AriraNews.com, Batam – Cegah masuknya
Virus Human Metapneumovirus (HMPV), yang baru-baru ini merebak di China, pintu masuk Internasional di Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, Kepri, mulai diperketat.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan, manajemen BIB dan Petugas Kesehatan Bandara (KKP) beserta stakeholder terkait telah melakukan langkah-langkah pencegahan penyakit, termasuk terhadap virus HMP.
Pertama, tetap memasang sanitizer di beberapa titik, menyiapkan klinik kesehatan, ruang observasi atau isolasi, memasang imbauan, pengecekan suhu tubuh.
“Penumpang internasional saat tiba mengisi aplikasi SATUSEHAT sebagai bentuk monitoring bagi penumpang yg datang dari luar negeri, hal ini sudah dilakukan sejak Oktober 2024,” kata Pikri.
Sementara, Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, belum mendeteksi penyebaran HMPV. Kendati demikian, saat ini Dinkes mengaku telah mengambil langkah antisipasi mengingat angka penyebrangan orang dengan rute Batam – Malaysia, dan Batam – Singapura baik melalui Pelabuhan Internasional dan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
“Kita belum menemukan adanya warga yang terjangkit HMPV di Batam,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Selasa (7/1/2025).
Didi meminta seluruh petugas dan masyarakat Kota Batam untuk meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya semakin menggencarkan sosialisasi dan promosi, baik melalui akun media sosial dan pemberitahuan kepada masyarakat terutama wisatawan mancanegara dan lokal yang berkunjung ke Batam.
“Seluruh akun media sosial kami dan di puskesmas saat ini mulai kami gencarkan. Selain itu, kami juga mengedarkan imbauan dari Kementerian Kesehatan terkait pencegahan dan penanganan HMPV,” tutur Didi.
Ia menghimbau agar masyarakat Batam dapat lebih peduli dan mulai menerapkan beberapa langkah protokol kesehatan seperti kembali mencuci tangan secara teratur, serta penggunaan masker di kerumunan.
“Langkah-langkah seperti mencuci tangan secara teratur, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan ini,” ujarnya. (ara)








