AriraNews.com, Batam — Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Tenaga Kerja kembali membuka akses peluang kerja bagi warganya lewat pelaksanaan Job Fair Batam 2025, Selasa (5/8/2025), di Kampus Universitas Putera Batam. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan diikuti puluhan perusahaan dari berbagai sektor industri.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa job fair ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2003, yang menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan kesempatan kerja secara adil.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah implementasi regulasi. Di bawah kepemimpinan saya bersama Wakil Wali Kota Li Claudia, kami berkomitmen menekan angka pengangguran di Batam,” tegas Amsakar.
Meski investasi di Batam meningkat tajam dalam tiga tahun terakhir, Amsakar mengakui bahwa laju pertumbuhan serapan tenaga kerja lokal belum seimbang. Ia menyoroti kecenderungan perusahaan yang merekrut pekerja dari luar daerah melalui PJTKI atau proses di luar forum resmi.
“Saya tidak melarang perekrutan dari luar, tapi tenaga kerja lokal Batam juga harus diberi ruang prioritas. Melalui job fair ini, kami ingin membangun koneksi langsung antara pencari kerja dan perusahaan,” ujar Amsakar, yang juga menyinggung pentingnya akuntabilitas dalam perekrutan tenaga kerja.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Batam, Nurul Iswahyuni, melaporkan bahwa sebanyak 39 perusahaan ambil bagian dalam kegiatan ini, dengan 1.185 lowongan kerja yang terbuka untuk 265 posisi jabatan berbeda. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari APBD Kota Batam.
“Gunakan momen ini untuk menunjukkan potensi terbaik Anda. Persiapkan diri sebaik mungkin, dan terus tingkatkan kompetensi,” pesannya kepada para pencari kerja.
Pemerintah Kota Batam juga memberikan piagam penghargaan kepada perusahaan peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka dalam membantu menekan angka pengangguran di Batam.
Job Fair Batam 2025 menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan investasi sebagai indikator pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menaruh perhatian serius pada pemerataan kesempatan kerja dan peningkatan kualitas SDM lokal.
Sementara itu, ketika ketidakpastian global dan tekanan tarif internasional membayangi kawasan, Batam justru mencatat pertumbuhan investasi yang mencolok. Pada Triwulan II 2025, realisasi investasi mencapai Rp 9,6 triliun, naik 11 persen dibandingkan TW I dan tumbuh 97 persen dibandingkan TW II 2024.
Kinerja ini didorong lonjakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp 3,88 triliun, atau 40,6% dari total investasi, dengan pertumbuhan 44 persen secara kuartalan dan 105 persen secara tahunan.
Secara kumulatif, realisasi investasi Batam Semester I berdasarkan LKPM mencapai Rp 18,18 triliun, atau 49,15% dari target nasional Rp 36,99 triliun.
Sementara itu, menurut metodologi BP Batam—yakni gabungan seluruh investasi PMA dan PMDN dalam bentuk modal tetap dan modal lancar—total realisasi mencapai Rp 33,72 triliun, atau 56,2% dari target Rp 60 triliun, tumbuh 64,94% dibandingkan tahun lalu.
Dengan meningkatnya investasi diharapkan jumlah pengangguran di Batam terus turun. Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Batam terus mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir. TPT pada tahun 2024 diperkirakan berada di angka 7,68 persen, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya sebesar 8,14 persen. (ara/*)








