Kepri

Aspirasi Nelayan Menguat, Marzuki Usulkan Penambahan BBM Subsidi

Ariranews.com, Natuna – Aspirasi nelayan di wilayah perbatasan kian menguat terkait keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Dalam kegiatan reses di Pulau Serasan, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau Daerah Pemilihan Natuna–Anambas, Marzuki, mendorong adanya penambahan kuota BBM subsidi guna menjawab kebutuhan riil nelayan di lapangan.

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh para nelayan yang menilai kuota solar subsidi saat ini belum mampu mengakomodasi kebutuhan operasional melaut, khususnya bagi armada tangkap skala kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM.

Sejumlah nelayan mengungkapkan, kuota yang diterima melalui dokumen pas kecil masih sangat terbatas. Bahkan, dalam satu bulan, mereka hanya memperoleh sekitar 100 liter solar, sementara kebutuhan untuk sekali melaut bisa mencapai 60 liter, tergantung jarak tempuh dan kondisi cuaca.

Menanggapi hal itu, Marzuki mendorong agar masyarakat juga menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Bagian Ekonomi Pemerintah Kabupaten Natuna, sehingga dapat dilakukan pendataan sebagai dasar pengajuan penambahan kuota BBM.

“Kami berharap ini bisa diusulkan sesuai kebutuhan riil di lapangan, agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada nelayan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026) pada kegiatan reses di Pulau Serasan,

Ia menjelaskan, kebijakan kuota BBM yang ditetapkan pemerintah pusat umumnya mengacu pada kategori ukuran kapal. Namun, menurutnya, kondisi geografis Natuna sebagai wilayah perbatasan membuat kebutuhan BBM nelayan berbeda dengan daerah lain.

Marzuki mencontohkan, kapal berukuran sekitar 5 Gross Tonase (GT) di wilayah lain biasanya hanya beroperasi di perairan pesisir. Sementara di Natuna, kapal dengan ukuran serupa kerap menempuh jarak lebih jauh hingga ratusan mil laut demi mendapatkan hasil tangkapan.

“Dengan kondisi itu, kebutuhan BBM nelayan Natuna tentu lebih besar. Ini yang perlu menjadi perhatian dalam penentuan kuota,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa persoalan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Natuna untuk kemudian diteruskan ke Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau hingga ke pemerintah pusat.

“Pendataan yang akurat sangat penting agar usulan penambahan kuota memiliki dasar yang kuat dan bisa diperjuangkan,” tegas Marzuki.

Ia berharap adanya penyesuaian kebijakan kuota BBM bagi nelayan di wilayah perbatasan, sehingga aktivitas melaut tetap berjalan optimal dan sektor perikanan daerah dapat terus tumbuh.
(Dod)

Dodi

Recent Posts

Investasi 2025 Lampaui Target, Data Centre Jadi Jantung Baru Ekonomi Batam

AriraNews.com, Batam - Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam mencatat pencapaian investasi yang…

4 jam ago

HARRIS Barelang Batam Hadirkan Yoga Tepi Laut, Beach Games untuk Liburan Keluarga Menyenangkan Selama Juni 2026

AriraNews.com, Batam – HARRIS Barelang Batam kembali menghadirkan berbagai program spesial yang memadukan konsep wellness,…

7 jam ago

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan…

8 jam ago

Anggota DPRD Termuda Karimun Nahkodai PKB, Muhammad Firdaus Resmi Pimpin DPC 2026–2031

KARIMUN, ariranews.com– Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi menetapkan anggota DPRD termuda Kabupaten Karimun, Muhammad Firdaus,…

10 jam ago

Perwara Indonesia Perkuat Sinergi dengan Anggota DPD RI Dapil Kepri Dwi Ajeng Sekar Respaty

AriraNews.com, BATAM — Semangat kolaborasi dan penguatan jejaring kelembagaan mewarnai pertemuan antara Perkumpulan Pemandu Acara…

10 jam ago

Suplai Air di Taman Baloi hingga Sukajadi Terganggu, BP Batam Lakukan Perbaikan Darurat

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir bergerak cepat melakukan…

11 jam ago