Batam  

Nama Bung Hatta Dijadikan Nama Kapal Perang, Muetia Hatta Ungkap Hal Ini!

Avatar photo
Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali bersama putri Proklamator Bung Hatta, Muetia Hatta usai peresmian KRI Bung Hatta di Batam.

AriraNews.com, Batam – Putri Proklamator Republik Indonesia (RI), Muetia Hatta atas nama keluarga besar Bung Hatta menyampaikan ucapan terima kasih pada TNI khususnya TNI Angkatan Laut (AL) yang telah memberikan nama salah satu kapal di jajaran TNI AL dengan nama Bung Hatta.

Hal tersebut disampaikan Muetia Hatta saat menghadiri pengukuhan komandan sekaligus peresmian masuknya Kapal Korvet KRI Bung Hatta– 370 ke jajaran Koarmada II di galangan kapal PT Karimun Anugrah Sejati (KAS), Tanjunguncang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (17/4/2025).

Dikatakan, Muetia hal tersebut merupakan kehormatan besar bagi keluarganya. Keluarga kata Muetia tak melihat besar atau kecilnya kapal dinamai Bung Hatta, meski ada yang mempertanyakannya. Tapi mereka merasa bangga kapal tersebut merupakan buatan dalam negeri yang dibuat oleh putra putri terbaik bangsa. Hal tersebut sangat sejalan dengan cita-cita Bung Hatta, dalam mewujudkan kemandirian bangsa.

“Kami mendapatkan informasi, bahwa kapal ini merupakan kapal perang modern, dengan teknologi tinggi dan canggih,” ungkap Muetia.

Upacara pengangkatan Komandan Kapal Korvet KRI Bung Hatta di Batam.

Dalam kesempatan tersebut Muetia juga sedikit menceritakan perjalanan Bung Hatta dalam kunjungan kerja ke beberapa wilayah Indonesia menggunakan kapal perang dan juga kapal perintis. Hal tersebut dilakukan karena saat itu banyak wilayah Indonesia yang belum memiliki landasan udara. Dalam kunjungan tersebut Bung Hatta pun berpesan agar mendirikan dermaga-dermaga kecil dimana-mana agar masyarakat pesisir bisa masuk lewat sungai-sungai tertentu ke pedalaman untuk ikut membangun negeri.

Bung Hatta juga pernah meminta Menteri PU agar merangkai Indonesia, yakni membangun infrastruktur agar mudah dijangkau oleh masyarakat, sehingga dapat mengurangi kesenjangan sosial.

BACA JUGA:  Wyndham Panbil Batam & Panbil Residence Santuni Lansia di Tanjung Uma
Keluarga Bung Hatta bersama pejabat utama TNI AL dan prajurit TNI AL yang akan bertugas di KRI Bung Hatta – 370.

Muetia juga menceritakan kisah Bung Hatta saat berkunjung ke Pulau Miangas, yang berbatasan dengan Philipina. Dulunya Miangas masih bernama Las Palmas. Dulu ungkap Muetia saat Perang Dunia ke II,  pulau ini sangat terkenal. Buktinya saat kapal perang Amerika melintas masyarakat setempat melambaikan bendera Amerika, begitu juga dengan saat kapal perang Jepang lewat, maka masyarakat akan melambaikan bendera Jepang. Dan pada saat Bung Hatta mendarat di pulau tersebut di salah satu gerbang tertulis “Selamat Datang Wakil Mahkota Indonesia”. Hal tersebut kata Muetia karena minimnya informasi saat itu sehingga masyarakat mengira Bung Hatta wakil kerajaan Belanda.

“Ini juga menunjukkan luasnya Indonesia. Ke depan Indonesia membutuhkan lebih banyak kapal sejenis dan lebih canggih. Ini merupakan tanggungjawab pemimpin dan para perwira tinggi TNI Angkatan Laut, menjaga Indonesia di masa kini dan masa depan,” pesannya.

“Kita berharap banyak pada TNI AL untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara kita. Para pemuda juga harus dibuat merasa bangga terhadap status negara kepulauan yang diperoleh Indonesia pada tahun 1982, yang membuat pulau dan laut di wilayah yang sangat luas ini menjadi satu. Semoga hal itu membuat pemuda Indonesia makin sadar mengisi pembangunan di Tanah Air kita sendiri,” kata Muetia.

Sementara, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mengukuhkan Letkol Laut (P) Ramli Arif, S.T., M.Sc., M.Tr.Opsla sebagai komandan Kapal Korvet KRI Bung Hatta– 370.

Diketahui Letkol Laut (P) Ramli Arif merupakan perwira lulusan Akademi TNI AL (AAL) Angkatan 50/2004.

BACA JUGA:  Ekspor Batam Awal 2026 Terkoreksi, BP Batam Siapkan Respons Terarah

Dalam amanatnya Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali berpesan agar prajurit TNI AL yang ditugaskan di KRI Bung Hatta bekerja dengan baik dan memiliki dedikasi yang tinggi. Menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta menjaga nama baik dan kehormatan TNI AL.

Sebelumnya, pada, 27 Februari 2025 lalu,
Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali telah memimpin kegiatan shipnaming (pemberian nama) dan launching Kapal Korvet KRI Bung Hatta – 370 yang merupakan hasil produksi dalam negeri yakni di galangan kapal PT Karimun Anugrah Sejati (KAS) Batam.

“Pemberian nama Bung Hatta merupakan bentuk penghargaan kita pada Proklamator, Dwi Tunggal Bung Hatta,” ungkap Muhammad Ali. Sebelumnya Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali membacakan surat keputusan pemberian nama kapal korvet tersebut.

Mohammad Hatta, yang dikenal sebagai Bung Hatta, adalah seorang tokoh kunci dalam sejarah Indonesia, lahir di Bukittinggi pada 12 Agustus 1902 dan wafat di Jakarta pada 14 Maret 1980, dikenal sebagai Wakil Presiden pertama RI dan Bapak Koperasi Indonesia. Bersama Soekarno, Bung Hatta menjadi proklamator kemerdekaan Indonesia
pada 17 Agustus 1945. Untuk menghargai jasa jasa perjuangannya, TNI AL
mengabadikan nama beliau sebagai kapal perang KRI Bung Hatta – 370 di bawah jajaran Koarmada II TNI AL.

Dijelaskan Muhammad Ali, Kapal Korvet ini merupakan kelanjutan dari Kapal Korvet produksi PT KAS sebelumnya yaitu KRI Bung Karno – 369 yang saat ini telah melaksanakan dinas aktif di bawah jajaran Satkor Koarmada I.

“KRI Bung Hatta – 370 akan dioperasikan di jajaran Koarmada II, memperkuat  Satkor Koarmada II. Kapal Korvet ini dibutuhkan untuk memperkuat jajaran unsur kombatan yang siap beroperasi dalam rangka menjaga kedaulatan di wilayah kerja Koarmada II khususnya dalam mengatasi eskalasi mendesak dari kejahatan di laut,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Inspektorat Batam Kenalkan Nilai-nilai Integritas ke Siswa SMP Lewat Film & Game

Kapal Korvet KRI Bung Hatta – 370 dibangun dengan anggaran tahun 2023-2025. Dibuat selama 20 bulan, memiliki panjang 80,30 meter dan lebar 12,60 meter, serta memiliki beberapa keunggulan yaitu dilengkapi 1 unit Meriam 57 mm yang dapat di-upgrade hingga 76 mm dan 2 Unit Meriam 20 mm. Kapal ini juga memiliki endurance 5 hari dengan kapasitas 82 personel, kecepatan ekonomis 14 Knots, kecepatan jelajah, 18 Knots, dam kecepatan maksimum 25 Knots.

Selain itu kapal ini nantinya akan dipersenjatai pula dengan Surface to Air Missile (SAM), Surface to Surface Missile (SSM), Torpedo System untuk peperangan anti permukaan, udara, dan bawah air.

Kapal ini juga mampu mengemban misi peperangan elektronika karena dilengkapi dengan berbagai peralatan elektronika seperti Radar-Electronic Counter Measures (RECM), Radar-Electronic Support Measures (R-ESM), dll, serta mampu beroperasi di berbagai medan dan cuaca. Dengan kecepatan maksimal 25 Knots dan kelincahan yang dimiliki kapal ini diharapkan mampu memenuhi berbagai misi operasi baik Infiltrasi, Eksfiltrasi maupun misi SAR dengan baik.

Muhammad Ali menegaskan TNI AL terus berkomitmen dalam melaksanakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Langkah ini diambil guna mendukung pemerintah dalam meningkatkan perekonomian, sekaligus sebagai wujud kemandirian bangsa dalam pemenuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista). (ara)