AriraNews.com, Batam – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menerbitkan kartu pengendali pembelian BBM bersubsidi Pertalite atau Fuel Card 5.0.
Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau mengatakan program tersebut melanjutkan kesuksesan Fuel Card 3.0 untuk pembelian Solar yang sudah berjalan dua tahun.
Selain itu kata Gustian, Fuel Card 5.0 beda dengan QR Code MyPertamina. QR Code MyPertamina adalah sebagian dari cara mendata kendaraan yang tepat menerima BBM subsidi. Sementara Fuel Card merupakan alat pengendali saat membeli BBM subsidi.
“Untuk jumlah liternya, BBM solar itu hampir 200 liter untuk QR Code MyPertamina. Kalau 200 liter Solar per kendaraan per hari, kita tidak cukup kuotanya sampai akhir tahun. Kita batasi dengan Fuel Card 3.0, Alhamdulillah berjalan lancar,” ujar Gustian.
Kemudian di QR MyPertamina Pertalite bisa membeli 120 liter per hari per kendaraan. Dengan Fuel Card jatahnya diperkecil. Kendaraan roda 4 sampai dengan mesin 1.400 cc dapat membeli 20 liter per hari, kendaraan roda 4 dengan mesin di atas 1.400 cc dapat membeli 15 liter per hari.
“Kendaraan umum roda 4 seperti angkutan kota (angkot) 35 liter per hari, kendaraan operasional untuk kebutuhan masyarakat seperti Gocar, Maxim dapat 30 liter per hari dan khusus mobil barang (pick up) 20 liter per hari,” ujar Gustian.
Gustian juga menuturkan Kota Batam menjadi proyek percontohan nasional dalam rangka pelaksanaan kartu kendali untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar. (ara)








