Ketum KJK Ady Indra Pawennari kalungkan tanda peserta pada peserta UKW KJK bersama UPN Veteran Yogyakarta yang digelar di Tanjungpinang.
AriraNews.com, TANJUNGPINANG — Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) bersama Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan I Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat profesionalisme, etika, dan independensi wartawan di Kepulauan Riau.
UKW yang berlangsung di Hotel CK Tanjungpinang, Sabtu-Minggu (29-30/8/2026), diikuti peserta dari tiga jenjang kompetensi, yakni Wartawan Muda, Madya, dan Utama. Peserta terbagi dalam empat kelas, terdiri atas dua kelas Wartawan Muda, satu kelas Wartawan Madya, dan satu kelas Wartawan Utama.
Ketua Umum KJK Ady Indra Pawennari mengatakan, UKW tidak semestinya dipandang sebagai kegiatan seremonial untuk memperoleh sertifikat kompetensi. Menurutnya, proses tersebut harus menjadi momentum bagi wartawan untuk mengukur kemampuan sekaligus memperkuat integritas dalam menjalankan profesi jurnalistik.
“Ini bukan sekadar aktivitas seremonial belaka. Ini adalah sebuah panggilan jiwa. Kita tidak ingin sekadar menulis cerita yang lewat begitu saja, kita ingin mengukir sejarah dengan pena yang bertanggung jawab, profesional, dan bermartabat,” kata Ady dalam sambutannya, Sabtu.
Ia mengatakan, tantangan profesi wartawan semakin kompleks seiring derasnya arus informasi dan meningkatnya potensi disinformasi, terutama di era digital. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut wartawan tidak hanya memiliki kemampuan jurnalistik, tetapi juga memahami dan menjalankan kode etik serta mampu menjaga independensi ruang redaksi.
Ady juga mengajak insan pers di Kepulauan Riau menjaga persaudaraan di tengah perbedaan yang ada dalam menjalankan profesi.
“Kita lahir dari profesi yang sama. Kita dibesarkan oleh cita-cita dan diajarkan oleh kode etik yang sama. Namun dalam perjalanan waktu, ada yang memilih jalan berbeda,” ujarnya.
Meski terdapat perbedaan, ia menilai nilai-nilai etika jurnalistik dan semangat persaudaraan harus tetap menjadi pijakan bersama.
“Bagaimanapun, darah profesi ini lebih kental daripada perbedaan yang sesaat. Dari tempat yang bermartabat ini, kami ingin memelihara persahabatan, kami ingin membuka tangan lebar-lebar,” katanya.
Ady menyebut pelaksanaan UKW perdana KJK bersama UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai salah satu langkah untuk membangun ekosistem pers yang sehat di Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Sinergi besar ini menjadi kian kokoh karena disambut baik oleh UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, dan didukung penuh oleh Gubernur Kepri beserta seluruh unsur Forkopimda yang memahami betul arti penting pers yang sehat bagi kemajuan daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ady meminta peserta mengikuti seluruh tahapan UKW dengan penuh integritas dan menjadikannya sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas jurnalistik.
“Kalian yang berada di ruangan ini adalah pilihan dan perubahan. Kalian adalah wajah masa depan pers Kepulauan Riau,” katanya.
Ia menegaskan, kemampuan menulis saja tidak cukup untuk menjalankan profesi wartawan. Seorang wartawan juga harus memahami kode etik jurnalistik, memiliki keberanian dalam menyuarakan kebenaran, serta mampu mempertahankan independensi ruang redaksi.
“Ikuti ujian ini dengan mental petarung, jaga integritas, dan buktikan bahwa kalian adalah wartawan-wartawan yang berani, tangguh, beretika, andal, dan berkelas,” ujarnya.
Selain penguatan kompetensi wartawan, pembukaan UKW juga menyoroti pentingnya sinergi pers dan aparat penegak hukum dalam menghadapi ancaman keamanan siber dan disinformasi di wilayah perbatasan.
Dalam kegiatan tersebut, Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, SIK, M.H., M.Si hadir dan menyampaikan materi mengenai “Sinergi Polri dan Pers dalam Mewujudkan Keamanan Siber dan Menangkal Disinformasi di Wilayah Perbatasan.”
Ady menilai kehadiran jenderal bintang dua tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan pers dan Polri di Kepulauan Riau.
“Kehadiran beliau mencatatkan sejarah bagi Kepulauan Riau. Ini adalah UKW pertama di Kepulauan Riau yang menghadirkan jenderal bintang dua guna membuka acara ini secara resmi,” katanya.
Menurut Ady, posisi Kepulauan Riau yang berada di wilayah terdepan Indonesia dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara membuat tantangan informasi di daerah tersebut semakin kompleks.
Dalam situasi itu, pers dinilai memiliki peran strategis untuk memastikan publik memperoleh informasi yang akurat sekaligus menjadi bagian dari upaya menangkal penyebaran informasi palsu.
“Sinergitas Polri dan pers dalam mewujudkan keamanan siber dan menangkal disinformasi adalah langkah yang sangat strategis,” ujarnya.
“Pers adalah benteng pertahanan terakhir melawan disinformasi bangsa,” lanjut Ady.
Ia berharap UKW Angkatan I KJK tidak berhenti pada pencapaian sertifikasi kompetensi, tetapi menjadi titik awal bagi lahirnya wartawan Kepri yang semakin profesional, beretika, dan mampu menjaga marwah pers.
“Pena kalian adalah senjata untuk meluruskan yang bengkok dan menyuarakan yang bungkam,” kata Ady. (emr)
AriraNews.com, BATAM — PT Bandara Internasional Batam (PT BIB) meraih tiga penghargaan dalam ajang Indonesia…
AriraNews.com, BATAM – Memperkuat posisi Batam sebagai hub bisnis dan pariwisata terkemuka di gerbang internasional…
AriraNews.com, Batam — Liburan keluarga tidak harus selalu panjang dan jauh. Menjadikan akhir pekan sebagai…
AriraNews.com, TANJUNGPINANG – Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri Irjen Pol Andry Wibowo menyoroti…
AriraNews.com, TANJUNGPINANG – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kepri Kombes Pol Dr. Nona…
AriraNews.com, TANJUNGPINANG — Dukungan terhadap peningkatan kompetensi dan profesionalisme wartawan di Kepulauan Riau terus menguat.…