Batam  

Digoda Uang Miliaran: Syamsul Paloh Wakafkan Tanah untuk Rumah Qur’an BWI Batam

Avatar photo
Syamsul Paloh.

AriraNews.com, Batam – Pembangunan Wakaf Rumah Qur’an Badan Wakaf Indonesia (BWI) Batam di Jln. Mc.Dermott No. 2 Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Kota Batam  Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai dilaksanakan dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Sabtu (22/11/2025) siang.

Peletakan batu pertama berlangsung khidmat. Sejumlah tokoh hadir menyaksikan momen bersejarah itu: Wali Kota Batam Amsakar Ahmad, pimpinan Forkopimda, MUI, LAM Batam, organisasi Islam, tokoh masyarakat, pengusaha, pengurus masjid, hingga tamu undangan lainnya. Di atas lahan seluas 15 x 22 meter persegi itu, sebuah langkah awal bagi harapan umat ditancapkan.

Ini juga torehan sejarah baru bagi Kota Batam  dalam perjalanan wakaf di Kepulauan Riau. Untuk pertama kalinya, sebuah pusat pendidikan Al-Qur’an berbasis wakaf produktif akan berdiri, menggabungkan program tahfiz dan pemberdayaan ekonomi umat dalam satu bangunan.

BACA JUGA:  Batam Raih Penghargaan Penurunan Kemiskinan dan Stunting
Ketua BWI Batam, Buralimar serahkan piagam penghargaan pada Syamsul Paloh, yang telah mewakafkan tanah untuk pembangunan Rumah Qur’an.

Syamsul Paloh, merupakan sosok dari tonggak sejarah baru tersebut. Di tanah wakaf nyalah Rumah Qur’an Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kota Batam itu berdiri.

Syamsul mengungkap sebelum mewakafkan tanah tersebut banyak ujian yang datang. Ia kemudian berkonsultasi dengan istri dan keluarga dan mendapatkan dorongan untuk segera mewakafkan tanah tersebut. 

“Sebelum diwakafkan malah ada yang datang berniat untuk membeli dan nilainya bukan sedikit, miliaran. Tapi justru itu yang membuat saya dan keluarga lebih kuat lagi untuk mewakafkan, karena itu kami anggap sebagai ujian dari Allah,” kata Samsul.

Selain itu ungkapnya, dia bersama keluarga juga berniat membangun masjid, namun belum terlaksana. Dia pun berharap suatu hari nanti cita-citanya tersebut dapat terwujud.

“Sebelumnya niatnya bangun masjid. Tapi Allah menunjukkan jalan lain, dengan mewakafkan tanah ini,” kata Syamsul.

BACA JUGA:  Warga Sambau Antusias Sambut Reses Taba Iskandar, Datang Bawa Bukti Bukan Janji

Bagi Syamsul, wakaf bukan sekadar menyerahkan harta, melainkan menanam investasi untuk masa depan umat. Ia menginginkan Rumah Qur’an BWI Batam tak hanya menjadi tempat mencetak para penghafal Al-Qur’an, tetapi juga melahirkan generasi muslim yang unggul dan mandiri secara ekonomi.

“Saya terpanggil. Mewakafkan ini tujuannya mencerdaskan generasi dalam tahfiz Al-Qur’an. Saya menyerahkannya tanah ini dengan niat ikhlas dan tulus,” ujarnya.

“Rumah Qur’an ini bukan hanya tempat belajar, tapi tempat membangun masa depan,” katanya menekankan.

Syamsul juga mengajak masyarakat memahami wakaf secara lebih luas. Menurutnya, wakaf tidak selalu harus berupa tanah atau bangunan.

“Selama ini masyarakat hanya tahu wakaf tanah. Padahal bisa wakaf uang. Bahkan Rp 5 ribu atau Rp 10 ribu pun amalnya tidak putus sampai kita meninggal,” serunya mengajak.

BACA JUGA:  Wyndham Panbil Batam & Panbil Residence Santuni Lansia di Tanjung Uma

Ia menegaskan bahwa langkahnya tidak berhenti pada wakaf tanah ini saja. Syamsul siap terus berwakaf demi kemaslahatan umat.

Rumah Qur’an tersebut akan dibangun di atas tanah seluas 15×22 m2. Dirancang tiga lantai. Di mana lantai satu akan difungsikan sebagai tempat komersial sebagai penunjang operasional Rumah Qur’an, lantai 2 sebagai tempat kegiatan dan lantai 3 untuk asrama.

Rumah Qur’an BWI Batam nantinya akan menerima santri dari berbagai kalangan, dengan prioritas anak-anak kurang mampu. Dengan kolaborasi masyarakat, pemerintah, tokoh agama, dan pelaku usaha, Rumah Qur’an ini ditargetkan menjadi pusat pendidikan dan pemberdayaan umat terbesar berbasis wakaf di Kepri.

Lewat sebidang tanah yang ia serahkan, Syamsul Paloh menanamkan warisan yang nilai amalnya ia yakini akan terus mengalir tanpa henti. (ara)