Pendataan Keluarga oleh BKKBN, RT RW Harus Membantu

Avatar photo

Ariranews.com, Batam: Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad secepatnya akan menyurati Bupati dan Wali Kota se Provinsi Kepri agar segera membuat surat edaran tentang permintaan bantuan RT dan RW untuk mendampingi petugas BKKBN ketika mendatangi dari rumah ke rumah untuk melakukan pendataan keluarga.

Pernyataan Ansar Ahmad tersebut disampaikan ketika menerima kunjungan Direktur Ketahanan Remaja BKKBN, Victor Palimbong dan Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Mediheryanto terkait penyampaian Laporan Update Pendataan Keluarga di Provinsi Kepri, di Graha Kepri Batam, Jumat (30/4/2021).

BACA JUGA:  BI Kepri Optimistis 2026 Ekonomi Tumbuh Meski Sektor Tambang Melambat, Dorong UMKM dan Pariwisata Jadi Motor Baru

“Pendataan keluarga ini penting. Untuk itu semua pihak harus membantu termasuk para Ketua RT dan RW untuk melakukan pendampingan di lapangan,” kata Gubernur Ansar Ahmad.

Dijelaskan Gubernur, BKKBN harus memberikan perhatian yang lebih pada operasi akar rumput berbasiskan data teknis yang termutakhirkan dan dapat dipertanggungjawabkan. Pada tahun 2021 ini BKKBN telah mulai melaksanakan Pendataan Keluarga (PK) secara serentak di seluruh Indonesia.

“Produk data mikro akan dijadikan sebagai rujukan intervensi operasional di lapangan yang memberi keyakinan kepada kami bahwa program yang dirancang dapat ter-deliver secara cepat dan tepat pada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ansar Ahmad.

BACA JUGA:  Jaga Konektivitas Natuna, Pemkab Surati Kemenhub Soal Jadwal Docking KM Bukit Raya

Sementara itu Direktur Ketahanan Remaja BKKBN, Viktor Palimbong, mengatakan sampai saat ini pendataan keluarga di Kepulauan Riau masih terus berjalan. Sampai April 2021 pencapaian pendataan keluarga memang belum sampai 50 persen.

“Banyak kendala di lapangan termasuk masih banyak keluarga yang kurang kooperatif dan tidak mau menerima petugas ketika melakukan tugas pendataan di lapangan. Karena itu kalau Pak Gubernur ingin menyurati Bupati dan Wali Kota agar membantu kita dalam melakukan pendataan, kami berterima kasih sekali,” ujar Viktor.

BACA JUGA:  Pemkab Natuna Perkuat Ekspor, IPSKA Buka Peluang Pasar Internasional bagi Produk Lokal

Viktor juga menjelaskan persoalan belum tercapainya target pendataan keluarga di Kepri karena persoalan teknis yakni kerusakan server yang menginput data di lapangan.

“Tapi saya yakin secepatnya bisa kita selesaikan. Kita optimistis, soal pendataan keluarga di Kepri akan selesai tepat waktu. Dukungan semua pihak diharapkan agar kesuksesan pendataan keluarga juga seiring suksesnya pembangunan nasional,” pungkasnya.(emr/*)