Pemko Batam Petakan Kebutuhan Guru untuk Pemerataan Tenaga Pendidik

Avatar photo
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, saat menghadiri silaturahmi bersama guru dan tenaga kependidikan di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Rabu (5/8/2026). Kegiatan itu diikuti 648 aparatur sipil negara (ASN) sektor pendidikan dari Kecamatan Sekupang, terdiri atas 255 pegawai negeri sipil (PNS) dan 393 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

AriraNews.com, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai memetakan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan sebagai dasar penyusunan kebijakan pemenuhan tenaga pendidik di seluruh sekolah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi guru lebih merata dan kebutuhan tenaga pendidik di setiap satuan pendidikan dapat dipenuhi berdasarkan data yang akurat.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, saat menghadiri silaturahmi bersama guru dan tenaga kependidikan di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Rabu (5/8/2026). Kegiatan itu diikuti 648 aparatur sipil negara (ASN) sektor pendidikan dari Kecamatan Sekupang, terdiri atas 255 pegawai negeri sipil (PNS) dan 393 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Amsakar menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi dan validasi data untuk memperoleh gambaran riil mengenai kondisi tenaga pendidik di Kota Batam. Data tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya manusia di sektor pendidikan.

BACA JUGA:  Batam Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi di Indonesia

“Dari pendataan ini kita mengetahui kondisi riil guru di Batam sebagai dasar menyusun kebijakan ke depan,” ujarnya.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di hadapan ratusan guru dalam silaturahmi bersama guru dan tenaga kependidikan di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan data sementara, Pemerintah Kota Batam memiliki 4.877 guru dan tenaga kependidikan berstatus PNS maupun PPPK. Dari jumlah tersebut, tenaga pendidik berstatus PPPK lebih banyak dibandingkan PNS.

Amsakar mengapresiasi dedikasi para guru yang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Batam. Menurutnya, hal itu tercermin dari meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam yang naik dari 83,3 pada 2024 menjadi 83,8 pada 2025.

BACA JUGA:  Respons Pernyataan Menteri ATR/BPN, Kepala BP Batam Amsakar: Alokasi Lahan di Wilayah Laut Akan Ditinjau Ulang Sesuai Regulasi

“Kalau mutu pendidikan kita baik, tentu karena guru-gurunya hebat. Karena itu, pembangunan SDM menjadi prioritas, termasuk melalui program seragam sekolah gratis dan beasiswa,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan validasi data dilakukan setelah pemerintah menerima laporan dari sejumlah kepala sekolah mengenai masih adanya kekurangan guru di beberapa satuan pendidikan.

Menurutnya, hasil penelusuran menunjukkan jumlah guru secara keseluruhan cukup besar, namun persebarannya belum merata. Di sisi lain, banyak guru ASN yang memasuki masa pensiun belum sepenuhnya tergantikan sehingga sejumlah sekolah masih mengalami kekurangan tenaga pendidik.

“Setelah data dimutakhirkan, kami akan membawa persoalan kebutuhan guru di Batam kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk mencari solusi bersama,” ujarnya.

BACA JUGA:  Sekolah Terintegrasi Merah Putih Berkonsep Boarding School, Amsakar: Pengelolaan Jadi Tanggung Jawab Pemerintah

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, melaporkan proses validasi dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan. Sebelumnya kegiatan serupa telah dilaksanakan di Kecamatan Batuampar dan Batam Kota, kemudian dilanjutkan ke kecamatan lainnya.

Secara keseluruhan, Pemerintah Kota Batam memiliki 4.877 ASN di sektor pendidikan yang tersebar di 12 kecamatan. Jumlah tersebut terdiri atas 1.778 PNS, meliputi 1.755 guru dan 23 tenaga kependidikan, serta 3.099 PPPK yang terdiri atas 2.767 guru dan 332 tenaga kependidikan.

Melalui pemutakhiran data tersebut, Pemerintah Kota Batam berharap kebijakan pemenuhan kebutuhan guru dapat disusun secara lebih tepat sasaran, sehingga pemerataan tenaga pendidik dan peningkatan kualitas layanan pendidikan di seluruh sekolah dapat terwujud. (emr)