Batam

DPRD Kepri Godok Perda Lalu Lintas Hewan, Musofa:  Penting untuk Jaga Stabilitas Pangan Kepri

AriraNews.com, Batam – Penyusunan peraturan daerah (perda) tentang lalu lintas hewan menjadi fokus legislatif Kepri sebagai upaya memperkuat regulasi distribusi ternak dari luar daerah. Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Musofa, menyatakan perda tersebut ditargetkan rampung pada September 2026 dan disusun untuk memastikan arus masuk hewan ternak lebih efektif tanpa persyaratan yang dianggap tak relevan.

“Supaya efektivitas lebih maksimal, sehingga hewan-hewan dari luar Kepri tidak terlalu kaku masuk,” ujarnya, Kamis (27/11). Musofa menilai sejumlah ketentuan lama, termasuk kewajiban pemeriksaan laboratorium penyakit Jembrana yang biayanya dapat mencapai Rp600 ribu per ekor, sudah saatnya dihapus karena penyakit tersebut dinilai tak lagi ditemukan.

Ia menegaskan langkah regulatif ini penting untuk memastikan ketahanan pangan, terutama dalam menghadapi Idulfitri dan Iduladha, dengan ketersediaan daging yang disebutnya aman. “Insya Allah tidak ada masalah,” katanya.

Selain daging, Musofa memastikan beras, minyak, dan gula di Kepri dalam kondisi terkendali. Laporan Banggar Komisi II DPRD Kepri menunjukkan distribusi pangan berjalan lancar tanpa kekhawatiran kekurangan stok.

BP Batam dan Ombudsman RI Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Batam disebut menjadi wilayah paling aman berkat status Free Trade Zone (FTZ) yang memudahkan arus barang. Adapun daerah non-FTZ seperti Tanjungpinang, Anambas, dan Natuna memerlukan suplai lebih teratur. Natuna dan Anambas bahkan dikategorikan paling rawan karena distribusi sangat bergantung pada cuaca. “Kalau musim angin utara, kapal tidak bisa ke sana dan akhirnya terjadi kelangkaan,” jelasnya.

Musofa juga menyinggung harga sapi di Kepri yang relatif tinggi karena ketergantungan pada pasokan luar daerah serta kondisi wilayah yang tidak mendukung peternakan. Meski demikian, masyarakat masih terbantu oleh keberadaan daging beku yang harganya terpaut cukup jauh dari daging segar, yakni sekitar Rp100 ribu dibanding Rp160 ribu per kilogram. (ara)

Redaksi

Recent Posts

BP Batam dan Ombudsman RI Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat sinergi dengan Ombudsman Republik Indonesia untuk mendorong…

5 jam ago

Punya Potensi Besar, ISEI Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Kembangkan Pariwisata Lingga

AriraNews.com, Lingga - Pariwisata Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, berpeluang menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.…

12 jam ago

Rayakan 45 Tahun Perjalanan, Santika Indonesia Hotels & Resorts Hadirkan Diskon Hingga 45 Persen Termasuk Batam

AriraNews.com, Jakarta - Dalam rangka merayakan 45 tahun dedikasi dalam industri perhotelan Indonesia, Santika Indonesia…

12 jam ago

Telkom Hadirkan Inovasi OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026

AriraNews.com, Batam - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menunjukkan kapabilitas digitalnya melalui partisipasi…

13 jam ago

Suzuki XL7 Terbaru Dihadirkan di Grand Batam Mall, Bawa Wajah Baru dan Fitur Lebih Lengkap

AriraNews.com, BATAM – Suzuki kembali menggoda pasar otomotif Indonesia dengan menghadirkan Suzuki XL7 terbaru, yang…

15 jam ago

Ngopi Bersama Media, Tiga Legislator Kepri Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat Natuna

Natuna, Ariranews.com — Setelah beberapa hari turun langsung menyerap aspirasi masyarakat melalui agenda reses, tiga…

18 jam ago