Mayapada Apollo Batam International Hospital Mulai Dibangun, Target Beroperasi Tahun 2027

Avatar photo
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menandatangani prasasti pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital (Mabih) di KEK Pariwisata dan Kesehatan Sekupang, Batam, Kepri, dimulai Rabu (27/8/2025).

Ariranews.com, Batam – Peletakan batu pertama pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital (Mabih) di KEK Pariwisata dan Kesehatan Sekupang, Batam, Kepri, dimulai Rabu (27/8/2025). Proyek rumah sakit bertaraf internasional ini ditargetkan rampung pada akhir 2027 dengan investasi lebih dari Rp1 triliun.

President Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, menyampaikan bahwa pembangunan Mabih menjadi langkah nyata sektor swasta dalam mendukung pemerintah.

“Kami menjawab tantangan Pak Prabowo. Kami dari pihak swasta berkomitmen membantu pemerintah. Dengan kehadiran rumah sakit ini, kami yakin bisa bersaing dengan negara tetangga, mengurangi pasien yang berobat ke luar negeri, serta menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kepala BP Batam Apresiasi Konsolidasi Kadin Batam, Dorong Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama President Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, secara simbolis melakukan peletakan batu pertama pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital (Mabih) di KEK Pariwisata dan Kesehatan Sekupang, Batam, Kepri, dimulai Rabu (27/8/2025).

Jonathan menambahkan, pembangunan Mabih juga akan memberikan nilai tambah bagi perekonomian serta mengurangi devisa negara.

“Kami berharap proses konstruksi dapat dipercepat dengan dukungan semua pihak. Ini bukan hanya proyek kesehatan, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menegaskan bahwa KEK Batam telah ditetapkan dengan kegiatan utama di sektor kesehatan.

“Ini adalah KEK sektor kesehatan kedua setelah Bali, dengan target menjadi pusat kesehatan di Asia Tenggara. Setiap tahunnya sekitar 2 juta orang Indonesia atau setara Rp200 triliun devisa negara habis untuk berobat ke luar negeri. Dengan adanya RS ini, kita bisa menghemat devisa sekaligus menarik pasien luar negeri,” katanya.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kinerja Layanan dan Tata Kelola, RSBP Batam Studi Banding ke RS dr. Soepraoen Malang

Rizal juga mengingatkan agar pembangunan tetap memperhatikan aturan yang berlaku, termasuk aspek lingkungan dan perizinan.

“Kolaborasi Mayapada dan Apollo bukan hanya bermanfaat untuk pasien dalam negeri, tapi juga pasien luar negeri. Ini langkah nyata investasi yang mendorong perekonomian nasional,” katanya.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turut menyambut baik groundbreaking tersebut. “Ini ikhtiar setelah penetapan KEK tahun 2024. Sejalan dengan arahan Presiden agar Batam menjadi hub investasi, termasuk di sektor kesehatan. Kehadiran Mayapada dapat menjadikan Batam destinasi wisata kesehatan baru. BP Batam berkomitmen mendukung percepatan pembangunan RS ini,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bukan Pendaratan Darurat, Ini Penyebab Tertundanya Keberangkatan JCH Kloter 5 Batam

Amsakar optimistis Mabih akan mengurangi ketergantungan masyarakat untuk berobat ke luar negeri. “Warga cukup berobat di Batam, dan bahkan bisa menarik pasien dari luar negeri untuk datang ke Batam,” katanya. (ara)