AriraNews.com, Batam – Sebanyak 25 atlet layar Kepri terus melakukan latihan jelang mengikuti Pra PON bulan Oktober 2023 mendatang di Jakarta. Pra PON merupakan perlombaan terakhir atlet untuk memperebutkan tiket lolos PON XXI 2024 Aceh-Sumatra Utara. Diketahui ke-25 orang atlet layar tersebut merupakan binaan dari Citramas Group.
Wakil Ketua Umum Pengprov Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kepri, Danhce Wongkaren di sela-sela latihan yang dilaksanakan di Nongsa Point Marina Batam mengatakan, meski baru berlatih tiga bulan belakangan perkembangan atlet cukup baik. Pelatih kepala Budiyansyah ungkapnya terus mengasah kemampuan atlet.
“Mudah-mudahan atlet layar kita nanti bisa berprestasi di Pra PON dan PON mendatang,” harapnya.
Sementara, Ketua KONI Kepri, Usep RS yang bersama pengurua meninjau latihan tersebut berharap prestasi cabang olahraga layar bisa terus dipertahankan. Bukan hanya di level nasional, tapi juga di ajang internasional.
“Kita terus optimistis mempertahankan prestasi olahraga layar yang telah terbina sejak lama,” kata Usep didampingi
Usep juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Pengprov Porlasi Kepri, Mike Wiluan dan jajaran Citramas Group yang terus memberi perhatian dan fasilitas yang luar biasa untuk perkembangan atlet layar di Kepri.
Sejauh ini ungkap Usep, atlet layar Porlasi Kepri di bawah binaan Citramas Group selalu menjadi andalan untuk mendapatkan medali emas PON bagi Provinsi Kepri. Usep yakin layar nantinya bisa meraih prestasi terbaik di PON.
Dalam kunjungan tersebut KONI Kepri memberikan dukungan dan arahan kepada atlet.
“Atlet layar ini anak-anak Nongsa yang dibina Citramas Group dan masih muda-muda,” kata Usep yang didampingi pengurus lainnya di antaranya Azhari, Junaedi, Rini Elfina, Amri, Heru Mardinato dan Halim.
Dalam kesempatan tersebut mereka secara langsung menyaksikan puluhan atlet berlatih di laut Nongsa dengan mengikuti pergerakan atlet menggunakan perahu.
“Olahraga berlayar adalah olahraga yang kompetitif yang memerlukan kombinasi unik dari para atlet, keterampilan, dan teknologi untuk menguasai bagaimana kekuatan angin serta ombak yang ada. Dengan kekuatan angin, dan bagaimana mengolah layar sesuai arah angin. Luar biasa walau pun masih belia atlet kayar bisa menguasinya sesuai arahan pelatih,” kata Usep.(*/ara)








