Batam  

HMR Gerak Cepat Rehabilitasi Kebakaran Pulau Buluh, Dinsos hingga Baznas Diterjunkan

Avatar photo

AriraNews.com, Batam – Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), sudah gerak cepat (gercep) menangani musibah kebakaran yang menimpa beberapa rumah penduduk di RT 6/RW 2, Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Rabu (19/7/2023) pukul 05.45 pagi tadi.

“Sebagaimana arahan Pak Wali (HMR), subuh tadi saya sudah perintahkan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam untuk segera lakukan rehabilitasi,” ujar Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin.

Menurutnya, hingga saat ini di lokasi sudah turun Lurah Pulau Buluh, Camat Bulang, dan Kepala Puskesmas Bulang. Mereka bahu membahu untuk memberi pertolongan pertama kepada para korban serta rehabilitasi.

BACA JUGA:  Wujudkan Kedaulatan NKRI di Wilayah 3T Kepri, BI dan TNI AL Selenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026
Petugas melakukan pendataan korban kebakaran di Pulau Buluh, Batam, Rabu (19/7/2023) pagi.

Rehabilitasi adalah perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau masyarakat sampai tingkat yang memadai pada wilayah pasca-bencana.

Sasaran utamanya untuk normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada wilayah pascabencana.

Sekadar diketahui, Pulau Buluh merupakan sebuah kelurahan dengan luas wilayah 5,522 Km2 daerah darat 2,187 Km2 dan luas lautan 3,335 Km2 terletak di Kecamatan Bulang Kota Batam.

BACA JUGA:  Banggar DPR RI Apresiasi Kinerja DJP dan DJBC Kepri, Pendapatan Negara di Kepri Tumbuh 38,76 Persen

Sementara itu, pagi tadi Tim Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tanggapan Bencana (BTB) bersama Klinik Pratama Rumah Sehat Baznas (RSB) Kota Batam, juga sudah terjun di Pulau Buluh.

“Kami turun atas arahan Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR) dan Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin,” ujar Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Baznas Kota Batam Habib Soleh.

BACA JUGA:  BP Batam Terima Kunker Banggar DPR RI, Perkuat Batam sebagai Pusat Investasi Nasional

Hingga berita ini ditulis, rehabilitasi masih dilakukan. Data terakhir ada satu orang meninggal, 11 KK dan 26 orang terdampak .(ski)