Headline

Pencemaran Limbah Minyak di Pulau Air dan Pulau Labu, Dewan Minta PT Marcopolo Shipyard Tanggungjawab

Ariranews.com: Komisi III DPRD Batam, menggelar rapat dengar pendapat (RDP), terkait pencemaran limbah minyak hitam di pulau Air dan pulau Labu, Kelurahan Batu Legong, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Selasa (2/2/2021).

Selain perwakilan masyarakat, hadir dalam RDP tersebut manajemen PT Marcopolo Shipyard, DLH Kota Batam, Camat Bulang, Lurah Batu Legong, agen kapal, dan juga kapten kapal Prestige yang diduga sebagai sumber minyak hitam tersebut.

RDP sendiri dipimpin Werton Pangabean, dan dihadiri anggota Komisi III lainnya di antaranya, Arlon Veristo, Dandis Rajagukguk, Muhammad Rudi, dan Rohijat.

Dalam RDP tersebut,  perwakilan masyarakat menjelaskan kronologi pencemaran lingkungan tersebut. Warga juga menunjukkan bukti berupa foto dan video dari mana berasalnya sumber minyak hitam tersebut.

DPRD Batam Harap APM Batam Perkuat Profesionalisme Pelayanan Wisata dan Promosi Budaya Melayu

Selain dari warga pimpinan rapat juga meminta penjelasan dari pihak Kelurahan Batu Legong, Camat Bulang, dan DLH Kota Batam.

Situasi sempat memanas ketika salah seorang warga berbicara agak dengan nada tinggi hingga mendapat teguran dari pimpinan rapat.

Sementara, pihak PT Marcopolo Shipyard yang diwakili Sutono mengatakan pihaknya akan melakukan investigasi kejadian tersebut. Dia mengatakan belum bisa memastikan minyak hitam itu berasal dari salah satu kapal yang sedang dalam perbaikan di perusahaannya. “Kita harus cari insiden atau human error,” ujarnya.

Dia pun sudah berkomunikasi dengan pemilik kapal yang berada di India. Namun, belum mendapatkan tanggapan. Pemilik kapal juga tak bisa ke Indonesia akibat pandemi Covid-19. “Marcopolo ini perusahaan lama dan dikenal dekat masyarakat sekitar. Saya heran juga masyarakat sekitar tak ada yang kena (limbah minyak), kenapa yang kena yang jauh,” katanya.

Sutono yang juga merupakan HRD perusahaan mengaku terkejut dengan kejadian tersebut.

Diakuinya pada malam kejadian ada sejumlah warga yang menghampiri kawasan perusahaan dengan alasan mengecek sumber minyak hitam yang diduga berasal dari salah satu kapal yang sedang dalam perbaikan di tempat tersebut.

Oakwood Grand Batam Hadirkan Merdeka Market, 15-16 Agustus 2026: Pop-Up Market Bertabur Budaya, UMKM, dan Hadiah

“Memang warga Pulau Labu pada malam hari itu mendekati Marcopolo Shipyard. Esok harinya melaporkan pencemaran minyak yang berasal dari Marcopolo Shipyard.

Dia pun berharap RDP tersebut membuahkan hasil terbaik. “Saya akan membantu informasi yang dibutuhkan. Tujuan datang ke RDP ini tak ada maksud apa-apa. Menyampaikan apa yang kita tahu,” ujarnya.

Perusahaan ungkapnya akan mengikuti proses yang sedang berjalan ini. “Saya tak dapat komentar panjang lagi. Kita tunggu sajalah prosesnya. Kita akan ikuti regulasi yang ada,” katanya, usai RDP berlangsung.

Sementara itu, Werton Pengabean anggota Komisi III DPRD Kota Batam,  yang sekaligus memimpin RDP tersebut meminta kapal ARK Prestige tetap berada di tempat sebelum masalah selesai.

“Kami minta jangan dikeluarkan dulu kapal ini sebelum masalah ini clear. Tuntutan warga minta ganti rugi, tapi mereka (warga) belum memberitahukan berapa besar ganti rugi tersebut,” ucapnya.

Amsakar Achmad Masuk Skuad BP Batam Legend, Siap Adu Skill dengan Legenda Timnas Indonesia

Kata Werton, pertemuan ini (RDP) dilakukan berdasarkan adanya pengaduan masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, hal ini dilakukan agar masyarakat yang terkena dampak bisa mendapatkan keadilan.

“Kami akan terus mengawal, jangan sampai permasalahan ini yang tertindas masyarakat kecil,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ramadan Ketua RW 02, Pulau Labu mengatakan terkait kerugian yang dialami warga belum diketahui jumlahnya. Namun, diperkirakan mencapai miliaran.

“Kalau bicara kerugian tak terhitung, mulai dari segi kesehatan, alat tangkap, wilayah tangkap, dan lainnya. Jadi kalau jumlahnya warga belum hitung pasti,” kata Ramadan.

Dia pun berharap permasalahan ini cepat selesai. Sehingga mereka kembali dapat hidup normal kembali. “Kalau begini bagaimana warga mau mencari nafkah,” ujarnya.(emr)

Redaksi

Recent Posts

Family Gathering Jelang HUT ke-81 RI, SAR Natuna Perkuat Soliditas Personel untuk Misi Kemanusiaan

Natuna, Ariranews.com — Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna menggelar family gathering bersama jajaran pejabat,…

4 jam ago

Hotel KITA Tanjungpinang, Permintaan Kamar Meningkat Harga Tetap

AriraNews.com, TANJUNGPINANG – Momen perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus selalu menghadirkan suasana berbeda di Kota…

8 jam ago

SAR Natuna Apresiasi Peran Media dalam Membangun Budaya Keselamatan di Natuna dan Anambas

Natuna, Ariranews.com — Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna menilai media memiliki peran strategis dalam…

8 jam ago

DPRD Batam Harap APM Batam Perkuat Profesionalisme Pelayanan Wisata dan Promosi Budaya Melayu

AriraNews.com, Batam – Penguatan kualitas pelayanan wisatawan menjadi perhatian dalam pelantikan pengurus Asosiasi Pramuwisata Madani…

9 jam ago

Oakwood Grand Batam Hadirkan Merdeka Market, 15-16 Agustus 2026: Pop-Up Market Bertabur Budaya, UMKM, dan Hadiah

AriraNews.com, Batam - Dalam semangat memperingati HUT RI ke-81, Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam…

22 jam ago

Amsakar Achmad Masuk Skuad BP Batam Legend, Siap Adu Skill dengan Legenda Timnas Indonesia

AriraNews.com, Batam - Geliat sepak bola Batam kembali mendapat energi baru. Setelah sukses menggelar Batam…

22 jam ago