AriraNews.com, BATAM – Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Batam ke-VII resmi dibuka oleh Presidium Majelis Nasional sekaligus Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, di Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, Sabtu (19/9/2026).
Pembukaan Musda ditandai dengan pemotongan tumpeng sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad KAHMI. Agenda tersebut dihadiri jajaran KAHMI serta sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembahasan masa depan Batam.

Dalam kesempatan tersebut, Rifqinizamy mengapresiasi pelaksanaan Musda KAHMI Kota Batam yang diinisiasi jajaran MD KAHMI Batam, termasuk Amsakar Achmad.
Ia juga menyampaikan harapan agar Amsakar tetap melanjutkan pengabdiannya di lingkungan KAHMI, termasuk membuka peluang untuk berkiprah di tingkat nasional.
“Saya mengapresiasi acara yang diinisiasi dan dilakukan oleh Majelis Daerah Kota Batam, terutama ketuanya Kakanda Dr. Amsakar Ahmad, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam. Saya kira suasana kebatinan hari ini sangat berharap Kakanda Amsakar berkenan kembali untuk memimpin KAHMI Kota Batam,” ujar Rifqinizamy.
Ia menilai pengalaman dan jejaring Amsakar dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi KAHMI Kota Batam, tetapi juga bagi KAHMI Kepulauan Riau dan organisasi di tingkat nasional.
“Jabatan ini sebetulnya terlalu kecil untuk Bang Amsakar, tapi manfaatnya saya meyakini dan sudah merasakan sangat besar. Bukan hanya untuk KAHMI Kota Batam, tapi juga bagi KAHMI Kepri dan kami di tingkat nasional,” katanya.
Rifqinizamy juga berharap Amsakar dapat mengambil ruang pengabdian yang lebih besar di tingkat nasional.
“Saya juga hari ini mengharapkan Bang Amsakar berkenan untuk melanjutkan pengabdian yang lebih besar untuk kami, untuk nanti menggantikan kami menjadi bagian dari Presidium Majelis Nasional KAHMI,” ujarnya.
Ia menyebut Kepulauan Riau sebelumnya pernah memiliki kader yang duduk di posisi tersebut, yakni almarhum Hari Azhar Aziz.
“Dulu pernah almarhum Hari Azhar Aziz, sekarang Bang Amsakar kalau berkenan,” kata Rifqinizamy.
Musda menjadi forum penting bagi MD KAHMI Kota Batam untuk menjalankan amanah organisasi sekaligus melakukan proses transisi kepemimpinan. Ketua MD KAHMI Kota Batam periode sebelumnya, Amsakar Achmad, menyatakan masa kepengurusannya telah berakhir sehingga proses pergantian kepemimpinan harus dilakukan melalui mekanisme Musda sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Yang paling penting saya ingin sampaikan kepada rekan-rekan media bahwa apa yang dilakukan oleh MD KAHMI hari ini adalah amanah. Bahwa kepengurusan saya sudah selesai dan transisi kepemimpinan itu harus dilakukan melalui musyawarah daerah,” ujar Amsakar.
Menurut Amsakar, seluruh tahapan pencalonan hingga pemilihan akan diserahkan kepada Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) sesuai tata tertib yang telah disusun.
“Prinsipnya silakan SC atau OC memformulasikan, mulai dari pencalonan sampai nanti pemilihan. Kita ikuti tatib yang sudah disusun,” katanya.
Sementara terkait dinamika kepemimpinan dalam Musda, Amsakar mengatakan dirinya menyerahkan seluruh proses kepada mekanisme organisasi.
Ia menegaskan KAHMI bagi dirinya merupakan bagian dari jalur pengabdian, sekaligus ruang untuk memperluas jejaring yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan Batam.
“Saya sampaikan kepada adik-adik bahwa bagi saya ini adalah jalur pengabdian,” ujarnya.
Amsakar mengatakan keberadaan KAHMI memberikan akses dan jejaring yang luas, termasuk di tingkat nasional.
“Di sini sebenarnya banyak yang cukup menguatkan, tapi hati saya memang terpanggil karena sejauh ini link-link kita yang ada di tingkat nasional itu selalu memberikan jalan bagi Batam,” katanya.
Terkait kemungkinan kembali maju dalam Musda, Amsakar menyatakan lebih memilih mendorong kader-kader muda apabila terdapat figur yang siap mengambil peran kepemimpinan.
“Kalau ada figur yang maju, abang dalam posisi mengantarkan. Dididik, biar dimusyawarahkan ini secara baik,” katanya.
Ia menilai regenerasi dapat berjalan tanpa harus menghadirkan persaingan antarkader.
“Kalau misalnya minta abang maju, abang tidak mau ada calon banyak-banyak itu. Apa namanya, menurut abang jauh lebih baik abang dengan sikap dorong adik-adik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan tidak ingin meninggalkan kader-kader muda yang telah didorong untuk mengambil peran dalam organisasi.
“Nggak enak bertempur sama-sama, terutama dengan adik-adik yang punya minat yang sama. Udah kita dorong. Sebab abang tidak akan tinggalkan, sekalipun bukan dalam posisi sebagai pemimpin,” katanya.
Mengenai munculnya sejumlah nama dalam dinamika pencalonan, Amsakar kembali meminta seluruh proses diserahkan kepada SC dan OC.
Ia menyebut sejumlah nama berpotensi muncul dalam proses pencalonan, namun menegaskan keputusan akhir tetap berada dalam mekanisme Musda.
“Terlalu mahal lah kalau abang harus berkompetisi dengan adik-adik. Biar adik-adik sama-sama adik-adik aja lah. Abang tukang ngantar. Kira-kira begitu,” kata Amsakar. (emr)




