SCROLL TO CONTINUE WITH NEWS
Bintan Tanjungpinang

Halal Bihalal KKSS Kepri: Menjaga Adat, Menguatkan Rantau

Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tanjungpinang, Bintan dan BPW Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar halal bihalal di Pantai Sejiwa, Dompak, Kota Tanjungpinang, Minggu (12/4/2026).

AriraNews.com, Dompak– Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tanjungpinang, Bintan dan BPW  Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar halal bihalal di Pantai Sejiwa, Dompak, Kota Tanjungpinang, Minggu (12/4/2026).

Bukan sekadar agenda tahunan, namun menjelma menjadi ruang merawat ingatan, menjaga adat, dan meneguhkan persaudaraan di tanah rantau.

Ketua BPW KKSS Kepri, Ady Indra Pawennari, menegaskan bahwa jarak tidak boleh memutus nilai dan identitas. Adat dan budaya leluhur mesti terus tersambung hingga ke daerah perantauan.

“Kita boleh jauh dari kampung halaman, tapi tidak boleh jauh dari akar. Justru di rantau ini, kita harus lebih kuat menjaga adat, mempererat kebersamaan, dan merawat persaudaraan,” ujarnya.

Wagub Kepri Nyanyang Adu Strategi Domino dengan Ketua Umum KJK di HUT Ulasan Network

Ia menambahkan, silaturrahmi seperti ini bukan hanya untuk mempertemukan, tetapi juga untuk memperkuat peran KKSS sebagai wadah bersama.

“KKSS ini rumah kita bersama. Di sinilah kita saling mengenal, saling membantu, dan saling menguatkan. Kita ingin ke depan KKSS tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi anggota dan masyarakat luas,” tegasnya.

Menurutnya, kekuatan KKSS terletak pada solidaritas dan kekompakan anggotanya yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Riau.

“Kalau kita solid, kita bisa berbuat banyak. Kita bisa menjadi mitra strategis pemerintah, sekaligus menjadi penggerak di tengah masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan dimulai dengan halal bihalal, tradisi yang mempertemukan kembali hati yang mungkin sempat berjauhan. Setelah itu, suasana mengalir santai. Diskusi budaya Sulawesi Selatan berlangsung ringan, diselingi obrolan tentang bahasa, adat, hingga nilai-nilai yang diwariskan turun-temurun.

Di sisi lain, hidangan khas Bugis tersaji, menghadirkan aroma yang membawa ingatan pulang. Bagi para perantau, rasa menjadi penghubung emosional, mengikat kembali kenangan tentang kampung halaman yang jauh.

Sekolah Kepulauan dan 3T Kepri Dapat Perhatian Khusus, Revitalisasi Capai Rp.97 Miliar

Kemeriahan semakin terasa saat sesi doorprize dimulai. Satu per satu nama dipanggil, disambut tepuk tangan meriah. Hadiah yang dibagikan pun beragam mulai dari sofa, badcover, kompor gas, kipas angin, dispenser, hingga tas. Tawa dan sorak bahagia mencairkan suasana, menjadikan kebersamaan terasa semakin utuh.

Ketua BPD KKSS Kota Tanjungpinang, Suardi menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras panitia dan dukungan dari para tokoh hingga acara halal bihalal yang melibatkan BPD Tanjungpunang, Bintan dan BPW Kepri tersebut berlangsung meriah.

“Apresiasi yang tinggi saya sampaikan atas kerja keras panitia dan dukungan para tokoh masyarakat Sulawesi Selatan di Tanjungpinang dan Bintan. Saya harap berharap, acara silaturrahmi seperti ini semakin menguatkan kekompakan dan persatuan di antara kita,” katanya.

Acara ini turut dihadiri Wakil Ketua BPD KKSS Kabupaten Bintan, Hamrudin, Ketua Kerukunan Ibu-ibu Sulawesi Selatan (KISS) Kepri, Andi Julaiha, Ketua Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kepri, Nenny Dwiyanna Nyayang, Ketua IWSS Tanjungpinang dan Bintan, menunjukkan soliditas warga Sulawesi Selatan di wilayah ini.

Hadir pula Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, yang menyampaikan pesan strategis tentang pentingnya peran komunitas dalam pembangunan daerah.

Sejarah Pulau Penyengat Jadi Magnet Turis Malaysia, Paket  Wisata 4 Hari 3 Malam Jadi Favorit

Ia mengingatkan bahwa wilayah Kepulauan Riau memiliki sejarah panjang sebagai kawasan kerajaan Melayu yang menjaga wilayahnya dengan kuat. Kini, tantangannya adalah bagaimana semangat itu diterjemahkan dalam pembangunan modern.

“Sekarang bagaimana keluarga besar KKSS ini bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk membangun kota ini ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, halal bihalal tidak boleh berhenti pada seremoni.

“Harus ada rumusan. Bagaimana KKSS ini bisa berperan aktif, menjadi satu kesatuan dalam menjaga dan ikut membangun Kota Tanjungpinang,” katanya.

Lis juga menyoroti minimnya keterwakilan warga Sulawesi Selatan dalam lembaga legislatif di tingkat kota Tanjungpinang.

“Ke depan, harus dipersiapkan kader-kader KKSS. Baik di pemerintahan maupun di legislatif. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton,” tegasnya.

Ia mendorong agar kader-kader tersebut disiapkan lintas partai, sehingga mampu berperan dalam menentukan arah kebijakan daerah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran organisasi sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah, terutama dalam program-program sosial.

“Tahun ini ada sekitar 1.200 rumah tidak layak huni yang akan dibangun. Banyak masyarakat kita di pesisir. Di sinilah KKSS harus hadir—menjembatani, agar mereka yang membutuhkan bisa tersentuh program pemerintah,” jelasnya.

Menurutnya, KKSS harus menjadi organisasi yang inklusif dan memberi manfaat nyata.

“Kalau kita hanya berkumpul setiap tahun tanpa manfaat langsung, maka momentum ini harus kita ubah. KKSS ini milik kita semua,” katanya.

Sementara itu, Ketua IWSS Provinsi Kepulauan Riau terpilih periode 2025–2030, Nenny Dwiyanna Nyanyang, menegaskan peran penting perempuan dalam menjaga budaya dan memperkuat keluarga di rantau.

“IWSS hadir sebagai penguat. Perempuan punya peran besar dalam merawat nilai, menjaga keharmonisan, dan menanamkan identitas kepada generasi muda,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa budaya hidup dari hal-hal sederhana.

“Dari rumah, dari kebiasaan kecil, dari cara kita mendidik anak—di situlah budaya tetap terjaga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan harapan agar kepengurusan IWSS Kepri dapat segera dilantik secara resmi.

Menurutnya, pelantikan bukan sekadar seremoni, tetapi langkah penting untuk memperkuat legitimasi organisasi agar dapat bergerak lebih aktif dan terarah.

“Kami berharap pelantikan bisa segera dilaksanakan, agar kepengurusan memiliki dasar yang kuat dalam menjalankan program kerja serta membawa organisasi ini lebih berdaya,” ungkapnya.

Ia menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua Umum IWSS Pusat, yang bahkan menyatakan kesediaan untuk hadir langsung dalam prosesi pelantikan nantinya.

Dengan pelantikan resmi, IWSS diharapkan mampu memperkuat soliditas internal, sekaligus meningkatkan kontribusi dalam bidang sosial, ekonomi, dan pemberdayaan perempuan di Kepulauan Riau.

“Kami ingin IWSS tidak hanya hadir dalam seremoni, tetapi benar-benar memberi dampak bagi masyarakat,” tegasnya. (emr)

Berita Terkait

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

BP Batam dan Ombudsman RI Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

02

Punya Potensi Besar, ISEI Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Kembangkan Pariwisata Lingga

03

Rayakan 45 Tahun Perjalanan, Santika Indonesia Hotels & Resorts Hadirkan Diskon Hingga 45 Persen Termasuk Batam

04

Telkom Hadirkan Inovasi OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026