Bantuan Pangan Digelontorkan, Stok Beras Natuna Aman hingga Pertengahan Tahun

Foto bersama seusai peninjauan Gudang Bulog Natuna.

Ariranews.com, Natuna – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memastikan ketersediaan stok beras di Kabupaten Natuna tetap aman hingga pertengahan tahun 2026, seiring digelontorkannya program bantuan pangan kepada masyarakat.

Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, usai meninjau langsung Gudang Bulog Ranai, Sabtu (4/4/2026), dalam rangka peluncuran penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026.

“Dari hasil peninjauan, stok beras di Natuna masih mencukupi hingga empat sampai lima bulan ke depan. Ini penting untuk menjamin kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan,” ujar Ansar.

Dalam kegiatan tersebut, Ansar turut didampingi Wakil Gubernur Kepri, anggota DPRD Provinsi Kepri Mustamin Bakri dan Daeng Amhar, Bupati dan Wakil Bupati Natuna, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait lainnya.

Menurut Ansar, penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar.

BACA JUGA:  Tinjau Progres KMP Serasan, Kejari Natuna Dorong Ekonomi Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna menjamin distribusi pangan merata hingga ke wilayah pulau terluar.

Selain itu, Ansar juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola konsumsi pangan. Ia menyoroti masih tingginya angka pemborosan pangan yang perlu ditekan demi menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kita imbau masyarakat untuk tidak boros pangan. Konsumsi secukupnya sesuai kebutuhan agar ketahanan pangan tetap terjaga,” tegasnya.

Ansar juga meminta pelaku usaha, khususnya rumah makan, agar lebih memperhatikan porsi sajian guna menghindari pemborosan makanan. Program hemat pangan yang telah dicanangkan diharapkan dapat terus disosialisasikan secara luas.

Di sisi lain, ia memastikan harga kebutuhan pokok di Natuna relatif stabil, meskipun sebelumnya sempat terkendala distribusi akibat persoalan bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah, kata dia, akan terus menjaga stabilitas harga agar tidak memberatkan masyarakat.

BACA JUGA:  Tingkatkan Respons Darurat, Tim SAR Natuna Latih Evakuasi Korban Kebakaran di Laut

Ansar juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan pangan akibat faktor cuaca, perubahan iklim, serta masa panen. Menurutnya, keseimbangan antara ketersediaan, distribusi, dan konsumsi menjadi kunci utama ketahanan pangan.

Sementara itu, Kepala Cabang Perum Bulog Natuna, Pencius Siburian, menyampaikan bahwa kondisi stok pangan di gudang Bulog dalam keadaan aman dan terkendali.

Ia menjelaskan, program bantuan pangan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

Untuk alokasi Februari–Maret 2026 di Kelurahan Bandarsyah, tercatat sebanyak 325 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Masing-masing penerima memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan.

BACA JUGA:  Tekan Inflasi dan Dorong Digitalisasi, Pemkab Natuna Gandeng BI dalam HLM 2026

“Karena disalurkan untuk dua bulan sekaligus, maka setiap penerima membawa pulang 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” jelasnya.

Pencius juga mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah penerima bantuan di Natuna. Jika pada Oktober–November 2025 tercatat 3.453 PBP, maka pada 2026 meningkat menjadi 7.321 PBP atau naik sebesar 89,27 persen.

“Ini menunjukkan jangkauan program bantuan semakin luas dan lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Pencius turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Natuna dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menyukseskan program tersebut.

“Semoga sinergi ini terus terjalin demi mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Natuna,” tutupnya (Dod)