Batam

Ini Tantangan Pembangunan Data Center di Batam setelah Kehadiran Johor-Singapore Special Economic Zone

AriraNews.com, Batam – Pembangunan beberapa gedung data center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) terlihat terus berlangsung, bahkan sudah ada yang sudah tahap akhir. Menurut Badan Pengusahaan (BP) Batam, ada 18 data center yang tengah berproses, dengan 9 di antaranya berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP).

Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) BP Batam, Irfan Syakir Widyasa, mengatakan bahwa investasi untuk sektor data center dan telekomunikasi di Batam pada periode 2023-2024 tercatat sebesar Rp 446,78 miliar.

KEK NDP merupakan lumbung data center terbesar di Batam, dengan 2 data center yang telah beroperasi pada Desember 2024 dan 4 lainnya tengah dalam proses pembangunan. Direktur Utama PT Tamarin, Mike Wiluan, mengatakan bahwa investasi di KEK NDP ditargetkan sebesar Rp 40 triliun hingga tahun 2040.

Namun, pengembangan data center di Batam juga menghadapi tantangan, seperti persaingan regional dengan Johor Bahru, Malaysia, yang menawarkan insentif yang lebih menarik. Selain itu, kebutuhan akan pasokan listrik yang besar juga menjadi perhatian utama.

Mike menjelaskan bahwa 2 data center telah beroperasi pada Desember 2024, 4 tengah proses cut & fill, dan 3 lainnya mulai dibangun di kuartal kedua 2025. Ia juga memerinci investasi tersebut terdiri dari 9 data center dengan nilai investasi Rp 38 triliun.

Ketua Asosiasi Data Center Indonesia (IDPRO), Hendra Suryakusuma, menekankan pentingnya aturan yang jelas terkait on-shoring data regulation guna menjamin keamanan data dan membangun kepercayaan pengguna.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Nurul Ichwan, mengatakan bahwa dengan kehadiran Johor-Singapore Special Economic Zone, maka persaingan regional semakin berat. Ia mendorong pemberlakuan insentif seperti Super Tax Deduction hingga 200% bagi perusahaan yang berinvestasi dalam riset pelatihan SDM dan pengembangan teknologi.

Dengan regulasi yang tepat dan dukungan dari pemerintah pusat hingga daerah, Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam bisnis data center. (rma)

Redaksi

Recent Posts

Warga Laguna Tahap 2 Curhat ke Taba Iskandar saat Reses, Air Sering Mati dan Jalan Becek

AriraNews.com, Batam - Anggota DPRD Kepulauan Riau, H. Taba Iskandar, menggelar kegiatan reses pada Minggu…

24 menit ago

Peringati Hari Kartini, Srikandi SAR Natuna Edukasi Pelajar soal Keselamatan

Ariranews.com, Natuna – Memperingati Hari Kartini Tahun 2026, Srikandi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna…

8 jam ago

Rayakan HUT ke-80 TNI AU, Lanud RSA Perkuat Soliditas Lewat Lomba Mancing

Ariranews.com, Natuna – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI Angkatan Udara, Pangkalan…

13 jam ago

Aspirasi Nelayan Menguat, Marzuki Usulkan Penambahan BBM Subsidi

Ariranews.com, Natuna – Aspirasi nelayan di wilayah perbatasan kian menguat terkait keterbatasan bahan bakar minyak…

15 jam ago

Warga RW 13 Pancur Baru Harap Perbaikan Jalan dan Drainase Saat Reses, Taba Iskandar Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

AriraNews.com, Batam - Ratusan warga RW 13 Pancur Baru, Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Sei Beduk, Kota…

23 jam ago

Pengesahan Ranperda LAM Batam Tunggu Fasilitasi Gubernur Kepri

AriraNews.com, Batam - Upaya pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Lembaga Adat Melayu (LAM) di…

1 hari ago