AriraNews.com, Batam – Dewan Pakar Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Batam, Riama Manurung, menyatakan bersedia dicalonkan oleh para alumni HMI untuk menjadi calon Ketua KAHMI Kota Batam dalam Musyawarah Daerah (MUSDA) KAHMI Kota Batam ke-VII.
Kesediaan Riama mencuat menjelang pelaksanaan MUSDA VI MD KAHMI Kota Batam yang akan digelar pada 18-19 September 2026 mendatang.
Menurut Riama saat diminta tanggapannya, menilai KAHMI Batam memiliki posisi strategis sebagai wadah berkumpulnya alumni HMI dari berbagai daerah dan latar belakang di Indonesia. Karena itu, kepemimpinan KAHMI tidak cukup hanya bermodalkan status sebagai alumni HMI, tetapi membutuhkan kapasitas dan rekam jejak yang jelas.
Menurut Riama, sosok yang memimpin KAHMI Batam harus memiliki kemampuan manajerial, mampu merangkul seluruh alumni yang memiliki latar belakang heterogen, serta dapat mengorkestrasi berbagai perbedaan tersebut menjadi sebuah kekuatan bersama.
“KAHMI Batam merupakan tempat berkumpulnya alumni HMI dari seluruh Indonesia. Sebagai rumah besar kaum intelektual, yang layak memimpin bukan sekadar alumni, tetapi harus jelas rekam jejaknya, kemampuan manajerialnya, kemampuan merangkul semua alumni yang heterogen dan mengorkestrasi agar irama yang berbeda menjadi suatu harmoni yang indah dan berdaya guna untuk kemaslahatan seluruh anggota dan masyarakat secara umum,” ujar Riama, yang saat ini menjabat Kepala Kesbangpol Kota Batam, Jumat (18/9/202)
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman keislaman dan ke-Indonesiaan yang kuat. Menurutnya, dua fondasi tersebut harus berjalan beriringan dengan keilmuan yang mumpuni agar KAHMI mampu memberikan kontribusi nyata bagi anggota maupun masyarakat.
Musda tahun ini mengusung tema “Penguatan Peran KAHMI dalam Mendorong Daya Saing Batam sebagai Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi di Indonesia.”
Sebelumnya diberitakan Ketua Organizing Committee (OC) MUSDA VII KAHMI Kota Batam, Muliadi, mengatakan MUSDA tidak hanya menjadi agenda lima tahunan untuk mempertanggungjawabkan kepengurusan sebelumnya dan memilih kepemimpinan baru.
Lebih dari itu, ia berharap Musda menjadi ruang untuk melahirkan gagasan-gagasan strategis bagi pembangunan Batam.
Rangkaian kegiatan MUSDA VI diawali dengan KAHMI Forever Jalan Sehat (KFJS) yang telah digelar pada Minggu (13/9/2026) lalu di kawasan SP Plaza.
Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk jalan santai bersama masyarakat, alumni KAHMI, mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dalam kegiatan itu, panitia juga menyiapkan pembagian door prize serta santunan kepada anak yatim dan duafa. Pelaksanaannya akan melibatkan sejumlah lembaga, salah satunya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batam.
Selanjutnya, pada 18 September 2026, panitia akan menggelar Dialog Publik Nasional Pra MUSDA yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB di Hotel Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam.
Setelah dialog publik, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan MUSDA pada 18-19 September 2026 di lokasi yang sama.
Dialog Publik Nasional tersebut akan membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan regulasi, investasi, tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Batam.
Panitia merencanakan menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan daerah, di antaranya Ketua Komisi II DPR RI, Ketua Ombudsman Republik Indonesia, serta Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Kepala BP Batam, Dr. H. Amsakar Achmad.
Selain itu, akan hadir narasumber pembanding dari Dewan Pakar KAHMI, termasuk tokoh ekonomi Batam, Dr. Suyono.
Para narasumber tersebut merupakan bagian dari keluarga besar alumni HMI yang saat ini kebetulan memiliki posisi dan jabatan strategis di pemerintahan maupun lembaga negara.
Dialog publik ini terbuka untuk umum. Panitia menargetkan sekitar 300 peserta yang berasal dari berbagai elemen, mulai dari organisasi nasional, organisasi kepemudaan, organisasi kemahasiswaan, mahasiswa dan perguruan tinggi, LSM, pemerintah, DPRD, Forkopimda, kalangan swasta hingga pelaku usaha dan pengusaha di Kota Batam.
Panitia juga menyiapkan sertifikat elektronik bagi peserta dialog publik. Sertifikat tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat, khususnya bagi mahasiswa maupun aparatur sipil negara (ASN), sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan dan pendukung laporan kinerja.
Muliadi mengatakan dialog publik tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Hasil diskusi akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis yang dapat menjadi kontribusi KAHMI terhadap pembangunan Kota Batam.
“MUSDA VI KAHMI Kota Batam harus menjadi momentum konsolidasi sekaligus ruang untuk melahirkan gagasan-gagasan strategis bagi masa depan Batam. Kita ingin KAHMI hadir tidak hanya dalam kapasitas organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi pemikiran dan rekomendasi kebijakan yang konstruktif bagi pemerintah dan masyarakat,” ujar Muliadi.
Di tengah agenda konsolidasi tersebut, pencalonan Riama Manurung menjadi salah satu dinamika yang berkembang menjelang pemilihan kepemimpinan baru KAHMI Batam.
Dengan penekanannya pada rekam jejak, kemampuan manajerial, kapasitas keilmuan, serta kemampuan merangkul keberagaman alumni, Riama membawa gagasan kepemimpinan yang menempatkan KAHMI sebagai rumah besar intelektual sekaligus organisasi yang diharapkan mampu memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. (emr)




