Marlin Ajak Masyarakat Bangun Komitmen Kuat Jaga Masa Depan Anak dari Kekerasan

Avatar photo
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, yang juga Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Batam, saat membuka acara Pencegahan & Penanganan Korban Kekerasan terhadap Anak di Kota Batam, di Hotel Harmoni One, Batamcentre, Kamis (25/5/2023).

AriraNews.com, Batam – Kekerasan terhadap anak yang kian marak terjadi, membutuhkan perhatian bersama. Untuk itu, masyarakat harus memiliki komitmen yang kuat menjaga masa depan anak dari hal negatif, sehingga mereka semangat meraih prestasi dan menjadi pioner di sekolahnya.

Hal ini diimbau oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, yang juga Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Batam, saat membuka acara Pencegahan & Penanganan Korban Kekerasan terhadap Anak di Kota Batam, di Hotel Harmoni One, Batamcentre, Kamis (25/5/2023).

Keprihatinan Wagub Marlin ini cukup beralasan, sebab banyak sekali saat ini anak-anak terjerat kasus hukum, dan menjadi korban tindak kejahatan.

BACA JUGA:  Ascott Hotels Regional Batam Bersatu dengan Komunitas Lokal dalam "Aksi Bersih" Menyambut Hari Bumi 2026

Yang membuat mereka mengalami kekerasan fisik, tertekan secara psikis, menjadi korban ekploitasi, anak jalanan, anak punk, hingga yang menjadi korban napza.

Selanjutnya menjadi korban pornografi, anak korban penculikan, penjualan dan atau perdagangan, korban perlakuan salah dan penelantaran, anak dengan prilaku menyimpang, anak korban stigmatisasi, dan anak yang hidup dengan HIV/AIDS, serta lain sebagainya.

“Dengan demikian, kita dapat mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, tangguh dan mandiri. Serta dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana yang kita harapkan,” ujarnya.

Marlin yang juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam ini, mengapresiasi kegiatan pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak di Kota Batam semacam ini.

BACA JUGA:  Li Claudia Minta Sinkronisasi Data Kependudukan Dioptimalkan

Sebab, dapat menumbuh kembangkan potensi anak sesuai minat dan bakatnya. Selain itu, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, menghargai pendapat anak dan mencegah kekerasan terhadap anak, serta menanamkan nilai-nilai akhlak yang mulia.

“Anak merupakan aset negara yang akan menentukan keberhasilan suatu negara di masa yang akan datang. Maka, sudah seharusnya setiap kita, bagian dari masyarakat ini, memiliki kesadaran awal akan pentingnya menjaga dan melindungi hak anak,” ingatnya.

Hak anak tersebut, lanjutnya, hanya dapat tercapai jika didukung keberhasilannya dalam memenuhi tugas sesuai umur dan juga kebutuhannya.

BACA JUGA:  Taba Iskandar Reses di Batu Besar, Warga Minta Solusi Banjir Limpahan Bandara hingga Minimnya Lampu Jalan

“Siapa yang bertanggung jawab dalam hal tersebut? Tentu mulai dari yang paling dekat dengan anak, yakni orang tua dan keluarga, kemudian masyarakat pada umumnya. Barulah kemudian negara dan pemerintah,” jelasnya istri Wali Kota Batam/ Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR) ini.

Apabila anak-anak tidak berada dalam pengawasan yang tepat, ingat Marlin, mereka dapat berisiko dilanggar hak-haknya oleh pihak-pihak tidak bertanggung-jawab. Seperti beberapa kasus hukum yang dialami oleh anak.

“Sekali lagi, semua ini butuh perhatian kita semua, kita harus memiliki komitmen yang kuat terhadap-anak agar semangat meraih prestasi dan menjadi pioner di sekolahnya,” pungkas Marlin.(ski)