Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam saat memberi keterangan.
Batam, AriraNews.com – Jalan Gajah Mada, khususnya di kawasan tanjakan Hotel Vista, kembali mengalami perubahan struktur akibat pergerakan tanah. Badan Pengusahaan (BP) Batam kini memantau kondisi tersebut melalui sekitar 50 titik untuk mengetahui pola pergerakan tanah sekaligus menyiapkan langkah penguatan struktur jalan.
Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kerusakan badan jalan. Hasil kajian teknis BP Batam bersama konsultan mengindikasikan adanya pergerakan tanah (sliding) di bawah permukaan dengan kedalaman sekitar delapan meter.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan persoalan pergerakan tanah di kawasan tersebut telah ditangani secara bertahap selama sekitar satu tahun terakhir.
BP Batam sebelumnya telah melakukan perbaikan badan jalan sebanyak dua kali. Namun, perubahan struktur kembali terjadi karena pergerakan tanah di bawah permukaan masih berlangsung.
“Persoalannya bukan hanya pada badan jalan. Dari hasil kajian, terdapat pergerakan tanah di bawah permukaan sehingga penanganannya juga harus dilakukan terhadap struktur tanahnya,” ujar Ariastuty.
Untuk mengetahui penyebab dan pola pergerakan tanah, BP Batam bersama konsultan melakukan serangkaian kajian teknis. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, termasuk melalui pengukuran kondisi tanah di sejumlah titik.
Dari hasil pemantauan terhadap sekitar 50 titik, ditemukan adanya pergerakan dengan besaran yang berbeda-beda. Pergerakan tersebut tercatat mulai dari beberapa milimeter hingga belasan sentimeter pada sejumlah titik.
“Pemantauan di 50 titik ini penting untuk melihat bagaimana pola pergerakannya. Karena setiap titik menunjukkan pergerakan yang berbeda, kita perlu memastikan penanganan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi tanah di lapangan,” kata Ariastuty.
Secara teknis, BP Batam turut mengkaji kondisi lapisan tanah lunak, perubahan beban, serta kandungan air sebagai sejumlah faktor yang berkaitan dengan pergerakan tanah. Namun, penyebab dan desain penanganan masih mengacu pada hasil kajian teknis konsultan yang perlu difinalisasi.
BP Batam sebelumnya telah melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak pergerakan tanah. Selain memperbaiki badan jalan, pengaturan aliran air di sekitar lokasi juga sempat dilakukan untuk mengurangi beban air.
Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya menghentikan pergerakan tanah.
Berdasarkan kajian teknis yang ada, salah satu opsi penanganan yang tengah dipertimbangkan adalah pemasangan sheet pile secara rapat untuk menahan pergerakan tanah.
Penguatan tersebut akan dilakukan terlebih dahulu sebelum perbaikan badan jalan. Dengan demikian, struktur jalan yang dibangun kembali diharapkan berada di atas kondisi tanah yang lebih stabil.
“Prinsipnya, pergerakan tanah harus kita stabilkan terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan pekerjaan pada badan jalan. Jadi, kita tidak hanya menangani dampak di permukaan, tetapi juga memperkuat struktur yang menahan pergerakan tanah,” jelasnya.
Sebelumnya, penanganan menggunakan sistem piling juga telah dilakukan. Namun, berdasarkan evaluasi teknis, jarak antarpancang masih memungkinkan tanah dan air bergerak melalui celah.
Karena itu, BP Batam masih mengkaji sistem penguatan yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi tanah di lokasi.
Saat ini, BP Batam tengah menyiapkan langkah lanjutan berdasarkan hasil kajian teknis tersebut. Perhitungan kebutuhan pekerjaan dan biaya menjadi bagian penting sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
BP Batam juga mengkaji langkah awal berupa pengurangan beban tanah di sekitar lokasi. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan pada bidang tanah yang mengalami pergerakan sembari menunggu pelaksanaan penguatan struktur.
Untuk pekerjaan utama, khususnya pemasangan sheet pile dan perbaikan badan jalan, diperlukan proses administrasi, penganggaran, serta pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ariastuty memastikan BP Batam terus mendorong penyelesaian persoalan Jalan Gajah Mada dengan mempertimbangkan aspek teknis dan administrasi.
“Kami memahami kondisi Jalan Gajah Mada ini menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara tepat berdasarkan kajian. Targetnya bukan sekadar memperbaiki jalan, tetapi memastikan kondisi tanah yang menjadi dasar jalan juga ditangani,” pungkas Ariastuty.
(Tim)
Natuna, Ariranews.com – Pemerintah Kabupaten Natuna menghadapi tekanan fiskal setelah Dana Bagi Hasil (DBH) yang…
Batam, Ariranews.com – BPJS Kesehatan Cabang Batam menggandeng PT Sumitomo Wiring System untuk memperluas perlindungan…
AriraNews.com, BATAM – Polda Kepulauan Riau (Kepri) menyita tiga unit mesin turbo pesawat yang diduga…
AriraNews.com, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat penanganan kemiskinan melalui perlindungan sosial, pemberdayaan…
Natuna, Ariranews.com – Pemerintah Kabupaten Natuna menyiapkan dua skema pembangunan Jembatan Subi melalui Kementerian Pekerjaan…
AriraNews.com, Jakarta - PT Telkom Indonesia Persero (Tbk) (Telkom) memperoleh persetujuan pemegang saham independen atas…