Ariranews.com, Natuna — Setelah sukses menggelar Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) sederajat se-Kabupaten Natuna, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Natuna kini menyiapkan perwakilan daerah untuk melaju ke tingkat provinsi. Juara pertama dalam ajang tersebut dipastikan akan menjadi delegasi resmi Kabupaten Natuna pada Lomba Bertutur tingkat Provinsi Kepulauan Riau.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah strategis dalam mendorong budaya literasi sejak dini. Selain itu, lomba bertutur memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum, yang dinilai penting dalam membangun kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna, Erson Gempa Afriandi, menegaskan bahwa hanya peraih juara pertama yang akan dikirim sebagai perwakilan resmi. Seluruh kebutuhan peserta, mulai dari transportasi hingga akomodasi selama mengikuti lomba di tingkat provinsi, akan difasilitasi sepenuhnya oleh dinas.
Dalam proses pendampingan, peserta tidak didampingi oleh guru, melainkan oleh orang tua masing-masing. Hal ini dilakukan agar anak merasa lebih nyaman dan percaya diri selama mengikuti perlombaan.
“Pendamping dari dinas tetap ada, kemungkinan dari bidang terkait akan ikut mendampingi. Namun guru tidak ikut, melainkan orang tua,” ujar Erson, Selasa (5/5/2026), melalui sambungan telepon.
Ia menambahkan, lomba bertutur akan dijadikan sebagai agenda tahunan atau kalender tetap Disperpusip Natuna. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menumbuhkan minat baca sekaligus kemampuan bertutur di kalangan pelajar.
Erson mengaku terkesan dengan kemampuan para peserta, termasuk siswa kelas rendah yang mampu tampil percaya diri dengan ekspresi serta penguasaan cerita yang baik.
“Ini berawal dari membaca, kemudian mereka menyerap, lalu mampu menceritakan kembali dengan gaya dan ekspresi yang luar biasa. Ini sangat baik untuk perkembangan mental dan kepercayaan diri anak,” katanya.
Namun demikian, ia juga menyoroti pentingnya dukungan dari pihak sekolah. Menurutnya, masih ada peserta yang tampil tanpa persiapan maksimal, terutama dari segi kostum, yang dapat memengaruhi mental dan performa anak saat berkompetisi.
“Jangan sampai anak yang sebenarnya punya potensi justru kehilangan semangat karena kurangnya dukungan. Ini harus menjadi perhatian bersama, baik oleh guru maupun sekolah,” tegasnya.
Erson berharap kegiatan ini mampu memotivasi siswa lain di Natuna untuk berani tampil dan mengembangkan bakatnya. Ia juga mendorong peran aktif guru dan orang tua dalam membina anak-anak berbakat secara berkelanjutan, baik di rumah maupun di sekolah.
Selain itu, ia mengajak sekolah-sekolah untuk menggelar kegiatan serupa, baik antar kelas maupun antar sekolah dalam satu gugus. Upaya ini dinilai penting untuk menumbuhkan budaya bertutur sejak dini di lingkungan pendidikan.
“Yang terpenting, kegiatan ini menjadi budaya dan terus dilatih agar kemampuan anak berkembang secara optimal,” pungkasnya.
(Dod)








