Wara Lanud RSA Natuna Dibekali Hadapi Transformasi Organisasi dan Tantangan Era Digital

Suasana saat video conference (vicon), pembekalan untuk Wanita TNI Angkatan Udara (Wara) Lanud Raden Sadjad (RSA) di Ruang Rapat Mako Lanud RSA, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Natuna, Ariranews.com – Wanita TNI Angkatan Udara (Wara) Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna mendapat pembekalan dari sejumlah pejabat utama TNI Angkatan Udara melalui video conference (vicon), Selasa (11/8/2026). Pembekalan tersebut menyoroti kesiapan prajurit perempuan menghadapi transformasi organisasi, modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), perkembangan teknologi digital, hingga dinamika sosial yang semakin kompleks.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Mako Lanud RSA, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, itu diikuti Komandan Lanud Raden Sadjad, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., bersama jajaran Wara Lanud RSA.

Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AU memperkuat kapasitas personel, khususnya Wara, agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan strategis dan perkembangan organisasi. Profesionalisme, disiplin, integritas serta pemahaman terhadap hukum dan psikologi menjadi sejumlah aspek yang ditekankan.

Aspers Kasau Marsda TNI Yostariza, S.E., M.Tr. Opsla., dalam arahannya menegaskan bahwa menjadi bagian dari Wara merupakan hasil dari proses seleksi dan kompetisi yang tidak mudah. Karena itu, setiap prajurit dituntut mampu memberikan kontribusi terbaik sekaligus menjadi teladan di lingkungan satuan.

BACA JUGA:  Persiapan HUT ke-81 RI di Natuna Sudah 80 Persen, Libatkan TNI-Polri hingga Tim Medis

Menurutnya, Wara tidak hanya dituntut memiliki kemampuan sesuai bidang tugas, tetapi juga harus mampu menjaga profesionalisme, disiplin, integritas dan kehormatan sebagai prajurit TNI AU.

Sementara itu, Danpuspomau Marsda TNI Daan Sulfi, S.Sos., M.Si., M.Han., menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum dan disiplin dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas.

Ia menyampaikan bahwa Wara memiliki peran strategis, baik dalam mendukung tugas operasional maupun administrasi TNI AU. Kepatuhan terhadap aturan menjadi salah satu fondasi dalam menjaga moril satuan, kepercayaan masyarakat serta kesiapan organisasi.

“Disiplin dan kepatuhan terhadap hukum bukan sekadar kewajiban prajurit, tetapi menjadi fondasi dalam menjaga kehormatan, kepercayaan dan kesiapan satuan,” demikian pesan yang disampaikan dalam pembekalan tersebut.

BACA JUGA:  DBH PKB Natuna Tembus Rp1,16 Miliar, UPTD PPD Soroti Kepatuhan Pajak Kendaraan dan Potensi Pendapatan Daerah

Dari aspek psikologi, Kadispsiau Marsma TNI Theresia Soepi S., M.Si., Psi., mengingatkan pentingnya kemampuan prajurit dalam mengelola emosi serta membangun komunikasi dan lingkungan kerja yang sehat.

Menurutnya, lingkungan organisasi yang sehat perlu dibangun bersama untuk mencegah munculnya perilaku kekerasan maupun persoalan lain yang dapat mengganggu keharmonisan dan kinerja satuan.

“Pengendalian emosi dan kemampuan membangun lingkungan kerja yang sehat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hubungan antarpersonel,” pesannya.

Sementara itu, Kadiskumau Marsma TNI Dr. Lidia Rina Dyahtaryani, S.H., M.H., C.I.A., menekankan pentingnya pemahaman hukum bagi setiap prajurit, termasuk Wara. Pemahaman tersebut diperlukan agar setiap pelaksanaan tugas maupun pengambilan keputusan tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.

BACA JUGA:  54 Pendaki Bawa Semangat Kemerdekaan ke Puncak Gunung Ranai, Merah Putih Berkibar di Atas Natuna

Ia juga mengingatkan bahwa disiplin dan kesadaran hukum harus berjalan beriringan dengan profesionalisme prajurit. Dengan pemahaman hukum yang baik, personel diharapkan mampu menghindari pelanggaran sekaligus menjalankan tugas secara bertanggung jawab.

Pembekalan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi dan transformasi organisasi TNI AU harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Wara dituntut tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga menjaga nilai-nilai dasar keprajuritan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Bagi Wara Lanud RSA Natuna, pembekalan itu menjadi bekal untuk semakin siap menghadapi tuntutan tugas di wilayah perbatasan serta dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang.

Profesionalisme, disiplin, integritas, ketahanan mental dan pemahaman hukum menjadi modal penting bagi Wara untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara di masa mendatang.

(Dod)