Di depan Ribuan Keluarga Suku Koto, Batam, Rudi Tegaskan Visi Bikin Ekonomi Kepri Maju

Avatar photo
Calon Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nomor urut 2, H Muhammad Rudi (HMR) menghadiri silaturahmi sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, Ikatan Keluarga Suku Koto (IKSK), Rabu (2/10/2024) malam.

AriraNews.com, Batam – Calon Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nomor urut 2, H Muhammad Rudi (HMR) menghadiri silaturahmi sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, Ikatan Keluarga Suku Koto (IKSK), Rabu (2/10/2024) malam.

Acara yang dilaksanakan di halaman Musala Jami’atul Muslimin, Bengkongharapan II, Bengkongindah, Bengkong, dihadiri kurang lebih dua ribu warga Suku Koto se-Batam.

BACA JUGA:  Amsakar–Li Claudia Tegaskan Komitmen Jaga Kampung Tua di RTRW Kepri

Dalam kesempatan itu, Rudi mengajak masyarakat Suku Koto kompak untuk membangun Kepri demi membangkitkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Silaturahmi sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, Ikatan Keluarga Suku Koto (IKSK), Rabu (2/10/2024) malam.

“Di Kota Batam sudah kita lakukan, sekarang saatnya kita melakukan untuk Provinsi Kepri. Kalau ekonomi Kepri dan Masyarakat bangkit, kita bisa mudah untuk berbuat apa saja, termasuk dengan mudah melaksanakan kegiatan besar seperti ini,” ujar H Muhammad Rudi.

BACA JUGA:  Zamis, Rising Star Jazz Batam, Siap Pukau Panggung International Jazz Day 2026

Selain itu, HMR menjelaskan bahwa visi dan misinya jika diamanahi memimpin Kepri akan menjadikan Kota Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi yang layak.

“Tentu pembangunan akan dilakukan secara merata di seluruh Kabupaten/ Kota Se-Kepri. Namun, yang Kota Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi akan menjadi proritas,” terangnya.

Selanjutnya, Rudi berpesan kepada seluruh keluarga Suku Koto untuk mengontrol pembangunan di Kota Batam. Rudi menegaskan bahwa Kota Batam milik seluruh masyarakat Batam.

BACA JUGA:  Batam Raih Penghargaan Penurunan Kemiskinan dan Stunting

“Batam adalah milik kita semua. Oleh karenanya kita harus bersama-sama untuk menjaga keberlangsungan pembangunan di Kota Batam sehingga dalam waktu 5 tahun ke depan pembangunan yang sudah dimulai akan selesai keseluruhan,” tutupnya. (ski)