AriraNews.com, Batam – Program Studi di Politeknik Negeri Batam atau yang lebih dikenal dengan Poltek Batam dirancang sesuai dengan kebutuhan industri terutama di Batam. Sehingga setelah lulus mahasiswa dapat diserap langsung oleh dunia industri.
“Prodi-prodi kita didedikasikan mendukung industri-industri yang ada di Batam. Di Batam ada industri animasi kita bikin prodi animasi, di Batam ada industri perawatan pesawat udara kita bikin prodi perawatan pesawat udara, di Batam ada industri semi konduktor kita bikin prodi manufacturing elektronika,” ungkap Direktur Politeknik Negeri Batam, Uuf Brajawidagda, S.T, MT, Ph.D, pada sejumlah wartawan, dalam kegiatan Tour Kampus Politeknik Negeri Batam, Senin (26/9/2022) siang.

Bahkan ungkap Uuf, sebagian besar program-program studi tersebut sudah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan global sehingga lulusannya langsung terserap ke dunia kerja.
“Ada bahkan yang belum lulus, sudah dapat kontrak untuk bekerja di industri yang ada di Batam,” ungkapnya.
Sejumlah program studi di Poltek Batam juga unik. Program studi Manufacture of Electronics misalnya yang mempelajari metode pembuatan chip merupakan satu-satunya di Indonesia. Prodi ini juga bekerja sama dengan PT Infineon Batam, perusahaan yang memproduksi chip di Batam. Dalam mendukung prodi tersebut lab prakteknya dirancang sama dengan yang ada di perusahaan tersebut.
“Karena ini satu-satunya di Indonesia sangat diminati oleh industri, tak hanya dalam tapi juga luar negeri. Saat ini kami lagi mempersiapkan 30 mahasiswa untuk berangkat (magang) ke Hungaria, dalam produksi chip,” ungkap Uuf.
Contoh lainnya Prodi Aircraft Maintenance. Bahkan Politeknik Negeri Batam memiliki lisensi untuk melakukan sertifikasi di bawah naungan Kementerian Perhubungan dan Pendidikan yakni Sertifikasi Aircraft Maintenance Training Organization (AMTO) 147 di kategori Airframe, piston, dan gas turbin.

Selain itu cara pembelajaran yang diterapkan di Politeknik Negeri Batam (PoliBatam) juga berbeda, atau lebih dikenal dengan sistem Project Base Learning (PBL). Di mana dalam menggarap suatu proyek melibatkan mahasiswa dari berbagai prodi.
“Pola pembelajaran sekarang berubah, berpusat pada mahasiswa. Artinya mahasiswa yang lebih aktif. Dengan dasar itulah kita mempercayai mahasiswa untuk saling belajar dan dengan cara seperti itu kepercayaan antar orang itu terbangun dan di situlah bisa memunculkan pengetahuan baru,” kata Uuf.
Metode pembelajaran tersebut kata Uuf bisa dilihat dengan banyaknya mahasiswa yang berkumpul di tempat-tempat yang tersedia di lingkungan kampus. Belajar di kelas hanya banyak di tahun pertama.


Desain kampus yang smart dan modern, membuat mahasiswa juga bebas duduk di meja-meja seperti sedang duduk-duduk santai di kafe dan restoran.
Sambil duduk santai, mereka bebas berdiskusi dengan sesama mahasiswa atau bisa fokus dengan pekerjaan sambil bisa meregangkan urat-urat syaraf.
“Seperti yang sudah kita lihat, yang kumpul itu bukan satu prodi, atau semester yang sama. Mereka saling mengisi karena saling berkaitan,” ungkapnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemko, Batam Yusfa Hendri menyebut kehadiran Poltek Batam menjawab kebutuhan SDM di Batam. Ke depan diharapkan, Batam, tak hanya dikenal sebagai kota industri, tapi juga akan dikenal sebagai kota pendidikan.
“Jadi kalau selama ini, orang ke Batam itu untuk cari kerja. Sekarang ke Batam pun untuk menuntut ilmu. Karena Batam ini memiliki lebih dari 24 kampus dan punya Poltek yang modern,” ujarnya.(ara)








