AriraNews.com, Batam – PT Jasa Raharja Cabang Kepri sepanjang tahun 2022 (sampai dengan November) telah menyerahkan santunan kecelakaan sebesar Rp 15,7 miliar.
Dibanding tahun lalu naik sekitar 28 persen. Di mana tahun 2021 santunan yang diserahkan pada korban kecelakaan mencapai Rp 14,4 miliar. Pada tahun 2020 sebesar Rp 13,5 miliar. Sedangkan tahun 2019 jumlah santunan mencapai Rp 17,6 miliar, tertinggi sejak tahun 2015.
“Dari data bisa kita lihat di masa pandemi, 2020 dan 2021 jumlah santunan yang kita salurkan turun, artinya angka kecelakaan juga turun. Karena masyarakat tak terlalu banyak beraktivitas. Tahun 2022 aktivitas masyarakat kembali normal dan angka kecelakaan kembali naik,” ungkap Kepala Cabang PT Jasa Raharja Kepri, Mulyadi, Jumat (16/12/2022) siang.

Dari jumlah tersebut Kota Batam menjadi kota paling tinggi tingkat kecelakaan di Provinsi Kepri. Sementara di Kecamatan Batang Kota menjadi kecamatan yang sering terjadi kecelakaan dengan persentase 17,9 persen. Lalu disusul Kecamatan Sekupang 11,7 persen, Kecamatan Sagulung 8,3 persen, Kecamatan Batuaji 6,42 persen, dan Nongsa 5,7 persen.
“Dari segi profesi korban kecelakaan paling banyak dialami pekerja/karyawan, kemudian disusul pelajar/mahasiswa, tidak bekerja, dan mengurus rumah tangga. Sedangkan dari jenis kelamin, paling banyak mengalami kecelakaan laki-laki 65,7 persen, sisanya perempuan. Sementara kecelakaan roda dua mengalami kecelakaan paling banyak dengan angka 73,5 persen,” papar Mulyadi.
Mulyadi melanjutkan dari analisa, kecelakaan banyak tejadi pada hari Minggu, 18,11 persen, Sabtu, 16,7 persen, Senin, 15,2 persen, Kamis 12,9 persen, Jum’at, 12,5 persen, Rabu, 12,3 persen, dan hari Selasa, 12 persen.
“Dari jam paling rentan tejadi kecelakaan pada jam 12.00-15.00 WIB. Lalu jam 09.00-12.00 WIB, 15.00-18.00 WIB, 06.00-09.00 WIB, dan 18-21 WIB,” ungkapnya.
Mulyadi juga mengungkapkan saat ini di Provinsi Kepri tercatat kendaraan roda dua sebanyak 1.249.697 unit dan roda empat sebanyak 238.894 unit.
“Di Batam sebulan mobil baru yang keluar sebanyak 1.200 unit,” ungkapnya lagi.

Dikatakan Mulyadi, PT Jasa Raharja sebagai lembaga penjamin santunan korban kecelakaan lalu lintas selain fokus melayani korban kecelakaan juga terus berupaya menurunkan angka kecelakaan jalan raya. Di antaranya terus melengkapi rambu-rambu di titik rawan kecelakaan, melakukan penelitian terhadap titik rawan dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Direktorat Lalu Lintas, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Tahun 2023 Jasa Raharja Kepri akan fokus dalam upaya pencegahan. Kita terus tingkatkan koordinasi dengan instansi terkait dan melakukan seminar dan menampung masukan masyarakat,” kata Mulyadi.
“Kita berhasil menyalurkan santunan pada masyarakat bukan berhasil menurut saya, justru kita sedih, dengan kehilangan orang-orang yang kita cintai. Karena dari penelitian juga korban kecelakaan juga rentan dengan meningkatnya angka kemiskinan, apalagi korban kecelakaan tulang punggung, ini yang membuat kita makin sedih. Dengan demikian kita terus berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan berlalulintas karena itulah yang paling penting agar kita selamat dalam berkendara di jalan raya,” kata Mulyadi.(ara)








