Advertorial

1.429 Perangkat Desa se-Kepri Jalani Rakorda, Nyanyang: Penguatan Kapasitas Aparatur Jadi Kunci Kemajuan Desa

AriraNews.com, Tanjungpinang – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menghadiri sekaligus menjadi keynote speaker pada kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Peningkatan Kapasitas Aparatur dan Kelembagaan Desa se-Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (25/5/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kepulauan Riau tersebut mengusung tema “Integrasi Tiga Pilar Pembinaan: Mewujudkan Tata Kelola Administrasi Akuntabel, Kerjasama Strategis, dan Lembaga Desa yang Berdaya Saing.”

Rakorda ini menjadi forum strategis dalam membangun koordinasi, sinkronisasi, dan harmonisasi kebijakan antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, aparatur desa, hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) guna memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang terpadu dan berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara hybrid dengan peserta hadir secara langsung maupun virtual dari seluruh kabupaten/kota di Kepri.

Sebanyak 1.429 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari kepala desa, perangkat desa, BPD, serta unsur terkait lainnya dari 275 desa se-Provinsi Kepulauan Riau. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara hybrid dengan peserta hadir secara langsung maupun virtual dari seluruh kabupaten/kota di Kepri.

Dalam sambutannya, Wagub Nyanyang menegaskan bahwa desa saat ini dituntut menjadi lebih mandiri, akuntabel, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat disparitas kapasitas aparatur desa dan BPD dalam pengelolaan administrasi, koordinasi kewilayahan, hingga optimalisasi kelembagaan desa.

“Rapat koordinasi ini sangat strategis untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi berbagai kendala di daerah, sekaligus merumuskan langkah-langkah taktis dalam memperkuat pembangunan desa ke depan,” ujar Nyanyang.

Nyanyang juga menyoroti penurunan alokasi Dana Desa di Provinsi Kepulauan Riau pada Tahun Anggaran 2026. Kepri memperoleh alokasi Dana Desa sebesar Rp77,76 miliar untuk 275 desa atau mengalami penurunan sekitar 64 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi desa dalam menjalankan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi semangat membangun desa.

“Penurunan anggaran tidak boleh melemahkan semangat kita. Justru kondisi ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas aparatur desa agar lebih inovatif, adaptif, serta mampu mengoptimalkan potensi dan sumber daya lokal yang dimiliki,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan tata kelola administrasi yang akuntabel, pengembangan kerja sama antar desa, serta pemberdayaan lembaga kemasyarakatan desa menjadi faktor penting agar pembangunan desa tetap berjalan optimal dan berdaya saing.

Pada kesempatan tersebut, Nyanyang juga menegaskan bahwa hasil Rakorda akan dibawa ke Musyawarah Pusat sebagai rekomendasi kebijakan strategis percepatan pembangunan desa di Provinsi Kepulauan Riau.

“Saya akan menyampaikan langsung rekomendasi kebijakan strategis percepatan pembangunan desa di Provinsi Kepulauan Riau agar kebijakan pusat nantinya benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan daerah,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Nyanyang mengajak seluruh peserta Rakorda untuk terus memperkuat sinergi dan harmonisasi kebijakan pembangunan desa di Kepulauan Riau.

“Mari kita jadikan Rakorda ini sebagai momentum memperkuat sinergi dan memastikan desa-desa di Kepulauan Riau mampu menjadi pusat pertumbuhan yang inklusif, maju, dan berdaya saing,” ajaknya.

Turut hadir secara virtual para bupati se-Provinsi Kepulauan Riau, para kepala desa, serta jajaran anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kepri.

Hadir pula Kepala Dinas PMD, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kepri Misbardi, Koordinator Program P3MD Kepri Muhammad Irfan, Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa Nurasyiah Harahap, Kepala Bidang Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan Desa Febby Kurnia, serta Tenaga Ahli P3MD Provinsi Kepri Mindoko dan Munawir.(advertorial/red)

Redaksi

Recent Posts

PBSI Kepri Dukung Pemerataan Sarana Olahraga, Pulau Midai Terima Hibah Karpet Badminton

Natuna, Ariranews.com – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kepulauan Riau terus…

3 jam ago

BPBD Jemaja Timur Evakuasi Pohon Tumbang yang Putuskan Jaringan Listrik

AriraNews.com, ANAMBAS – Listrik di tiga desa di Kecamatan Jemaja Timur padam setelah pohon tumbang…

17 jam ago

Atlet Karate Lanud RSA Natuna Sabet Dua Medali Perak di Kejurnas Kasau Cup 2026

Natuna, Ariranews.com – Atlet karate Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna kembali mengharumkan nama satuan dalam…

20 jam ago

Grand Mercure Batam Centre Hadirkan Sensasi Kuliner Homemade Premium, Cocok untuk Hangout Elegan

AriraNews.com, Batam – Grand Mercure Batam Centre menghadirkan pengalaman kuliner premium dengan mengandalkan menu homemade…

21 jam ago

Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Cen Sui Lan Kawal Penyaluran Pupuk Bersubsidi hingga ke Petani

Ariranews.com,Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan melalui penyaluran pupuk…

22 jam ago

BP Batam Ancam Tarik 614 Hektare Lahan Tidur, Proses Pembangunan Wajib Dilaporkan Melalui LMS

AriraNews.com, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam memperketat pengawasan pemanfaatan lahan dengan mewajibkan seluruh pemegang…

23 jam ago