Natuna

BKPSDM Natuna Targetkan Indeks Profesionalitas ASN Tahun 2024 Meningkat

AriraNews.com, Natuna – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Natuna di tahun 2024 menargetkan Indeks Profesionalitas (IP) ASN meningkat ke kategori sedang.

Indeks Profesionalitas ASN merupakan ukuran statistik yang menggambarkan kualitas ASN yang berdasarkan kualifikasi pendidikan, kompetensi, kinerja, dan kedisiplinan pegawai ASN dalam melakukan tugas jabatannya.

Adapun kategori Tingkat Indeks Profesionalitas ASN dibagi menjadi 5 kategori, dimulai dari 91-100 (sangat tinggi), 81-90 (tinggi), 71-80 (sedang), 61-70 (rendah), kurang dari 60 (sangat rendah).

Pada tahun 2022 Indeks Profesionalitas ASN Kabupaten Natuna berada di kategori sangat rendah, berada diperingkat nomor 20 di wilayah 12 Pekanbaru.

Cegah DBD Sebelum Muncul Kasus, Lanud RSA Natuna Gandeng Puskesmas Ranai Lakukan Fogging
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Natuna, Muhamad Alim Sanjaya.

“Di tahun 2022 nilai Indeks Profesionalitas ASN kita sangat rendah, untuk wilayah 12 Pekanbaru yang terdiri dari tiga provinsi, ada Provinsi Sumbar, Kepri dan Riau,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Natuna, Muhamad Alim Sanjaya, Selasa (24/10/2023) di ruang kerjanya.

Alim Sanjaya juga mengatakan, di tahun 2023  IP Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Natuna alami peningkatan secara signifikan.

“Di tahun ini Indeks Profesionalitas ASN kita ada peningkatan, berada di peringkat nomor 12, dengan nilai 60 ke atas dengan kategori rendah,” ucapnya.

Alim Sanjaya juga menuturkan, pada tahun 2024 mendatang, BKPSDM Natuna targetkan  peningkatan Indeks Profesionalitas ASN di kategori sedang.

“Di tahun depan kita menargetkan Indeks Profesionalitas ASN kita, berada di kategori sedang dengan nilai 70 ke atas, untuk saat ini Indeks Profesionalitas ASN kita se-Kepri berada di urutan ke tiga di bawah Batam dan Pemprov Kepri,” tuturnya.

Selain itu, Alim Sanjaya juga mengakui, dengan keterbatasan anggaran belum bisa memfasilitasi untuk mengirim peserta diklat ke luar kota.

Warga Kelarik Dapat Cek Jantung hingga Kandungan Gratis, Pemkab Natuna Hadirkan Dokter Spesialis

“Seharusnya kan setiap pegawai itu minimal dalam waktu satu tahun harus mengikuti diklat 20 jam, kalau di kalkulasikan dengan hari minimal 3 hari lah, itu minimalnya untuk setiap pegawai dalam satu tahun, itu membutuhkan biaya yang sangat besar, dengan keterbatasan anggaran kita masih belum bisa memfasilitasi semua ASN untuk mengikuti diklat ke luar kota,” ungkapnya.

Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Natuna.

Alim Sanjaya juga menegaskan, untuk mensiasati keterbatasan anggaran BKPSDM akan melaksanakan sosialisasi pengembangan kompetensi ASN melalui sistem online di bulan November ini.

“Dengan keterbatasan ini, bukan menjadi alasan yang tepat, asal ada kemauan saja lah, setidaknya para pegawai pernah ikut lah, kegiatan ini akan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko menuturkan, Indeks Profesionalitas ASN di tahun 2023 ada kenaikan dari tahun sebelumnya.

“Indeks Profesionalitas kita di  tahun lalu, berada di kategori sangat rendah, di tahun ini IP kita di kategori rendah, kita berada di peringkat 12 se-wilayah 12, dan di Kepri urutan 3, di bawah Batam dan Propinsi Kepri,” tuturnya.

Wabup Jarmin Dorong Mahasiswa STAI Natuna Ubah Kreativitas Jadi Peluang Usaha

Boy Wijanarko juga optimis melalui strategi dan langkah-langkah pelatihan Indeks Profesionalitas ASN pada tahun 2024 bisa ditingkatkan.

“Secara berkesinambungan melalui pelatihan-pelatihan secara online atau daring, kita yakin dengan strategi dan langkah ini tahun depan IP kita bisa naik ke kategori sedang,” ucapnya.

Selain itu Boy Wijanarko juga berharap, kolaborasi dari seluruh OPD melalui Kepala OPD sangat diharapkan dari level di bawah sehingga apa yang ditargetkan oleh BKPSDM bisa tercapai.(dod)

Redaksi

Recent Posts

Pemko Batam Galang Rp 2,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

AriraNews.com, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak bencana gempa di…

13 jam ago

Batam Prime International Football Series 2026 Perkuat Jejaring Sepak Bola Regional

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Welcome Dinner Batam Prime International Football Series…

14 jam ago

Suzuki XL7 Terbaru Mulai Diserahkan, 10 Konsumen Indomobil Batam Jadi yang Pertama

AriraNews.com, Batam – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi memulai penyerahan perdana Suzuki XL7 kepada…

16 jam ago

Disbudpar Batam Hadirkan Klinik Kekayaan Intelektual di Mega Mall, Pendaftaran Karya Musik Gratis

AriraNews.com, Batam — Bagi masyarakat Kota Batam yang memiliki karya lagu dan musik ciptaan sendiri,…

1 hari ago

Cegah DBD Sebelum Muncul Kasus, Lanud RSA Natuna Gandeng Puskesmas Ranai Lakukan Fogging

Natuna, Ariranews.com — Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna mengambil langkah pencegahan terhadap penyakit demam berdarah…

1 hari ago

Usai Kasus 2,6 Ton Metamfetamin Cair, Wagub Kepri Nyanyang Dorong Pengawasan Vape Diperketat

AriraNews.com, BATAM — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan memperkuat langkah pencegahan peredaran narkotika menyusul…

1 hari ago