Natuna

Minim Transparansi dalam Pengangkatan TP2D, Tokoh Masyarakat: “Ini Bukan Rahasia Negara”

Ariranews.com,Natuna – Pemerintahan Bupati Natuna, Cen Sui Lan, kembali menuai sorotan publik. Kali ini, kritik tajam disampaikan terkait tidak transparannya proses pengangkatan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) yang beranggotakan 12 orang. Hingga kini, masyarakat belum mendapatkan informasi jelas mengenai siapa saja yang tergabung dalam tim tersebut, termasuk latar belakang serta tugas dan peran mereka.

Meski TP2D diklaim sebagai tim pendukung bupati dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah, pemerintah belum membuka secara gamblang data yang seharusnya menjadi hak publik mulai dari daftar nama anggota, rekam jejak profesional, hingga posisi strategis masing-masing anggota tim.

Bahkan, Kepala BP3D Natuna, lembaga yang membawahi pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D), terkesan enggan memberikan klarifikasi ketika dimintai keterangan oleh awak media, baik secara langsung maupun lewat pesan WhatsApp, terkait Surat Keputusan (SK) pembentukan tim tersebut.

Kondisi ini menuai kritik dari salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Serasan, Fadillah, yang menilai pemerintah seharusnya lebih terbuka, terlebih jika informasi tersebut tidak termasuk kategori rahasia negara.

“Kalau kebijakan bersifat umum, seperti pembangunan dan siapa saja yang terlibat dalam membantu bupati, itu tidak perlu dirahasiakan,” tegas Fadillah melalui sambungan telepon, Jumat (23/5/2025).

Pria yang akrab disapa Bang Kloh itu juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi untuk mendukung partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

“Transparansi itu penting agar masyarakat tahu dan bisa ikut bekerja sama membangun daerah. Informasi terkait rencana pembangunan dan penggunaan anggaran tidak seharusnya ditutup-tutupi,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran media sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Media adalah corong utama untuk menyampaikan rencana pembangunan kepada publik. Jika informasi ditutup, maka muncul asumsi liar yang sulit dikendalikan, meskipun kebijakan itu sebenarnya benar.” ujarnya.

Fadillah berharap Pemerintah Kabupaten Natuna dapat lebih terbuka dan bersinergi dengan media, demi terwujudnya pembangunan yang transparan dan akuntabel, serta mencegah berkembangnya prasangka negatif di tengah masyarakat. (dod)

Dodi

Recent Posts

Jaga Konektivitas Natuna, Pemkab Surati Kemenhub Soal Jadwal Docking KM Bukit Raya

Ariranews.com, Natuna – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna mengambil langkah cepat untuk memastikan konektivitas transportasi laut…

47 menit ago

PGN Batam Gelar Donor Darah, Wendi: Agenda Rutin Tiap Tahun Tiap Area

AriraNews.com, BATAM – Setetes darah yang disumbangkan para pegawai PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Sales…

2 jam ago

Wajib Dibeli! Keropok Haji Puteh, Oleh-Oleh Legendaris Mersing yang Diburu Wisatawan Sejak 1970

AriraNews.com, Batam - Liburan rasanya belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh. Selain untuk dinikmati bersama…

18 jam ago

ASPPI Inisiasi Paket Wisata dan Budaya dari Batam ke Lingga

AriraNews.com, Lingga — Dalam upaya mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah, ASPPI DPD Kepulauan Riau melaksanakan…

21 jam ago

ASPPI DPD Kepri Dorong Lingga Menjadi Destinasi Wisata Unggulan Kepulauan Riau

AriraNews.com, Lingga — Dalam upaya mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah, Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI)…

22 jam ago

Reformasi Regulasi dan Pembenahan Infrastruktur Dorong Lonjakan Investasi Kota Batam

AriraNews.com, Batam - Di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan dinamika persaingan investasi antarwilayah, Batam…

22 jam ago