PKK Jemaja Timur Dibekali Teknik Pertanian Berkelanjutan oleh Mahasiswa KKN UGM

Avatar photo
Dalam upaya meningkatkan produktivitas hasil pertanian sekaligus mendorong penerapan pertanian ramah lingkungan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Periode II Tahun 2026 menggelar pelatihan bagi Tim Penggerak PKK Kecamatan Jemaja Timur dan Desa Bukit Padi.

AriraNews.com, ANAMBAS – Dalam upaya meningkatkan produktivitas hasil pertanian sekaligus mendorong penerapan pertanian ramah lingkungan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Periode II Tahun 2026 menggelar pelatihan bagi Tim Penggerak PKK Kecamatan Jemaja Timur dan Desa Bukit Padi di Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu (11/7/2026).

‎Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut diikuti Ketua TP PKK Kecamatan Jemaja Timur, Tetti Amalia, bersama anggota PKK Kecamatan, serta Ketua TP PKK Desa Bukit Padi, Sukarina, beserta anggotanya.

‎Pelatihan dipimpin oleh Ahmad Jawahir dari Program Studi Proteksi Tanaman bersama tiga rekannya, yakni Nindya Dea Winata (Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian), Meutia Talitha Azarine (Agronomi), dan Wakhid Naufaldi Fauzil Adzim (Kehutanan), serta didukung mahasiswa KKN UGM lainnya.

BACA JUGA:  Warga Desa Sunggak Jemaja Barat Tebar Unjam di Laut, Harap Hasil Tangkapan Berlimpah
Peserta bersemangat menerima materi dan mempraktikkan langsung ilmu dari mahasiswa UGM.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan tiga materi utama, yaitu penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA), pembuatan lubang biopori sebagai media resapan air sekaligus pengolah sampah organik, serta pembuatan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.

‎Selain penyampaian materi, peserta juga diajak melakukan praktik langsung. Kegiatan diawali dengan pengolahan lahan, kemudian dilanjutkan penanaman berbagai jenis tanaman obat, seperti serai, serai wangi, jahe merah, jahe putih, temulawak, dan kunyit.

‎Koordinator kegiatan, Ahmad Jawahir, menjelaskan bahwa pelatihan tidak hanya berfokus pada penanaman TOGA, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pengendalian hama terpadu menggunakan pestisida nabati serta pemanfaatan lubang biopori untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk.

‎Menurutnya, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Bahkan, masih banyak anggota PKK yang baru pertama kali mengetahui cara pembuatan pestisida nabati maupun lubang biopori.

‎”Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan cara membuat biopori, meracik pestisida nabati, hingga mengaplikasikannya di lapangan,” ujarnya.

‎Ia mengatakan, terdapat tiga kegiatan utama yang dilaksanakan dalam pelatihan tersebut, yakni penanaman TOGA, edukasi sekaligus praktik pembuatan lubang biopori, serta pembuatan pestisida nabati.

‎Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UGM berharap masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dapat semakin aktif memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman obat keluarga yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus bernilai ekonomis.

‎Selain itu, masyarakat juga diharapkan mampu memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati secara mandiri sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk maupun pestisida berbahan kimia yang dijual di pasaran.

‎Pemanfaatan sampah organik melalui lubang biopori juga diharapkan mampu mengurangi limbah rumah tangga, sementara sampah anorganik seperti plastik dapat dikelola dengan lebih baik melalui kegiatan daur ulang.

‎Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN PPM UGM berharap tercipta kesadaran masyarakat untuk menerapkan sistem pertanian yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Kecamatan Jemaja Timur. (bbg)

BACA JUGA:  Fox Hotel Nagoya Batam, Hotel Baru di Batam Pikat Pecinta Kuliner Lewat All You Can Eat Grill Premium