H. Erson Gempa Afriandi menerima penghargaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna atas dedikasikan dalam menciptakan Himne Daerah Natuna.
AriraNews.com, Natuna – Perjalanan panjang penuh dedikasi ditempuh Erson Gempa Afriandi sebelum akhirnya melahirkan Himne Daerah Natuna. Karya sakral itu resmi disahkan DPRD setelah melewati 17 kali revisi.
Amanah itu datang melalui rombongan Pansus B DPRD Natuna yang dipimpin Hendri FN. Awalnya, Erson terdiam. Baginya, mencipta lagu bukan hal baru, tetapi menulis himne adalah pekerjaan sakral.
“Waktu satu bulan yang diberikan terasa berat. Himne ini doa, pujian, sekaligus harapan. Ada beban besar yang harus saya pikul,” kenangnya, Rabu (20/8/2024).
Proses panjang itu bermula dari pembahasan penyusunan logo daerah. Sesuai Peraturan Daerah, logo tidak bisa dipisahkan dari himne resmi. Pansus pun bersepakat menunjuk Erson sebagai pencipta.
“Saya tidak pernah meminta, tapi inilah amanah. Jadi saya sambut dengan baik meskipun hati penuh rasa gamang,” ujarnya.
Selama sebulan, Erson benar-benar larut dalam pencarian. Setiap bait ia renungkan, setiap kata ia timbang. Tercatat, sekitar 17 kali bongkar pasang lirik ia lakukan demi ketepatan makna.
Pansus DPRD memberikan tiga pedoman utama: lirik himne harus mengajak masyarakat membangun daerah, menjaga budaya serta kekayaan alam, dan meneguhkan semangat menjaga NKRI.
“Tiga unsur itu saya peras jadi kalimat sederhana, tapi penuh makna,” katanya.
Beberapa lirik menggugah rasa cinta tanah kelahiran. Misalnya, “Kupersembahkan jiwa-ragaku, cinta kasih ku darmakan untukmu” yang menjadi simbol persatuan tanpa sekat identitas. Ada pula bait
“Namamu bersemayam di dalam kalbuku, di sanubariku meskipun jauh” yang menggambarkan kerinduan perantau pada tanah kelahiran.
Setelah lirik rampung, Erson mulai mencari nada dengan gitar. Namun, ia merasa perlu aransemen yang lebih kuat hingga akhirnya menggandeng seorang seniman besar di Jakarta.
“Saya tidak mau main-main. Bahkan sempat saya minta musiknya diubah sampai sesuai nuansa yang saya harapkan,” ungkapnya.
Meski digarap di Jakarta, jiwa dan semangat lagu tetap berasal dari Natuna.
Puncak perjalanan karya ini terjadi pada Selasa (19/8/2025). Dalam Rapat Paripurna DPRD Natuna, Himne Daerah Natuna diluncurkan secara resmi. Banyak anggota dewan mengaku merinding ketika mendengarnya.
“Itu apresiasi luar biasa. Bagi saya, karya ini adalah persembahan terbaik untuk Natuna,” ucap Erson dengan mata berkaca-kaca.
Kini, himne ditetapkan sebagai lagu wajib setelah Indonesia Raya di setiap acara resmi pemerintah, upacara kedinasan, kegiatan pendidikan, hingga pentas kebudayaan.
“Semoga masyarakat Natuna benar-benar menghayati, menjadikannya pengingat jati diri dan identitas daerah,” pesan Erson.
Bagi dirinya, karya ini bukan hanya soal nama, melainkan bentuk cinta dan pengabdian.
“Apresiasi ini bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk seluruh insan seni dan budaya Natuna,” tutupnya. (dod)
Ariranews.com, Natuna – Kejaksaan tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga menunjukkan kepeduliannya terhadap…
AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Maritim…
AriraNews.com, Batam - Puncak Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 siap digelar pada 2–5 Juli 2026…
AriraNews.com, Batam - Keberhasilan Ramadhan Sananta menembus panggung sepak bola nasional menjadi bukti nyata bahwa…
Ariranews.com, Natuna – Kejaksaan kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan bakti sosial bagi nelayan…
Ariranews.com, Natuna – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna mengambil langkah cepat untuk memastikan konektivitas transportasi laut…