-anak satu per satu.

BACA JUGA:  WFH, Pemko Batam Targetkan Hemat Rp 18 Miliar
Kai Emilio bersama anak-anak Panti Asuhan Rhaudatussyafa Madani, Patam, Sekupang, Batam, Senin (4/8/2025) siang.

Kai datang bersama istri dan beberapa teman. Mereka tak hanya membawa sembako dan makanan, tapi juga sebuah janji: membangun satu kamar tambahan di lantai tiga panti. Janji yang lahir spontan setelah mendengar cerita keterbatasan tempat tidur dari sang pengasuh.

“Kami sering buat kegiatan sosial, dan semuanya pakai dana pribadi. Ini bukan soal pencitraan atau konten, tapi soal niat ikhlas,” kata pemilik akun TikTok dan Instagram @kaiemilio.fg yang akrab dijuluki “Sultan Singapore” itu.

BACA JUGA:  Amsakar Buka Gema Batam Asri di Rempang Eco City, Tekankan Aksi Nyata Jaga Lingkungan

Kai mengaku Batam memberinya rasa nyaman yang berbeda. “Saya banyak teman di sini. Rasanya kayak rumah sendiri. Kalau di negara lain saya belum ada kenalan. Jadi kalau buat kegiatan sosial, hati saya lebih tenang,” tuturnya.

Di sudut ruangan, Sahuri, Ketua Yayasan Rhaudatussyafa Madani, menatap dengan mata berkaca-kaca. Baginya, bantuan Kai adalah jawaban dari doa panjang. “Alhamdulillah, beliau langsung bersedia bangun satu kamar lagi. Ini sangat membantu. Selama ini, kamar yang ada cuma bisa tampung delapan anak, padahal idealnya satu kamar bisa untuk 15 anak,” ujarnya.

Panti yang berdiri sejak 2023 itu kini menampung delapan anak berusia di atas enam tahun. Ada yang yatim, ada pula yang putus sekolah. Salah satunya remaja dari Batuaji yang akan kembali disekolahkan. “Dengan kamar baru, semoga makin banyak anak yang bisa tinggal dan mendapat pendidikan layak,” kata Sahuri.

BACA JUGA:  Perbaikan Jalan Vista Selesai, Kembali Dapat Dilalui Pengendara

Bagi Kai, semua ini hanyalah awal. Ia ingin tetap terhubung dengan anak-anak panti, melihat mereka tumbuh, dan mungkin kembali membantu di lain waktu. “Kita tak harus kaya untuk berbagi. Cukup punya niat dan rasa peduli. Selebihnya, Allah yang atur,” ucapnya sambil tersenyum.

Dan di sore itu, di antara gelak tawa dan cerita sederhana, batas antara Singapura dan Batam seolah menghilang. Yang tersisa hanyalah rasa kemanusiaan – dan keyakinan bahwa kepedulian tak mengenal jarak. (ara)