AriraNews.com, Batam – Polisi berhasil menangkap Iwan, pelaku pembunuhan Muhammad Said yang terjadi pada Sabtu (24/12/2022) lalu di Perumahan Baloi Centre, Baloi Indah, Lubukbaja, Batam. Pelaku ditangkap di hutan depan PT Labtech, Kecamatan Sekupang Kota Batam, Rabu (28/12/2022) siang.
Dapat ditangkapnya Iwan tak lepas dari hasil kerja sama aparat Kepolisian dan Binda Kepri. Binda Kepri mendukung Polda Kepri dalam pelaksanaan operasi pencarian dan penangkapan terhadap pelaku.
Dengan kemampuan yang dimiliki Binda Kepri saat ini, keberadaan Iwan berhasil diketahui pada Rabu (28/12/2022). Sebelumnya pelaku dilaporkan telah menghilang sejak membunuh korban.

Kabinda Kepri, Laksma TNI Adriansyah mengatakan kerja sama dengan Polda Kepri dilakukan sebagai bentuk sinergitas Komunitas Intelijen Daerah dalam mencegah potensi konflik yang dapat mengganggu kondusifitas wilayah, termasuk konflik bermuatan SARA.
“Binda Kepri akan terus bersinergi dengan Polda Kepri beserta jajaran dalam menjaga kondusifitas wilayah di Provinsi Kepri, termasuk dalam mengantisipasi potensi konflik antar etnis di Kota Batam,” ungkapnya.
Diketahui motif pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban karena dilatarbelakangi motif cemburu terhadap mantan istri yang menikah dengan korban.
Atas pembunuhan tersebut, keluarga korban dari suku Flores bersama dengan Paguyuban Kerukunan Keluarga Lembata (Kekal) meminta kepada Kepolisian agar pelaku, yang kebetulan berbeda suku, segera ditangkap.
“Keberadaan pelaku telah berhasil diketahui dan langsung ditindaklanjuti oleh tim Polda Kepri beserta jajaran dari Polresta Barelang, Polsek Lubuk Baja dan Polsek Sekupang untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku pada Rabu siang,” jelas Kabinda Kepri.
Kabinda Kepri mengharapkan agar sinergitas antar Komunitas Intelijen Daerah di Provinsi Kepri dapat terus terjaga dalam mencegah konflik antar etnis kembali terulang di Batam.
“Penangkapan terhadap pelaku adalah bukti keseriusan Polda Kepri beserta anggota Kominda Kepri dalam mencegah ekses negatif dari kasus tindak pidana pembunuhan yang berpotensi berkembang luas menjadi konflik SARA,” imbuh Kabinda Kepri.(emr)








