Ekonomi

Pelabuhan Selat Lampa Diusulkan Berkode Internasional, Natuna Berpeluang Jadi Pintu Ekspor-Impor

Natuna, Ariranews.com — Pelabuhan Selat Lampa di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, didorong untuk memiliki kode pelabuhan internasional. Jika terealisasi, status tersebut dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi Natuna untuk mengembangkan aktivitas ekspor-impor secara langsung.

Dorongan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna, Rabu (26/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, penguatan konektivitas, sektor kelautan dan perikanan, migas, lingkungan hidup, pariwisata, hingga pengembangan ekonomi kawasan perbatasan menjadi sejumlah hal yang dibahas.

Salah satu perhatian pemerintah adalah pengajuan kode internasional bagi Pelabuhan Selat Lampa. Menurut Wamenlu, usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk selanjutnya diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

“Untuk kode internasional Pelabuhan Selat Lampa, kita sudah sampaikan ke Perhubungan Laut. Kodenya itu IDESTA, nanti kita harapkan bisa diajukan ke PBB,” ujar Arif.

Bandara Hang Nadim Buka Rute Baru Batam–Penang Mulai 18 Oktober 2026

Menurutnya, keberadaan kode internasional tersebut dapat memberikan dampak terhadap perkembangan perekonomian Natuna. Pelabuhan Selat Lampa nantinya diharapkan dapat mendukung aktivitas perdagangan internasional, termasuk membuka peluang ekspor dan impor.

“Ini akan berdampak luas sekali dengan perekonomian di Natuna. Dengan demikian akan ada satu pelabuhan yang bisa dipakai untuk ekspor-impor,” katanya.

Penguatan Pelabuhan Selat Lampa menjadi penting karena Natuna memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Selain itu, letak geografis Natuna yang berada di kawasan perbatasan menjadikan konektivitas dan akses perdagangan sebagai bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Wamenlu mengatakan, pembangunan Natuna perlu dilakukan dengan melihat berbagai potensi secara menyeluruh. Tidak hanya sektor perikanan, tetapi juga perdagangan, pariwisata, konektivitas, migas, lingkungan hidup, hingga pengembangan kawasan Geopark.

Selain pengembangan pelabuhan, Wamenlu juga menyoroti konektivitas udara menuju Natuna. Menurutnya, akses penerbangan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, pariwisata, dan aktivitas perekonomian.

Ia menyebut Natuna sebelumnya pernah memiliki penerbangan langsung dari Jakarta. Namun, frekuensi penerbangan dinilai masih perlu diperkuat agar konektivitas wilayah kepulauan tersebut semakin baik.

Pasar JICA Disiapkan Jadi Pintu Masuk Buyer, Hasil Nelayan Natuna Dibidik Tembus Pasar Luar Daerah dan Luar Negeri

Bahkan, pemerintah membuka peluang untuk mengkaji penerbangan langsung dari negara lain, termasuk Singapura. Langkah tersebut dinilai dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata Natuna yang memiliki potensi besar.

Penguatan sektor perikanan juga menjadi bagian dari pembahasan Wamenlu selama berada di Natuna. Pemerintah berencana memperkuat kapasitas nelayan melalui program pembangunan kapal ikan dengan berbagai ukuran.

Kapal tersebut mencakup ukuran 5 GT, 10 GT, 30 GT hingga kapal yang lebih besar. Untuk kapal berukuran di atas 30 GT, peningkatan kapasitas nelayan dinilai diperlukan agar armada dapat dioperasikan secara optimal.

Wamenlu juga menyampaikan rencana untuk mereplikasi program penyediaan es berbasis energi surya yang sebelumnya dikembangkan melalui kerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Maluku.

Program tersebut ditujukan untuk membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan. Dengan tersedianya fasilitas pendingin, ikan dapat dipertahankan kualitasnya lebih lama sehingga potensi kerugian akibat hasil tangkapan rusak dapat ditekan.

Empat Warga Diduga Tersesat di Hutan Natuna, Tim SAR Bergerak Lakukan Pencarian

Menurut Wamenlu, konsep tersebut berpotensi diterapkan di Natuna mengingat daerah ini memiliki sumber daya perikanan yang besar. Terlebih, Natuna memiliki akses geografis yang relatif dekat dengan sejumlah negara dan pasar seperti Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan China.

Bupati Natuna Cen Sui Lan menyambut baik kunjungan Wamenlu ke Kabupaten Natuna. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan penting untuk menyampaikan berbagai aspirasi daerah kepada pemerintah pusat.

“Kita sangat berterima kasih Wamenlu sudah mengunjungi kita di perbatasan, menyerap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Bupati. Kita berdoa semua apa yang kita inginkan itu bisa tercapai,” ujar Cen.

Ia menilai sejumlah pembahasan bersama Wamenlu memberikan harapan bagi percepatan pembangunan Natuna. Selain penguatan konektivitas dan pelabuhan, pengembangan potensi rumput laut juga menjadi salah satu agenda yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan.

Jika penguatan Pelabuhan Selat Lampa, konektivitas udara, sektor perikanan, dan akses pasar internasional dapat berjalan secara bertahap, Natuna tidak hanya memiliki posisi strategis sebagai wilayah terdepan Indonesia di kawasan perbatasan.

Daerah tersebut juga berpeluang berkembang menjadi salah satu simpul ekonomi maritim yang menghubungkan potensi lokal dengan pasar regional dan internasional.

(Dod)

Dodi

Recent Posts

Bandara Hang Nadim Buka Rute Baru Batam–Penang Mulai 18 Oktober 2026

AriraNews.com, Batam – Konektivitas udara Batam dengan Malaysia akan semakin terbuka menyusul rencana pembukaan rute…

4 jam ago

Pasar JICA Disiapkan Jadi Pintu Masuk Buyer, Hasil Nelayan Natuna Dibidik Tembus Pasar Luar Daerah dan Luar Negeri

Natuna, Ariranews.com — Pemerintah Kabupaten Natuna mendorong pembangunan Pasar JICA tidak hanya menjadi fasilitas perdagangan,…

5 jam ago

Empat Warga Diduga Tersesat di Hutan Natuna, Tim SAR Bergerak Lakukan Pencarian

Natuna, Ariranews.com — Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna bergerak melakukan pencarian terhadap empat…

7 jam ago

Masuki Tahun ke-11, BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik

AriraNews.com, Nusa Dua- Melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) tahun sebelumnya, Telin,…

8 jam ago

Tekan Inflasi Pangan, BI Bersama Tiga KWT Anambas Kembangkan Budidaya Cabai

AriraNews.com, ANAMBAS – Tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Kepulauan Anambas bergerak bersama dalam…

10 jam ago

Progres Capai 40 Persen, BP Batam Percepat Peningkatan Jalan Landing Point Fly Over – Simpang Lalan Madani

AriraNews.com, Batam - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur…

1 hari ago