SCROLL TO CONTINUE WITH NEWS
Headline Natuna

Monitoring Kestabilan Harga Bahan Pangan, TPID Natuna Bersama BI Kepri Sidak ke Pasar Ranai

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau, Musni Hardi K. Atmaja yang didampingi Sekda Natuna Boy Wijanarko, saat melakukan Sidak di Pasar Ranai.

AriraNews.com, Natuna – Dalam upaya menjaga kestabilan harga, mengecek ketersedian dan kelancaran pasokan bahan pokok pagan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kabupaten Natuna bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Pasar Ranai, Rabu (23/11/2022).

Kepada sejumlah awak media Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau, Musni Hardi K. Atmaja yang didampingi Sekda Natuna Boy Wijanarko mengatakan, Inspeksi Mendadak (Sidak) ke pasar Ranai bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah untuk mengecek ketersedian, kelancaran pasokan dan kewajaran harga barang bahan pangan.

“Kita bersama TPID kabupaten Natuna, memonitoring perkembangan harga bahan pangan di pasar ini. Ini merupakan upaya kita bersama TPID, menjaga dan memonitor kestabilan harga bahan pangan,” ujarnya.

Musni Hardi K. Atmaja menuturkan, berdasarkan dari hasil Sidak, secara umum ketersedian bahan pagan di pasar Ranai cukup sampai ahir tahu.

Lima Jam Susuri Hutan Terjal, Tim SAR Natuna Temukan 4 Warga Tersesat di Hari Ketiga

“Dari pemantauan kita untuk bahan-bahan pokok pagan secara umum persediannya cukup sampai ahir tahun,” tuturnya.

Musni Hardi K. Atmaja juga mengakui memang ada beberapa bagian harga bahan pagan mengalami sedikit kenaikan.

“Memang ada beberapa bahan pangan yang didatangkan dari luar daerah, seperti sayur itu sedikit mengalami kenaikan dan ada beberapa bahan pagan yang mengalami penurunan, namun secara umum perkembangan harga pangan di Kabupaten Natuna telah stabil, walaupun ada sedikit kenaikan untuk bahan sayur, mudah-mudahan pendistribusiannya bisa kita jaga, sehingga kestabilan harga bisa kita jaga sampai bulan Desember,” akunya.

Terkait ketersedian ikan di pasar Ranai, menurut Musni Hardi K. Atmaja, potensinya sangat besar ke depan akan dilakukan penguatan kelembagaannya.

“Dalam pemenuhan kebutuhan ikan di pasar ini, sekarangkan masih secara individu. Untuk ke depannya akan kita lakukan penguatan kelembagaannya, apakah nanti akan kita dorong melalui kelembagaan koperasi atau dalam bentuk kelompok, nanti akan kita pelajari bersama dinas terkait seperti apa yang dibutuhkan, sehingga kebutuhan ikan di pasar ini terpenuhi dan harga akan selalu stabil,” terangnya.

Musni Hardi K. Atmaja juga berharap, TPID Natuna bersama dinas lainnya bisa menjaga kelancaran transportasi ini, sehingga penyuplaian bahan pagan yang dari luar daerah bisa terus lancar.(dod)

Bawa Aspirasi Natuna ke Kemendagri, Mustamin Bakri Kawal Usulan Pemekaran Dua Kecamatan

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

UMKM Kepri Unjuk Gigi di KKI 2026, Produk Lokal Tembus Pasar Australia hingga Amerika

02

Bukan Membatasi Kritik, Li Claudia Dorong Komunikasi Terbuka dengan Media

03

Lima Jam Susuri Hutan Terjal, Tim SAR Natuna Temukan 4 Warga Tersesat di Hari Ketiga

04

Sosok Irjen Pol Andry Wibowo, Narasumber UKW Komunitas Jurnalis Kepri yang Suka Sayur Asem