Ketua Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih Rempang, Robinson Tan.
AriraNews.com, BATAM — Bagi Robinson Tan, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Batam, bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Ketua pembangunan sekolah yang juga merupakan pengurus Yayasan Merah Putih itu memandang pembangunan tersebut sebagai sebuah amanah mulia untuk ikut menyiapkan generasi penerus bangsa.
Robinson yang juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Khusus Batam, mengaku memiliki ikatan emosional dengan dunia pendidikan. Ia mengenang masa kecilnya ketika belum bisa bersekolah karena keterbatasan ekonomi dan baru dapat mengenyam pendidikan setelah pemerintah membebaskan biaya SPP.
“Dalam hati saya, ini adalah sebuah amanah mulia yang mungkin belum pernah, belum tentu bisa saya temukan selama umur hidup,” ujar Robinson saat acara ground breaking Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Batam, Kamis (24/9/2026). Pernyataan Robinson itu pun disambut tangan meriah.
Menurut Robinson, sekolah merupakan tempat penting untuk membentuk sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, ia berharap sekolah yang dibangun tersebut kelak dapat melahirkan anak-anak yang memiliki peran penting bagi Indonesia.
“Kalau sebuah negara tidak ada sekolah, tidak akan ada sumber daya manusia yang mumpuni untuk membangun bangsa ini,” katanya.
Pembangunan sekolah tersebut, kata Robinson, tidak terlepas dari dorongan dan komunikasi yang dilakukan berbagai pihak, termasuk Wali Kota Batam atau Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia. Setelah melalui proses persiapan selama berbulan-bulan, pembangunan akhirnya memasuki tahap awal dengan dilaksanakannya groundbreaking.
Ia menyebut proses persiapan pembangunan bukan pekerjaan mudah. Bahkan, hingga Juni 2026, pembangunan baru memasuki tahap awal persiapan. Namun, dalam waktu sekitar dua setengah bulan, pekerjaan pematangan lahan sudah hampir selesai dan tahap kontruksi mulai bisa dilakukan.
Robinson juga menaruh perhatian pada lokasi pembangunan sekolah yang menurutnya memiliki potensi besar. Ia menggambarkan kawasan tersebut berada di antara jalan besar, perairan dan perbukitan.
Menurutnya, kondisi lingkungan tersebut memberikan optimisme tersendiri terhadap masa depan sekolah dan kawasan di sekitarnya.
“Sekarang mungkin kita belum bisa lihat, tapi 20 tahun kemudian kita akan merasa bersyukur bahwa hari ini kita duduk di sini dan ternyata bisa mempunyai sebuah hal yang kita bangun,” katanya.
Ia berharap pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih dapat selesai sesuai rencana sehingga pada 2028 sekolah tersebut sudah dapat berdiri dan mulai menerima peserta didik.
Robinson pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan, mulai dari konsultan, kontraktor, hingga tim pembangunan dan para pihak yang memberikan dukungan material maupun moral.
Ia secara khusus mengapresiasi kerja keras tim yang menurutnya terus bekerja selama proses pembangunan berlangsung.
“Terima kasih kepada seluruh konsultan yang hari ini hadir, konsultan Airmas, serta semua konsultan yang ada. Kemudian kepada PT yang sudah bekerja keras selama dua bulan melakukan pematangan lahan ini,” ujarnya.
Robinson juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat dalam pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang.
Bersamaan dengan dimulainya pembangunan secara resmi, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyebut pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih tersebut sebagai bagian dari catatan sejarah bagi Batam.
Amsakar mengatakan, pembangunan sekolah tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha di daerah. BP Batam berperan dalam mempersiapkan lahan pembangunan sekolah, sementara pendanaan dilakukan melalui dukungan para pelaku usaha yang tergabung dalam Yayasan Merah Putih.
Bagi Robinson, momentum tersebut menjadi langkah pertama menuju cita-cita yang lebih besar: menghadirkan ruang pendidikan yang dapat membantu anak-anak Rempang dan generasi berikutnya tumbuh menjadi sumber daya manusia yang berkontribusi bagi bangsa.
Ia berharap dari sekolah tersebut kelak lahir anak-anak yang mampu mengambil berbagai peran penting, baik sebagai pemimpin, pengusaha maupun profesional di berbagai bidang.
Sebelumnya, Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menjelaskan Sekolah Terintegrasi Merah Putih akan dibangun di atas lahan seluas 18,5 hektare.
Kompleks pendidikan itu akan mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, serta dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti lapangan sepak bola, kolam renang berstandar olimpiade, lapangan basket, rumah ibadah berupa musala dan gereja, asrama siswa, rumah dinas guru, gedung serbaguna, serta fasilitas pendidikan lainnya.(emr)
AriraNews.com, BATAM — Ketua Yayasan Merah Putih, Eddy Hussy, optimistis pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih…
AriraNews.com, ANAMBAS — Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus membacakan pidato Gubernur…
Natuna, AriraNews.com – Kembali dibukanya pengembangan Wilayah Kerja (WK) Natuna D-Alpha menyemai asa baru bagi…
AriraNews.com, ANAMBAS — Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., didampingi Ketua Gabungan…
AriraNews.com, ANAMBAS — Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., didampingi Sekretaris Daerah…
AriraNews.com, JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) meraih dua penghargaan internasional dalam…