Ariranews.com, Natuna – Komitmen terhadap program ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna melalui panen timun dan kacang panjang di RSA Farm, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah konkret satuan TNI AU di wilayah perbatasan dalam memperkuat kemandirian pangan secara berkelanjutan.
Panen dipimpin langsung Komandan Lanud RSA, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., serta diikuti para kepala dinas, pejabat, seluruh personel, dan Pengurus PIA Ardhya Garini Cabang 9 Daerah I Lanud RSA. Momentum ini tidak sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi nyata membangun ketahanan pangan berbasis satuan.
Dalam sambutannya, Danlanud RSA menegaskan bahwa pengembangan RSA Farm merupakan implementasi langsung kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pangan nasional.
Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan membutuhkan kontribusi seluruh elemen, termasuk institusi pertahanan.
“Hasil panen ini adalah bukti kerja keras dan komitmen bersama. Kita ingin memastikan ketahanan pangan dimulai dari lingkungan sendiri,” ujarnya.
Hasil panen diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan keluarga besar Lanud RSA, sebelum kemudian disalurkan kepada masyarakat sekitar. Pola ini dinilai efektif dalam membangun kemandirian sekaligus memberikan dampak sosial yang luas.
Lanud RSA berkomitmen mengembangkan pertanian terpadu secara berkesinambungan, mulai dari budidaya sayuran hingga perikanan. Ke depan, RSA Farm juga menargetkan panen lele dan sawi pakcoy sebagai bagian dari diversifikasi komoditas pangan.
Melalui langkah konsisten ini, Lanud RSA Natuna tidak hanya menjaga kedaulatan udara di wilayah perbatasan, tetapi juga mengambil peran strategis dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional dari daerah terdepan Indonesia. (Dod)









