Headline

Tsunami Setinggi 10 Meter Ancam Padang

Ariranews.com: Sebelum gempa magnitudo 6,3 mengguncang Sumbar, Selasa (17/11/2020) pagi ini, sehari sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) mengungkap pendapat para ahli, bahwa ada potensi terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,9 mengancam Sumbar.

Hal itu apabila terjadi patahan megathrust Mentawai. Jika gempa besar itu terjadi, maka akan disusul gelombang tsunami.

“(Setelah gempa) 20 sampai 30 menit kemudian disusul gelombang tsunami di Kota Padang setinggi 6 hingga 10 meter dengan jarak 2 hingga 5 kilometer,” kata kata Kepala Bidang (Kabid) PK BPBD Provinsi Sumbar Syahrazad Jamil dalam diskusi virtual terkait upaya pengurangan risiko bencana tsunami di Provinsi Sumbar seperti dilansir Antara, Senin (16/11/2020).

Bencana alam tersebut diprediksi setidaknya berdampak pada 1,3 juta penduduk. Dengan menggunakan skenario terburuk, diperkirakan 39.321 jiwa meninggal dunia, 52.367 hilang dan 103.225 mengalami luka-luka. “Pelabuhan Teluk Bayur dan Bandara Minangkabau hancur, itu prediksi para ahli,” katanya.

SMAN 25 Batam Bawa Mimpi Futsal Putri Kepri ke Grand Champion AXIS Nation Cup 2026

Sebagaimana diketahui, ujar dia, Pulau Sumatera sudah mengalami beberapa kali bencana tsunami. Khusus di Sumbar, tsunami terjadi di Kepulauan Mentawai pada 25 Oktober 2010 dengan menelan korban jiwa hingga 408 orang.

Guna mewaspadai kemungkinan terburuk tersebut, Provinsi Sumbar melakukan berbagai upaya, di antaranya membangun kemitraan dan koordinasi bersama Non Governmnet Organization (NGO) nasional maupun internasional termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Pemerintah Sumbar, lanjut dia, juga bekerja sama dalam pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan kelompok siaga bencana hingga tingkat desa atau kelurahan.

Selanjutnya, kerja sama dengan TNI dan Polri terus diperkuat dalam hal penanggulangan bencana termasuk dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta di provinsi tersebut.

Tidak hanya itu, program dan kegiatan pengurangan risiko bencana juga terus dikuatkan dengan membentuk satuan pendidikan aman bencana, kelompok siaga bencana, latihan evakuasi mandiri dan pembangunan sarana mitigasi serta evakuasi berupa shelter, peta jalur evakuasi, dan peringatan dini.

“Bantuan shelter yang kita bangun memberikan rasa aman bagi masyarakat. Apalagi, sejak kejadian gempa 2009 sudah menjamur bangunan seperti hotel yang memberikan rasa aman,” katanya.(emr)

XLSMART Resmikan XL Center ke-121 di Palembang, Perluas Akses Layanan Pelanggan

sumber: detikcom/antara

Redaksi

Recent Posts

48 Tim dari Indonesia dan Mancanegara Siap Berlaga di Batam Cup III 2026, Digelar 15–19 Desember

AriraNews.com, BATAM — Sebanyak 48 tim sepak bola kelompok usia U-12 dan U-16 dari Indonesia…

3 jam ago

Jaga Ketersediaan Air Baku Batam, BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam menggandeng PT. Rekayasa Atmosfer Indonesia untuk melaksanakan Operasi…

6 jam ago

Pemkab Anambas dan DPRD Koordinasi dengan PLN, Upayakan Pasokan Listrik Jemaja Kembali Stabil

AriraNews.com, ‎ANAMBAS — Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Aneng, bersama Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan…

7 jam ago

Pastikan Pelabuhan Tetap Aman, Bupati Aneng Turun Langsung Tinjau Roro Kuala Maras

AriraNews.com, ‎ANAMBAS - Bupati Kepulauan Anambas bersama Anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) III Kepulauan Anambas,…

7 jam ago

55 Tahun BP Batam: Investasi Tumbuh, Sudahkah Warga Merasakannya?

Oleh Fary Djemy FrancisDeputi Bidang Investasi BP Batam AriraNews.com, Batam - Dalam perjalanan pulang dari…

18 jam ago

Gubernur Kepri Siap Sambut 250 Peserta Rakernas PJS dalam Welcome Party di Batam

AriraNews.com, TANJUNGPINANG — Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, dijadwalkan menyambut sekitar 250 peserta Rapat…

1 hari ago