Batam Kian Kokoh sebagai Magnet Investasi

Avatar photo
Sejak memimpin Kota Batam Februari 2025 lalu, Amsakar – Li Claudia Chandra kembali sukses menorehkan pencapaian positif terhadap gairah ekonomi daerah.

AriraNews.com, Batam – BATAM kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi investasi paling prospektif di Indonesia. Memasuki triwulan pertama tahun 2026, Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat realisasi investasi mencapai Rp17,4 triliun, atau tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut juga meningkat 68,92 persen dibandingkan triwulan IV tahun 2025.

Capaian impresif tersebut menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Batam. Tidak hanya berhasil menarik investasi baru, Batam juga dinilai mampu mempercepat proses realisasi investasi sehingga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa lonjakan investasi tersebut mencerminkan keberhasilan berbagai upaya perbaikan tata kelola dan pelayanan investasi yang terus dilakukan BP Batam.

“Lonjakan ini menunjukkan Batam tidak hanya mampu menarik investasi, tetapi juga mengeksekusinya secara lebih cepat, pasti, dan produktif,” ujarnya, dalam beberapa kesempatan.

Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PT PLN Batam bersama DayOne dengan total kapasitas mencapai 511 MVA di Auditorium Balairung Sari, Badan Pengusahaan (BP) Batam (17/4) lalu, yang disaksikan pimpinan BP Batam merupakan PJBTL terbesar di Indonesia.

Dari total investasi yang masuk, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp8,8 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,5 triliun. Pertumbuhan PMDN yang melonjak hingga 216 persen secara tahunan menunjukkan semakin tingginya kepercayaan investor domestik terhadap prospek ekonomi Batam.

Secara sektoral, investasi terbesar berasal dari industri mesin dan elektronik dengan kontribusi 23,65 persen, disusul sektor kimia dan farmasi sebesar 21,18 persen, jasa lainnya 17,70 persen, serta sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar 13,09 persen. Struktur investasi tersebut mencerminkan semakin kuatnya ekosistem industri bernilai tambah yang berkembang di Batam.

Kontribusi Batam terhadap perekonomian Kepulauan Riau juga semakin dominan. Dari total realisasi investasi Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp23,8 triliun pada triwulan I 2026, sekitar 73,5 persen berasal dari Batam. Kondisi ini menegaskan peran Batam sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi regional.

BACA JUGA:  PKP Gelar Pameran Properti di Mega Mall Batam, Hadirkan Promo Extra Cicilan 30 Bulan

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai dominasi tersebut memiliki arti strategis bagi perkembangan kawasan.

“Batam memegang peran sentral dalam menggerakkan ekonomi kawasan. Pertumbuhan ini memberikan efek berantai ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa,” katanya.

Menurut Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, keberhasilan tersebut bukan semata-mata soal peningkatan angka investasi, tetapi juga menunjukkan kualitas pertumbuhan yang semakin sehat.

“PMA tetap kuat dan PMDN tumbuh agresif. Ini menunjukkan Batam semakin dipersepsikan sebagai kawasan yang feasible, bankable, dan executable bagi investor,” ujarnya.

Kepercayaan investor global terhadap Batam juga tercermin dari asal negara penanam modal. Singapura masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi Rp4,82 triliun, diikuti Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang. Posisi ini semakin memperkuat peran Batam sebagai simpul penting dalam jaringan investasi regional dan internasional.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut, BP Batam terus menjalankan berbagai strategi percepatan investasi. Salah satunya melalui penyederhanaan birokrasi dan digitalisasi layanan perizinan.

Fary menjelaskan bahwa arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada pimpinan BP Batam adalah menjadikan Batam sebagai kawasan dengan pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas rata-rata nasional. Karena itu, kemudahan berusaha dan penyederhanaan proses investasi menjadi fokus utama.

BACA JUGA:  Bupati Iskandarsyah Resmikan Rumah Duka Dambaan Masyarakat Hasil Perjuangan Herman Akham

“Tentu komitmen kami adalah kemudahan berinvestasi di Batam. Perizinan investasi menjadi fokus utama agar dapat disederhanakan dan semakin cepat,” jelasnya.

Langkah konkret terbaru diwujudkan melalui penyempurnaan layanan digital Land Management System (LMS) yang mulai diterapkan pada 2026. Sistem ini dirancang untuk mempercepat pengalokasian lahan secara transparan, akuntabel, dan berbasis digital.

Melalui LMS, investor dapat mengakses informasi ketersediaan lahan, regulasi, prosedur, hingga proses pengajuan alokasi tanah secara daring. Sistem ini sekaligus memberikan kepastian hukum dan mempercepat proses pelayanan pertanahan yang selama ini menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan investasi.

“Melalui LMS, pemohon dapat mengakses informasi terkait regulasi, persyaratan, dan prosedur pengurusan perizinan tanah secara cepat dan transparan,” kata Li Claudia Chandra.

Selain reformasi pelayanan, BP Batam juga aktif mendorong masuknya investasi strategis yang memiliki daya saing tinggi dan mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang. Salah satu sektor yang menjadi fokus pengembangan adalah industri digital dan pusat data (data center).

Batam saat ini tengah bertransformasi menjadi pusat industri digital regional. Sejumlah investasi berskala besar mulai direalisasikan, mulai dari pembangunan pabrik vendor Apple oleh Luxshare-ICT dengan nilai investasi sekitar Rp16 triliun hingga pengembangan AI Data Centre oleh PT Equator Gate System Batam (EGSB) yang memiliki nilai investasi mencapai USD5 miliar atau sekitar Rp88 triliun.

Proyek AI Data Centre yang berlokasi di kawasan Nongsa tersebut menjadi salah satu investasi digital terbesar yang pernah masuk ke Batam. Investasi ini didukung perusahaan data center terkemuka asal Tiongkok dan diproyeksikan menjadi katalisator masuknya industri digital lainnya seperti cloud computing, artificial intelligence services, hingga ekosistem semikonduktor.

BACA JUGA:  Dari Keterbatasan ke Harapan: Kisah Daniel dan Wujud Kepedulian Amsakar-Li Claudia

Menurut Li Claudia Chandra, investasi tersebut menjadi bukti kesiapan Batam dalam membangun ekosistem digital berkelas dunia.

“Batam memiliki keunggulan geografis, konektivitas internasional, serta kesiapan kawasan yang sangat kompetitif untuk industri digital masa depan,” ujarnya.

BP Batam juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk penyedia energi, pemerintah pusat, investor global, serta institusi pendidikan guna memastikan ketersediaan infrastruktur dan sumber daya manusia yang dibutuhkan industri masa depan.

Berbagai proyek strategis lain seperti pengembangan energi baru terbarukan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga Proyek Strategis Nasional Rempang Eco-City juga terus berjalan dan menjadi bagian dari upaya memperluas basis pertumbuhan ekonomi Batam.

Bagi BP Batam, investasi bukan sekadar angka statistik. Lebih dari itu, investasi harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, mendorong transfer teknologi, serta menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Yang terpenting dari seluruh investasi yang masuk adalah manfaatnya dapat dirasakan bersama melalui pertumbuhan ekonomi yang positif, peningkatan serapan tenaga kerja, dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Fary.

Dengan kombinasi antara reformasi pelayanan, kepastian hukum, penguatan infrastruktur, serta masuknya investasi pada sektor-sektor masa depan, Batam kini tidak lagi hanya dikenal sebagai kawasan industri manufaktur. Batam tengah bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi modern yang terhubung dengan rantai industri global dan siap menjadi gerbang utama investasi digital Indonesia di kawasan Asia Tenggara. (advertorial/red)