Sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) mengeluhkan maraknya pedagang tisu dan keripik di kawasan Penuin, Batam. Tak hanya menawarkan dagangan, sebagian pedagang disebut menggunakan cara agresif hingga menarik tangan wisatawan untuk membeli barang yang dijajakan.
AriraNews.com, BATAM – Sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) mengeluhkan maraknya pedagang tisu dan keripik di kawasan Penuin, Batam. Tak hanya menawarkan dagangan, sebagian pedagang disebut menggunakan cara agresif hingga menarik tangan wisatawan untuk membeli barang yang dijajakan.
Keluhan tersebut salah satunya disampaikan wisatawan asal Singapura yang menginap di salah satu hotel di kawasan Penuin. Ia mengaku merasa terganggu dengan keberadaan pedagang yang terus mendatangi dan menawarkan dagangan kepada tamu hotel.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pedagang yang beraktivitas di sekitar hotel berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Bahkan, sejumlah pedagang terlihat menggendong anak saat menawarkan tisu maupun makanan ringan kepada wisatawan.
Hal itu dibenarkan salah seorang Marketing Communication Officer (Marcom) hotel yang enggan namanya disebut. Menurutnya, pihak hotel cukup sering menerima keluhan dari tamu terkait keberadaan pedagang yang berjualan di sekitar depan lobi hotel.
“Mereka juga melapor kepada pihak hotel,” ujar sumber tersebut, mengutip keluhan yang disampaikan para tamu.
Mayoritas tamu hotel tersebut merupakan wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura dan Malaysia. Aktivitas pedagang yang terus menawarkan dagangan dinilai membuat sebagian tamu merasa tidak nyaman, terutama ketika hendak keluar maupun masuk hotel.
“Biasanya sudah ramai duduk-duduk di depan hotel jam 12-an, saat tamu sedang check out. Kemudian sekitar jam 2 atau 3, saat tamu hendak check in. Pernah juga begitu tamu keluar dari bus atau mobil, mereka langsung mengejar tamu,” ungkapnya.
Tak hanya disampaikan secara langsung, kelurahan juga disampaikan tamu melalui Google Review, yang tentunya dapat merusak citra hotel.
“Kita sudah memberikan pelayanan terbaik bagi tamu, namun ada juga yang menulis di Google Review tentang suasana dekat hotel tentu ini juga dapat membuat nama kita kurang bagus,” ungkapnya.
Ia berharap aktivitas ini bisa diamankan oleh pemerintah atau pihak yang terkait. Sehingga para wisman yang berlibur ke Kota Batam bisa lebih nyaman. (emr)
AriraNews.com, BATAM — Badan Pengusahaan (BP) Batam menindaklanjuti informasi terkait aktivitas pematangan lahan di belakang…
AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Persatuan Istri Karyawan Otorita (PIKORI) BP Batam…
AriraNews.com, BATAM — Sekitar 300 dealer berprestasi produsen cat raksasa asal India, Asian Paints, untuk…
AriraNews.com, Batam - Tak perlu menghabiskan waktu di jalan untuk menikmati Batam. Dari hotel Aston…
AriraNews.com, Batam - Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah…
AriraNews.com, ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas terus mematangkan berbagai persiapan menyambut rencana kunjungan Presiden…